Rizky Ramadhan Mantan Pemain EPA U20 Meninggal Dunia

Rizky Ramadhan/Foto : Joko Kristiono
Iklan

EJ – Persebaya Surabaya kehilangan salah satu aset terbaiknya. Rizky Ramadhan, salah satu punggawa Persebaya Elite Pro Academy (EPA) U20 yang juara pada 2019 lalu, meninggal karena sakit, Jum’at (18/11) dini hari tadi.

Hal tersebut dikabarkan akun IG Official Persebaya. Ketika dikonfirmasi, Yahya Hasan Alkatiri, mantan manajer Persebaya EPA U20 membenarkan kabar tersebut.

“Benar, almarhum Rizky Ramadhan berpulang menghadap pencipta-Nya dini hari tadi. Saya dapat kabar lewat kiriman video di grup WA tim Persebaya EPA U20,” ujar Yahya via telepon, Jum’at (18/11) pagi.

Sebelumnya, saat acara launching t-shirt ‘History Maker’ di kawasan Dharmahusada Rabu (9/11) lalu, pria yang sekarang menjabat sebagai manajer Persebaya ini memohon doa untuk kesembuhan Rizky Ramadhan yang saat itu sedang sakit.

Iklan

Dari grup WA itu pula rekan-rekan almarhum berinisiatif patungan memberi bantuan. Selanjutnya pihak manajemen yang mengetahui kondisi Rizky, cerita Yahya, langsung menugaskan tim dokter untuk berkoordinasi dengan pihak keluarga dan tim dokter yang merawatnya.

Usaton Nawawi, pelatih Persebaya EPA U20 saat itu, pun terkesan dengan Rizky Ramadhan.

“Dia salah satu bek terbaik yang berhasil menjalankan tugasnya pasca Jepang (Rifky Afryan, kapten tim, Red.) kena kartu merah pada menit ke-44 saat final EPA U20 lawan Barito Putera. Bahkan dia berhasil menyumbang salah satu gol saat adu pinalti,”kenang Uston yang kini menjadi asisten pelatih Green Force.

Keyakinan berhasil mencetak gol saat adu pinalti diungkap oleh Dedi Sutanto, pelatih kiper Persebaya EPA U20 saat itu.

“Sak dorong e laga final, sesi latihan pinalti,  guyonan ambek almarhum, tenang Coach, nek pinalti gak tau mbleset aku. (Sebelum final, saat sesi latihan tendangan pinalti, dengan nada bercanda, almarhum bilang, tenang Coach, kalau pinalti aku tidak pernah meleset, Red.),” ungkap legenda kiper Bajol Ijo ini.

Kesukaan bercanda ini juga diamini semua punggawa Persebaya EPA U20, tak terkecuali Sony Setiawan, sang asisten pelatih. Bahkan menurut Sony, almarhum juga pemain yang disiplin.

Karenanya almarhum semasa hidup mudah bergaul dengan siapa saja.

“Dia orang yang baik, sopan, royal dan friendly ke semua orang meskipun baru kenal. Dia tegas di dalam lapangan maupun di luar lapangan. Orangnya sangat-sangat punya pendirian,” jelas Andhika Ramadhani.

Gardhika Arya pun punya kenangan mendalam dengan almarhum. Berkawan sejak 2016 saat bergabung di Persida Sidoarjo, Arya tak bakal melupakan kenangannya.

“Anaknya semangat, humble ke semua orang, baik banget. Dulu pernah tukar sepatu saat di Persida,” pungkas Gardhika Arya.

Komentar Artikel

Iklan

No posts to display