Rasionalisasi Persebaya

Menganalisa alasan dari bung AZA rasionalisasi yang dimaksud  cukup beralasan. Karena ada klub lain yang jor2an untuk belanja pemain tapi juga ga keluar jadi juara.. dengan iklim sepakbola Indonesia saat ini, belum ada kepastian jadwal liga, pendapatan klub pun juga tidak tentu, asosiasi yang masih banyak kontroversi, mafia sepak bola, dll membuat manajemen mengkalkulasi ulang bagaimana klub tetap sehat dari sisi financial tapi tetap exist di persepak bolaan Indonesia tanpa ada masalah dan lebih maju.

BACA:  Bebas Sanksi Bruno Siap Main Hadapi Arema

Apa lagi sepakbola Indonesia masih banyak di gunakan alat untuk mencari dukungan kontestasi politik. Mungkin masih ingat ketika klub asal sumatera yang dikelola oleh oknum politik awalnya dihuni pemain dan pelatih top, dan ketika jagoan politiknya kalah klub nya juga ditinggal yang akhirnya degradasi.

Nampaknya pilihan manajemen kurang disosialisasi dan dimengerti oleh suporter. Khususnya kelompok grass rooted yang tahunya klub kesayangan ketika main hanya bondo nekat.. simpelnya, ketika nonton persebaya main modal nya nekat. Akhirnya malak, ga punya tiket, menjebol pintu stadion ngertinya menang dan harus menang bagaimanapun itu caranya. Apalagi melawan klub rival tetangga sebelah..

Halaman 1 2 3 4 5 6

Komentar Artikel