Persebaya Selamanya, Kereta Akan Terus Berjalan

Sial, kesabaran Bonek sudah memuncak, Gelora Delta Sidoarjo yang sejatinya menjadi kandang pengganti setelah Gelora Bung Tomo dipakai pertandingan kualifikasi Piala Asia U20 menjadi sasaran kemarahan, insiden setelah laga adalah bentuk kekecewaan dari rentetan hasil buruk Persebaya. Berbagai suara di media meminta Manager atau Pelatih untuk mundur, hari yang buruk.

Jumat, 16 September 2022, pukul 13.45, Persebaya mengumumkan akan menyampaikan evaluasi pada pukul 14.00, hanya 15 menit dari jadwal. Aza langsung memimpin konferensi pers, kalimat-kalimat awal berisi ucapkan terima kasih ke berbagai pihak yang mendukung Persebaya, kalimat-kalimat berikutnya sudah menjurus hal yang tidak enak, akhirnya kalimat yang tidak diinginkan itu terucap. Aza mundur sebagai CEO Persebaya, ah sudah. Aza adalah orang yang sangat idealis, punya komitmen terhadap ucapannya, rasanya sekali kalimat terucap akan susah untuk menganulirnya.

BACA:  Sepak Bola dan Perdamaian Dunia

Sesaat saya punya perasaan ada kehilangan yang besar, Persebaya yang saya rasa di tangan yang tepat, kini akan melepasnya. Kemudian Andi Peci memberikan statement yang salah satu poin isinya saya kutip adalah keputusan mundur merupakan sepenuhnya hak dari CEO dan bukan jangkauan dari Bonek. Raut-raut muka Bonek yang lain antara kaget dan kecewa dengan keputusan Aza.

Halaman 1 2 3 4

Komentar Artikel