Persebaya Siap 100 Persen Hadapi Bhayangkara Presisi FC

Bernardo Tavares/Foto: Media Persebaya
Iklan

EJ – Bernardo Tavares akan memimpin Persebaya pada laga pekan pertama BRI Super League 2026/27 menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion PKOR Sumpah Pemuda Lampung, Sabtu (5/9) sore.

Laga yang sulit diprediksi bagi Persebaya karena salah satu alasannya adalah perubahan di kursi pelatih Bhayangkara FC. Kehadiran pelatih baru membuat pelatih Bernardo Tavares belum memiliki gambaran pasti mengenai pendekatan permainan yang akan digunakan tuan rumah.

“Saya rasa saat ini Bhayangkara punya keuntungan lebih karena mereka lebih mengenal kami. Mereka punya kesempatan melihat pertandingan kami di Piala Presiden dan juga beberapa laga persahabatan yang bisa dilihat di YouTube,” ujar pelatih asal Portugal itu.

“Sedangkan di sisi kami, tidak memiliki situasi itu. Kami tidak tahu pasti bagaimana Bhayangkara FC akan bermain, apakah dengan skema 3, 4, atau 5 bek di belakang,” imbuhnya.

Iklan

Saat ini dia memang memiliki sedikit gambaran mengenai karakter permainan pelatih baru Bhayangkara FC, Oscar Bruzon berdasarkan tim yang pernah ditanganinya. Namun, dia tidak ingin menjadikan hal tersebut sebagai patokan utama.

“Kami juga tidak tahu gaya melatih pelatih baru ini secara pasti. Jika menganalisis tim yang ia latih musim lalu di India, dia lebih condong ke 4-4-2, tapi saya tidak tahu apakah akan sama. Fakta bahwa Bhayangkara FC mengganti pelatih dari Paul Munster berarti pelatih baru ini dianggap lebih baik, yang artinya tim mereka akan jauh lebih kuat,” tutur Bernardo.

Selain perubahan di kursi pelatih, dia juga melihat Bhayangkara FC tetap memiliki fondasi skuad yang kuat. Tim tuan rumah dinilai mampu mempertahankan pemain-pemain penting sekaligus menambah kekuatan dengan sejumlah rekrutan.

“Fokus kami harus sangat tinggi. Bhayangkara FC tidak kehilangan pemain kunci dari musim lalu dan mereka merekrut pemain seperti Alan serta pemain lain dengan CV bagus yang pernah bermain di Premier League atau liga-liga besar lainnya,” ujar Bernardo.

Apalagi Persebaya juga memiliki catatan yang tidak sepenuhnya menguntungkan ketika menghadapi Bhayangkara FC maupun saat memulai musim dengan laga tandang.

“Kami juga tidak boleh lupa sejarah. Musim-musim lalu, saat Persebaya bermain tandang di laga pertama, hasilnya tidak terlalu bagus. Dari empat laga pembuka terakhir, kami kalah tiga kali dan hanya menang sekali,” terang Bernardo.

Laga perdana juga membawa ekspektasi tersendiri dari Bonek dan Bonita. Dukungan dari Surabaya akan menjadi energi bagi Persebaya yang memulai perjalanan musim baru di kandang lawan.

Bernardo memahami harapan tersebut. Namun, ia ingin para pemain menjadikannya sebagai motivasi untuk bekerja lebih keras, tetap tenang, dan menjalankan tugas di lapangan dengan penuh tanggung jawab.

“Yang pasti, ekspektasi terhadap Persebaya selalu tinggi. Kami memahami itu. Kami siap menghadapi tekanan tersebut dan akan berusaha memberikan 100 persen untuk pertandingan besok,” pungkas Bernardo.

Komentar Artikel

Iklan

No posts to display