EJ – Kemenangan Persebaya Surabaya atas PSIM Yogyakarta pada pekan kedua BRI Super League 2026/27 tidak hanya ditentukan oleh gol Alex Martins. Di balik skor 1-0 yang telah berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (13/9) malam, pelatih Bernardo Tavares juga melakukan sejumlah keputusan taktik untuk menjaga keseimbangan permainan tim.
Salah satu keputusan menarik terlihat dari posisi Risto Mitrevski. Pemain tersebut ditempatkan sebagai gelandang bertahan, sementara Walber Motta dimainkan sebagai duet Yuran Fernandes di jantung pertahanan.
Pada gelaran Piala Presiden Risto juga pernah dipasang sebagai pemain tengah.
Perubahan posisi tersebut menjadi bagian dari strateginya dalam menghadapi karakter permainan PSIM. Menurutnya, menempatkan Risto Mitrevski sebagai gelandang bertahan tidak berarti Persebaya memilih bermain defensif.
“Musim lalu saya juga sempat menempatkan Risto di posisi itu pada beberapa pertandingan. Kami tahu posisinya, dan fakta bahwa Risto bermain sebagai gelandang bertahan bukan berarti kami bermain defensif,” ujar mantan pelatih PSM Makassar itu.
“Ini justru memberikan keseimbangan dan membiarkan bek sayap kita seperti Jefferson untuk lebih aktif naik membantu serangan di sisi depan, serta menempatkan lebih banyak pemain di dekat kotak penalti lawan. Jadi itu bukan strategi bertahan, melainkan soal keseimbangan tim,” imbuhnya.
Salah satu pemain yang mendapat keuntungan dari skema tersebut adalah Jefferson Silva. Sebagai pemain berposisi sebagai bek sayap itu tidak hanya bertugas menjaga area pertahanan, tetapi juga aktif membantu serangan.
Pergerakannya beberapa kali membuka jalur serangan dari sisi lapangan. Bahkan, dia ikut berperan dalam lahirnya gol kemenangan Persebaya melalui kontribusinya dalam membangun serangan.
Sehingga keseimbangan menjadi kunci agar agresivitas tidak membuat struktur permainan tim berantakan. Apalagi saat PSIM harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-49.
“Ya, itu benar. Ketika sebuah tim bermain dengan 10 orang, mereka cenderung menutup ruang rapat-rapat, bertahan total, dan berlari lebih banyak karena memiliki motivasi ekstra,” kata Bernardo Tavares.
“Memang sedikit lebih sulit, tapi kami tetap mampu menciptakan banyak situasi berbahaya, melepaskan umpan silang, dan melepaskan tembakan hingga akhirnya gol tercipta. Yang terpenting, para pemain tidak kehilangan fokus dan terus berjuang hingga akhir untuk mengamankan tiga poin di kandang,” pungkas Tavares.










