Pantaskan Diri Demi Persebaya

Saya disadarkan sama omongan dari suami, klub sepak bola itu profesional, ada orang-orang yang bekerja di dalamnya, ngga bisa kamu nuntut semua pemain dipertahankan sedangkan harganya udah ga masuk dalam hitungan keuangan klub.

Saya langsung ingat cita-cita IPO dari Pak Aza di 100 tahun Persebaya. Oke, saya harus move on dari skuad musim lalu.

Pengumuman perekrutan musim ini dimulai, agak lega karena barisan belakang, kiper dan jajaran pelatih sebagian masih sama. Dan kabar gembiranya, Alwi Slamat dan M. Hidayat juga masih bersama Persebaya musim ini. Alhamdulillah.

BACA:  Persebaya Tanpa Bruno dan Marukawa

Barusaha tetap optimis, sambil terus inget kalo sekarang sedang berproses, proses itu ga selalu lancar. Sampai minggu ke-7 kok maennya gini ya, entah grogi, atau bingung, atau ga paham instruksi, saya ngga tau kenapa, sampai sempat diskusi sama Pak Afif di postingan beliau tentang Mental Imagery (bisa dilihat di feed Pak Afif).

BACA:  Persebaya Siap Curi Poin di Kandang Borneo FC

Dan sampai sekarang saya ngga nemuin apa yang salah dari tim kebanggaan saya sejak kecil ini, ya memang mereka sedang berproses, dan dalam proses, trial dan eror itu hal yang biasa.

Halaman 1 2 3 4

Komentar Artikel