Liga Persebaya Dukung Kemajuan Industri Sepak Bola

Iklan

EJ – Kompetisi internal Persebaya, Liga Persebaya semakin memantapkan posisinya dalam struktur pembinaan dan bisnis sepak bola tanah air. Koperasi Surya Abadi Persebaya (KSAP) selaku representatif dari 20 klub internal Persebaya baru saja melakukan penandatanganan kontrak kemitraan dengan Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) pada Sabtu (25/3).

“Mungkin bagi beberapa pihak, kemitraan kami dengan APPI ini dianggap tidak lazim karena para pemain junior adalah pemain amatir bukan profesional,” terang Cholid Goromah, Ketua KSAP.

Pria yang akrab disapa CG tersebut  menambahkan, bahwa perbedaan antara pemain amatir dan profesional itulah yang menjadi dasar terciptanya kolaborasi dengan APPI.

“Sejak tahun lalu, representatif kami di Jakarta membuka komunikasi dengan pihak APPI. Tujuannya jelas, bahwa para pemain junior ini nantinya kelak akan jadi pemain profesional dan kita ingin mempersiapkannya dengan baik dan juga benar. Mereka semua inilah aset masa depan Persebaya,” ujarnya kepada awak media.

Iklan
Salah satu laga di Liga Persebaya 2023/Foto:Emosijiwaku

Cholid menjelaskan bahwa mereka tidak mau tertinggal dengan berita-berita dan kebijakan terbaru tentang pemain muda dan sistem kontraknya di Indonesia maupun di luar negeri sekalipun. Secara tegas ia tidak ingin para anggotanya (klub-klub internal Persebaya) yang memiliki peran pembinaan dalam karir si pemain junior melalui kompetisi Liga Persebaya tersebut tidak mendapatkan manfaat dalam pengimplementasian bisnis sepak bola. KSAP tidak ingin ketidaktahuan ini justru dijadikan celah oleh pemain, manajer pemain maupun pihak agensi pemain.

“Apa yang dilakukan oleh Persebaya ini sangat baik karena mereka telah memiliki piramida pembinaan bottom up yang terstruktur dari amatir ke profesional. Kami senang dapat bermitra dengan Persebaya dan ekosistemnya yang tengah mempersiapkan diri untuk industri sepak bola Indonesia yang lebih baik,” ujar M. Hardika Aji, CEO APPI.

Kemitraan dengan klub dan ekosistemnya ini merupakan kali pertama bagi APPI. Pria yang akrab disapa Aji ini menyatakan bahwa apa yang mereka lakukan adalah sebuah inovasi untuk memastikan semua pihak berkontrak dengan benar dan mendapatkan manfaat sesuai dengan perannya masing-masing.

“Tentunya kita tidak ingin ada pemain muda yang levelnya sudah bisa naik ke profesional namun terpaksa tidak bisa bermain untuk klub lainnya karena ketidakjelasan kontrak maupun kepemilikan bukan?,” ucap Aji kepada awak media.

Diluar dari itu, APPI berharap ke depannya klub bisa mendapatkan biaya kompensasi latihan setiap kali pemainnya ditransfer oleh klub lain. Biaya kompensasi tersebut nantinya akan bermanfaat sebagai tambahan modal pembinaan bagi klub.

Produksi pemain memang tidak pernah berhenti di Surabaya. Lewat Liga Persebaya, setiap tahunnya 2.400 pesepakbola dari usia dibawah 13, 15 hingga 20 bertanding dalam kompetisi yang ketat. Terbukti dari kompetisi yang dijalankan tersebut telah melahirkan banyak alumni pemain yang kini tersebar di Liga 1, 2, 3 maupun hingga Eropa. Kemitraan antara KSAP dengan APPI ini diharapkan dapat mendukung kemajuan industri sepak bola di tanah air.

Komentar Artikel

Iklan

No posts to display