Pak Aza is Not Only for PERSEBAYA

Pak Aza, jujur saya sangat sedih mendengar pernyatan Bapak tsb dalam konferensi pers. Dalam pandangan saya sebenarnya kondisi team saat ini tidak perlu di sikapi dengan mundurnya Bapak sebagai CEO. Ada beberapa alasan (ini menurut pandangan pribadi saya, dengan segala keterbatasan knowledge tentang kondisi internal management Persebaya, mohon maaf bila saya salah) :

  1. Kondisi ini (team sering kalah sampai dengan pekan ke 10) adalah kondisi unexpected, tidak diharapkan, tetapi kondisi team tidak dalam keadaan force major. Kompetisi masih panjang.
  2. Mungkin Bapak kesal dengan ulah oknum Bonek yang anarkis merusak fasilitas GDS, sehingga Bapak merasa arek-arek iki pancen wes ga iso di atur. Tapi Pak, menurut saya sikap anarkhis oknum Bonek di GDS tsb tidak mencerminkan Bonek secara keseluruhan. Fans Persebaya ada bermacam-macam profesi : pelajar, mahasiswa, guru/dosen, karyawan perusahaan, ASN, wiraswasta bahkan santri-santri di pondok pesantren dll, yang saya yakin mereka mayoritas adalah fans Persebaya yang baik bukan seperti oknum anarkhis di GDS bbrp waktu lalu. Karena nila setitik rusak susu sebelanga.
  3. Perihal suara-suara di medsos seperti : “Love Persebaya, hate management” ; “Aji out”; “Yahya out” ; “Aza out” atau suara2 yang lainya di medsos. Sama dengan point 2 diatas, itu tdk menerminkan suara mayoritas Bonek, mayoritas masih menginginkan “Aza stay”.
  4. Perihal kondisi team saat ini tidak sedang baik, ya..kita setuju. Tapi Pak ibarat sebuah negara Bapak saat ini menjadi Presiden membawahi menteri-menteri dalam kabinet yang membantu Bapak. Ketika kabinet yang Bapak bentuk tidak bisa berjalan baik, mungkin bisa dilakukan resuffle, menteri mana yang tdk perform. Presiden tdk perlu mundur. Dan saya merasa keinginan Bonek untuk supaya ada pergantian di posisi tertentu di management Persebaya itu ada…ya itu tadi di posisi yang dianggap tdk perform. Dan saya yakin yang diinginkan Bonek posisi itu bukan posisi Bapak sebagai CEO Persebaya. Pak Aza tetap sebagai CEO.
  5. Saya salut dengan sikap ksatria Pak Aza yang bertanggung jawab terhadap kondisi Persebaya saat ini, dengan tidak menyalahkan pihak-pihak lain dalam management. Tapi Pak kami semua percaya Pak Aza sudah meletakkan pondasi yang benar di Persebaya dalam managerial menuju Persebaya yang sustainable, sehat secara team & sehat pula secara financial/bisnis untuk perusahaan, finally ke depan team bisa menghidupi dirinya sendiri, tidak hanya sekedar jor-joran kekuatan financial dari sang investor untuk membentuk sebuah team tapi sebenarnya secara bisnis & financial perusahaan rugi. Dan ini memang harus dimulai ditengah kondisi kompetisi yang kurang ideal menurut kami. Kami percaya ditangan Pak Aza ke depan Persebaya akan bisa menjadi benmarch dalam hal pengelolaan team sepakbola secara profesional di Indonesia. Bapak bisa memberikan dampak positif tidak hanya kpd Persebaya tapi juga team-team lainnya dalam hal pengelolaan klub secara profesional. Anggapan dari Abah Dahlan Iskan “Hanya orang gila yang mau menangani klub sepak bola di Indonesia” – saya pribadi setuju dengan statement Abah DI tsb. Dan ini harus segera diperbaiki & kami yakin Pak Aza bisa menjadi pioner untuk merubah kondisi ini. Dan suatu saat Njenengan bisa berkata ke Abah DI : “Bah sak meniko wong normal bisa mengelola klub sepak bola di Indonesia kok..” (He2 ini banyangan pribadi dari penulis saja, maaf Pak bila kurang berkenan ).
BACA:  Dibayangi Pencoretan, Perseru Waspadai Semangat Pemain Persebaya

Jadi sangat di sayangkan jika Bapak mundur dari CEO Persebaya.

Halaman 1 2 3 4 5 6

Komentar Artikel