Saat Kebobolan Tak Dapat Dihindari, Mencetak Gol Sebanyak Mungkin Bisa Jadi Solusi

Silvio Junior berebut bola dengan pemain Borneo FC (19/8) / Foto : LIB

Drama di awal musim kembali disuguhkan oleh Bajul Ijo. Skuad muda Persebaya gagal meraih tren positif di lima laga pembuka Liga 1 2022. Tiga kekalahan, 1 hasil imbang, dan 1 kemenangan jelas bukan pertanda positif bagi tim yang ditargetkan masuk tiga besar.

Nada sumbang seperti “lolos degradasi saja syukur” pun kian menggema di media sosial. Jika tidak berbenah, sinisme suporter itu bisa saja menjadi kenyataan. Lantas, apa yang menjadi penyebab hasil minor Persebaya sejauh ini?

BACA:  Administrasi Beres, Amido-Manu-Alwi Siap Dimainkan

Mayoritas analisis menyoroti materi pemain yang minim pengalaman sebagai biang kerok hasil minor tersebut. Kendatipun demikian, masih banyak yang percaya terhadap potensi dari skuad muda ini. Persoalannya, the young guns Persebaya tidak memiliki dukungan psikologis yang cukup karena minimnya pemain senior yang bisa jadi teladan serta ketiadaan psikolog dalam susunan backroom-staff Persebaya.

BACA:  Aji Santoso : Madura Tim Bagus, Kita Tidak Boleh Takut

Analisis yang lebih spesifik menyoroti pola unggul tipis, banyak buang peluang, dan kebobolan di menit-menit akhir. Ini merupakan penyakit kronis Persebaya yang terus berulang sejak musim lalu! Ditengarai penyebab persoalan ini adalah lemahnya lini pertahanan dan konsentrasi tim dalam menghadapi set piece.

Halaman 1 2 3 4

Komentar Artikel