Sebuah Perjudian Masa Depan Persebaya

Kita lihat Persija belanja pemain asing yang boleh dibilang kelas atas untuk ukuran pemain asing Indonesia, belum lagi Persib menggunakan jasa pelatih tingkat dunia juga yaitu Luis Milla, bahkan RANS yang pendatang baru di liga Indonesia mampu mendatangkan Makan Konate yang juga pemain asing tingkat atas di Liga Indonesia.

Ibarat kata mungkin musim ini seperti start lomba lari Persebaya memilih mundur satu langkah untuk menyehatkan kondisi finansial klub tetapi tanpa diduga klub lain justru maju selangkah dengan tetap jor-joran membeli pemain dan pelatih dengan harga setinggi langit yang terjadi adalah permainan Persebaya kalah kelas dibanding klub lain.

BACA:  Persebaya Akan Berlatih Dua Kali Sehari

Tapi keputusan sudah diambil Presiden Azrul Ananda memilih mundur dari posisinya yang harus disikapi semua pihak dengan sikap sabar dan legowo. Toh bukan hanya Persebaya kalau kita lihat banyak klub elite dunia seperti Real Madrid atau Manchester United juga sering terjadi permasalahan antara manajemen klub dengan suporter ataupun sebaliknya.

Kalau mengutip pernyataan manajer Persebaya diatas mungkin ada benarnya, Pilihannya di liga Sepakbola Indonesia saat ini adalah “kita ikut-ikutan Gila atau kita dipaksa ikut Gila”

Halaman 1 2 3 4

Komentar Artikel