Frustasi, Bernardo Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya

Foto: Djoko Kristiono/EJ
Iklan

EJ — Persebaya Surabaya menunjukkan mental pantang menyerah saat menjamu PSS Sleman pada pekan kelima Super League 2026/27 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (18/10). Berjuang hingga detik terakhir di hadapan puluhan ribu Bonek dan Bonita, Green Force akhirnya harus puas berbagi poin setelah bermain imbang 2-2.

Bermain di kandang sendiri, Persebaya sejatinya mengusung misi wajib menang. Namun, jalannya pertandingan justru diwarnai kejutan ketika tim tamu PSS Sleman mampu mengambil alih keunggulan dan dua kali membobol gawang Ernando Ari.

Di tengah tekanan tersebut, karakter Bajol Ijo teruji. Gelandang serang Miguel Pereira tampil sebagai pahlawan penyelamat tuan rumah. Pemain asal Brasil ini sukses mencetak dua gol penting, masing-masing pada menit ke-36 dan puncaknya pada masa injury time babak kedua, tepatnya menit ke-90+2, yang sekaligus membuyarkan kemenangan Super Elja di depan pendukung setia tuan rumah.

Dominasi Statistik yang Belum Berbuah Maksimal

Iklan

Secara permainan, Toni Firmansyah dan rekan-rekan sebenarnya tampil sangat dominan dalam membongkar lini pertahanan lawan. Statistik mencatat Persebaya melancarkan total 23 tembakan sepanjang pertandingan, dengan sembilan di antaranya mengarah tepat ke gawang PSS Sleman.

Kendati demikian, efektivitas di lini depan serta konsentrasi dalam bertahan masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi jajaran pelatih. Dua gol yang bersarang di gawang Persebaya menjadi bukti nyata bahwa kelengahan kecil di lini belakang dapat berakibat fatal.

Pelatih kepala Persebaya, Bernardo Tavares, tak menampik rasa kecewanya seusai pertandingan. Ia memahami betul kerinduan Bonek dan Bonita untuk melihat tim kebanggaannya meraih tiga poin penuh di kandang.

“Tentu kami kecewa karena belum bisa memberikan tiga poin di kandang untuk Bonek dan Bonita. Kami tahu mereka menginginkan kemenangan, begitu juga dengan seluruh pemain. Namun, inilah sepak bola. Terkadang, satu atau dua kesalahan bisa mengubah hasil pertandingan,” ujar Coach Tavares dalam sesi konferensi pers pascalaga.

Apresiasi Mentalitas Pemain & Tatap Laga Kontra PSM Makassar

Meski gagal mengamankan kemenangan kandang, pelatih asal Portugal tersebut tetap memberikan apresiasi tinggi terhadap etos kerja anak asuhnya. Ia memuji determinasi para pemain yang terus bertarung habis-habisan hingga peluit panjang dibunyikan.

“Saya tetap mengapresiasi sikap dan usaha para pemain. Mereka terus mencoba bermain dengan baik. Hari ini, hasilnya memang tidak berpihak kepada kami, meskipun kami menciptakan banyak peluang,” tambahnya.

Waktu istirahat yang sangat singkat kini menjadi tantangan tersendiri bagi skuad Green Force. Jadwal padat sudah menanti di depan mata, di mana Persebaya harus segera bertolak melakoni laga tandang menghadapi PSM Makassar pada Kamis (22/10 mendatang).

Tavares menegaskan, langkah awal yang akan diambil tim pelatih adalah berkoordinasi intensif dengan tim medis guna memantau tingkat kebugaran fisik para pemain sebelum meracik komposisi terbaik di lapangan.

“Kami akan berkoordinasi dengan tim medis untuk memeriksa kondisi mereka. Setelah itu, kami akan mengevaluasi pemain yang tersedia dalam sesi latihan berikutnya dan menentukan siapa yang paling siap untuk pertandingan mendatang,” pungkasnya.

Komentar Artikel

Iklan

No posts to display