Saya Menarik Diri Dari Dunia Sepak Bola

Bonek di Gelora Bung Tomo/Foto : Official Persebaya

Beberapa jam setelah pertandingan antara Arema vs Persebaya, seluruh laman media sosial, entah media cetak, televisi menayangkan tentang kejadian yang membuat gempar seluruh dunia.

Kejadian Stadion Kanjuruhan (Kanjuruhan disaster) yang mengakibatkan meninggalnya ratusan suporter di dalamnya termasuk beberapa anggota kepolisan. Tidak hanya sampai di situ hingga saat ini masih banyak korban yang masih merasakan trauma dan duka yang sangat dalam. Bahkan orang tua korban khususnya bersumpah untuk mengutuk sepak bola, sebagaimana mereka harus menumpahkan tangis bagi keluarga  yang harus pergi menghadap Tuhan saat itu.

BACA:  Zona Degradasi Kian Dekat, Saatnya Ganti Ekspektasi

Saya merasakan kesedian mendalam bukan dari kejadian yang sangat besar ini saja tetapi dari semua yang bahkan sering terjadi di setiap pertandingan berlangsung home atau away satu dua korban yang berjatuhan.

Lantas siapa yang harus disalahkan sekarang atas semua tergadi demi tragedi yang terus terjadi? Sulit, namun saya memilih menarik seluruh garis merah, bahwa semua salah dan semua memiliki pembenaran masing-masing.

Setelah kejadian ini saya memutuskan menarik diri dari dunia persepakbolaan ini, ayah dan ibuku melontarkan sebuah makian soal sepakbola langsung kepada wajahku, lihat itu?

BACA:  On This Day Persebaya dan Secuil Kisah LDR
Jika kamu masih menjadi supporter, masih bangga akan hal itu, hal tersebut bisa terjadi padamu”

Saya adalah supporter Persebaya, berat bagiku melepas seluruh komponen atribut yang sudah menjadi marwah bagiku, namun bagaimana lagi, saya wanita, dan sumpah serapah kebencian terhadap sepakbola sudah tertanam kepada orang tuaku.

Halaman 1 2 3

Komentar Artikel