Sebuah Perjudian Masa Depan Persebaya

“Tinggal sekarang kita pilih menjadi rasional atau ikut ikutan Gila” demikian yang dikatakan manajer Persebaya yang baru Yahya Alkatiri saat itu, ketika ditanya  tentang kondisi Persebaya di sebuah podcast. Dan Persebaya memilih untuk rasional dalam mengelola klub ini, dari banyak alasan yang disampaikan oleh manajemen memang sangat masuk akal.

Pernah di sebuah konten youtube Presiden Persebaya Azrul Ananda berkata bahwa kondisi sosial ekonomi pasca pandemi akan sangat dirasakan di sekitar setahun setelah pandemi berakhir dan itu mulai kita rasakan dengan ada nya kenaikan BBM dan gejolak ekonomi di sana-sini.

BACA:  Maura Halli Tentang Kompetisi 2020

Bisa kita bayangkan bahwa biaya operasional sebuah klub juga pasti melonjak setelah adanya kenaikan BBM, ini hanya contoh kecil dari imbas kondisi pasca pandemi.

Akhirnya Persebaya memilih mengorbitkan pemain-pemain muda dengan kontrak jangka panjang dan mungkin dari sisi harga kontrak pemain tidak semahal pemain-pemain yang sudah berpengalaman.

Target dari manajemen bahwa musim ini Persebaya finish di urutan ketiga klasemen, menurut penulis sangat bisa diterima jika melihat banyak gambaran kondisi diatas akan tetapi yang tidak disadari oleh manajemen adalah klub-klub lain selain Persebaya tidak melakukan hal yang sama.

Halaman 1 2 3 4

Komentar Artikel