Saya Menarik Diri Dari Dunia Sepak Bola

Sebagai anak hal yang bisa kulakukan adalah menuruti setiap perkataan mereka yang melahirkan dan membesarkan saya. Persebaya tetap selamanya tapi mungkin ini keputusan terbaik. Hari ini saya putuskan rehat dari sepakbola Indonesia, khususnya laga yang harus saya datang ke stadion

2004 cerita indah bahwa Surabaya menunjukan tajinya adalah tahun pertama ayah mengandeng saya untuk hadir ke dalam stadion, sebuah panggung bergengsi mereka yang pawai mengolah si kulit bundar.

BACA:  Bonek Sidayu Gresik Rayakan Ulang Tahun Persebaya Secara Sederhana

Keputusan yang sulit ketika Ibu tidak akan pernah mengijinkan lagi menapaki tangga stadion, namun bagi ayah, beliau hanya tersenyum dan berkata “1-2 kali tidak masalah, ayah juga dulu bandel sepertimu”

Saya sepakat dengan kata ibu, bahwa mundur sejenak dari sepakbola adalah saran yang bagus, toh nantinya saya berifikir jika anakku memiliki ego yang sama, maka akan sulit bagiku melarangnya.

BACA:  Shella, Bonita Jombang dan Pengalamannya Sewa Truk Nonton Persebaya

Saya hanya ingin melihat sebuah pertandingan dengan tenang, saya hanya ingin melihat permainan Indah, teriak gol, suka cita anak yang digendong orangtuanya untuk menonton sepak bola, sajian jajanan stadion yang dapat mengisi perut kosongku ketika menikmati sang maestro lapangan bermain.

Halaman 1 2 3

Komentar Artikel