Catatan Untuk Shin Tae-yong dan PSSI

Muhammad Iriawan ketua umum PSSI/Foto : PSSI

PSSI LAHIR DARI BUMBU NASIONALISME

Persatuan sepak bola Indonesia atau yang sering disebut PSSI, dibeberapa tahun bahkan dekade terakhir ini memang sedang gencar dijadikan sebuah panggung politik identitas, sebuah batu loncatan bagus untuk memasang sebuah nama diatas plakat politik dan menjadikan dirinya sebagai panggung untuk melaju entah sebagai pimpinan wilayah maupun sekedar menjadi pengisi kursi di dewan rakyat.

Ke 7 klub para pendiri adalah cikal bakal lahirnya PSSI, tak lupa juga saudara jauh PSM Makassar yang belum bisa hadir karena terkendala jarak saat itu. Sepak bola sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat Indonesia, maka ketika semua aspek bahkan sepak bola dikuasi belanda saat itu, PSSI hadir sebagai alat perlawanan untuk melawan penjajahan Indonesia lewat jalan lapangan hijau.

 

TAK ADA PELATIH YANG MENCINTAI TIMNAS SELAYAKNYA POGACNIK

Olimpiade Helisnki 1953, Ketua PSSI saat itu Bapak Maladi (Ketum PSSI 1950 – 1959), kepincut dengan sosok KUTILANG (kurus tinggi langsing) asal Yugoslavia, sebuah nama negara yang asing. Jika kita berbicara dengan mereka yang lahir di era 1998 – 2000an, sebagian akan akrab jika harus menyebut nama Josep Broz Tito dahulu baru mereka sadar bahwa ada Negara yang bernama Yugoslavia.

Halaman 1 2 3 4 5 6

Komentar Artikel