Rasionalisasi Persebaya

Persebaya sebagai salah satu klub sisa perserikatan, mempunyai sejarah panjang harusnya bisa keluar dari situasi ini. Momen ini sbnernya buat kita bercermin, bahwa langkah yang di tempuh manajemen untuk mengkalkulasi atau rasionalisasi perlu diapresiasi. Bung AZA membuktikan jargon Wani nya untuk menanggung semua konsekuensi dan akibat atas langkah yang di ambil. Memang langkah yang kurang populis, cuma ini yang di ambil AZA untuk persebaya.

BACA:  Persebaya Benahi Konsentrasi dan Fokus Pemain

Mengutip dari bung AZA, Jangan jangan kita ini memang terjebak di dalam lingkaran setan yang hanya muter-muter tanpa ada selesainya. Manajemen selalu dituntut menang oleh suporter, tidak boleh ada cela, sedikitpun. Ketika ada klub memperoleh hasil buruk, baik pelatih, manajer, pemain, manajemen diminta mundur seolah olah itu satu-satunya solusinya. Bung Tomy Wely dalam Channel Youtubenya “Gojek Bung Towel” menyampaikan istilah resultis dictatorship. Yang artinya menang adalah satu-satunya ukuran buat sepak bola Indonesia. Liga di indonesia belum ada standarisasi atau ukuran keberhasilan mengelola klub yang mungkin kita tahu nya kalau tim nya menangan dan juara itu sudah berhasil.

Halaman 1 2 3 4 5 6

Komentar Artikel