Tak Perlu ke Neraka, Sebab Negaraku Sudah Menunjukkannya

Doa Bersama dari Surabaya Untuk Malang di Tugu Pahlawan, Senin (3/10)/Foto : Official Persebaya
Iklan

Sabtu 1 Oktober 2022, tak kusangka yang harusnya hari di mana saya sebagai Bonek merayakan suka cita kemenangan Persebaya, gol demi gol sudah terjadi ke gawang Arema.

Hari itu kekasihku menceritakan suka cita kemenangan Persebaya dengan keluarganya, dan aku pun merayakan dengan selebrasi berlarian menuju setiap sudut kamar kos yang menyediakan sepasang televisi untuk kami menyaksikan sepak bola.

Comeback Persebaya bagiku momentum paling pas membalaskan dendam setiap dari setiap hasil buruk yang diterima Persebaya atas pertandingan terdahulu, menit awal menjadi saksi betapa tangguhnya pemainku yang dihantar kereta besi bhanyangkara menuju medan perang kanjuruhan.

Selebrasi  setelah 10 Menit Akhir Laga.

Iklan

Bagiku menikmati selebrasi ketika peliuit terakhir ditiupkan seperti menuliskan sebuah sejarah baru. Sudah kusiapkan segala cacian dan hinaan sebagai balasan umpatan mereka kepada klubku saat mereka menghina kami sebagai klub kampungan, sering kalah dan lain-lain.

Semua sudah kusiapkan, nada tertawa sempat menghiasi wajahku kala brodcaster TV masih menujukan sedikit bahwa banyak pemain Arema yang tertunduk lemas dan para supporter turun menuju lapangan untuk meluapkan emosinya. INI YANG SAYA MAU, saya ingin melihat setiap detik tangisan supporter tuan rumah ketika mereka harus malu melihat rivalnya mengginjak harga diri klubnya malam itu.

2,20,40,100 dan seterusnya

Semakin malam semakin larut, infromasi setiap menitnya membanjiri timeline media sosialku, Ada Korban meninggal, ada penembakan gas air mata, ada mobil yang dibakar, semua ada semua kejadian buruk ku baca malam itu.

Update mulai dari 2 jumlah korban, 20, naik lagi hingga menyentuh angka 100.

Angka yang menjadi sebuah rekor genosida bagiku, ini bukan bencana alam, tapi kenapa mereka harus meninggalkan stadion dengan penuh air mata kehilangan sanak saudara?

Video tentang, mengepulnya asap gas air mata sedikit memantik rasa marahku, 2012 iya kami pernah mengalami Arapagani saat itu Gas Air mata adalah pemicu utama hilangnya nyawa sahabat kami.
Sedikit komentar ku mengenai video ini, termasuk pemukulan aparat kepada supporter, bung kalian sedang tidak gila kan?

BACA:  Perjuangan Kembalikan Persebaya Telah Usai, Saatnya Tertib di Jalanan

Humanisme hanya omong kosong, kalian sudah menunjukan bahwa setiap kejahatan pemukulan dan penembakan gas air mata tanpa berfikir bahwa yang kalian tembakan bukan lah Tikus yang perlu di basmi. Gila kalian yang selalu berucap “ HAI DEK! “ Kalian sudah tidak waras.
Bahkan semua media negeri dan luar negeri menjadikan tragedi ini sebagai masalah serius supporter era modern.

Semua Harus Tunduk pada Jam Siar

Saya tidak menampik dari awal ketika suara-suara supporter meneriakan protes atas malamnya jam pertandingan, nampaknya Broadcaster sebagai pemilik hak siar memilih menutup telinga dengan apapun agar tidak mendengar apa keluhan mereka.

Curiga ku adalah ini jam primetime terbaik, persetan kalian yang berada distadion, akses, kendaraan entah apapun yang menjadi batu kerikil kalian ke stadion kami tidak peduli, duduklah menghadap TV itu yang mereka mau.

Anda kira kami supporter bodoh? kami tau primer league sangatlah mahal, mereka menyuguhkan aksi, pemain hebat dan tontonan berkualitas.

Jika saya memiliki uang untuk membeli tiket untuk menonton sebuah sepak bola langsung distadion saya akan melakukannya, ketimbang harus melihat siaran kuno yang memiliki kualitas rendahan.
Saya ingin mendengarkan setiap teriakan supporter membakar semangat pemain, bukan terikan konyol dan obrolan satu arah yang tidak berbobot dalam tayangan sepak bola.

Sempat mendengar rumor pada Space twitter ku dengarkan dan beberapa rumor yang tertulis bahwa sebenarnya pihak klub dan kepolisan sudah mengajukan jam lebih awal dikarenakan persoalan pengamanan dan potensi bahaya lainya, namun di tolak LIB sebagai pemangku urusan aturan jadwal liga.

Untuk semua pemangku Jabatan, KAMI TIDAK BUTUH PERMINTAAN MAAF MU!

Halo Kawan ku? sudah mendengar ocehan apa dari pemangku jawabatan kekuasan hari ini? Yes, pasti permintaan maaf bukan? Atau Kami perihatin? Sudah? Tahan emosimu kawan, karena semakin lama mereka akan mengeluarkan statmen yang lebih sakit daripada yang kalian dengar.

BACA:  Persebaya Akan Gelar Workshop Elite Pro Academy

Oh iya, statemen soal FIFA yang tidak menghukum Indonesia karena dasar hal ini, atau Liga diundur seminggu namun liga 2-3 tetap berlanjut.
Terdengar tidak memiliki empati tapi karena saya lahir dan besar disini jadi seperti tidak kaget jika mereka berucap demikian.

Ketika semua mata dunia, Klub sepak bola dunia, pemain dan orang-orang yang memiliki penggemar menunjukan sebuah simpati akan hal ini, tapi apa? Mana federasimu? Mana orang-orang yang merasa sangat berjasa dalam sepak bola membuat sebuah statmen bahwa KAMI YANG TANGGUNG JAWAB, AKAN SEGERA KAMI SELESAIKAN?

Valencia, Ajax dan lain-lain mengheningkan cipta karena mereka hanya bisa melakukan itu untuk menghormati  tragedi ini, malah ada orang yang bisa-bisanya menginjak TKP dan berbicara HADIRIN YANG BERBAHAGIA, malah ada yang masih menjadi bagiannya, bagian korban ini malah berbicara soal untung rugi, cukup sudah emosiku sudah memuncak hari ini melihat mereka yang masih tenang dalam situasi ini.

Tuhan! Saya tau setiap makhluk yang hidup akan ada masanya engkau panggil, aku berharap kepada tuhan pemiliki seluruh alam semesta, pemiliki seluruh jiwa hambanya, aku bermunajat kepadamu.
Maaf mereka para korban tuhan, mereka orang baik, taruh mereka berada disisi terbaikmu, maafkan setiap kesalahan mereka tuhan, gores lagi senyum manis ketabahan pada setiap keluarga yang ditinggalkan.

Tapi Tuhan jika mereka yang selayaknya bertanggung jawab dan hari ini masih menikmati setiap makanan yang disantap, masih menikmati setiap waktu tidur mereka, maka ijinkan aku menyeretnya ke dalam nerakamu, seperti mereka kirim setiap nyawa yang tak berdosa dengan apapun itu, hari itu tuhan, hari itu mereka menunjukan sebuah nereka, mereka menunjukan tanpa empati mengenai tragedi itu.

 Twitter: @apaansih_Anjing

Komentar Artikel

Iklan

No posts to display