Mengejar Happy Ending, Mau Peringkat Berapa, Persebaya?
Secara matematis Persebaya Surabaya masih memiliki peluang untuk finish di posisi papan atas Liga 1, atau bahkan menuju zona play-off AFC. Tapi, apa target paling realistis yang bisa diraih?
Serial Uston Nawawi (7-Habis): Kelola Bisnis Kuliner, Ingin Latih Klub Tak Jauh dari Sidoarjo
Sejak aktif menjadi pemain, sebenarnya Uston Nawawi sudah bersentuhan dengan makanan. Ini dikarenakan keluarga sang istri punya sebuah rumah makan di Sidoarjo.
Review Jersey Pramusim Persebaya
Mengusung tagline kejayaan tahun 1988, Persebaya mendesain kostum pramusimnya seperti yang dikenakan pada era 80-an.
5 Game Sports Terbaik Yang Dapat Dimainkan di PS5
Game sports menjadi salah satu genre game yang ditunggu-tunggu kehadirannya di PS5.
Sebut Tim Paket Komplet, Kurniawan Doakan Persebaya Juara Liga 1 2020
Pelatih Sabah FA, Kurniawan Dwi Yulianto menyebut skuad Persebaya Surabaya musim ini lengkap. Tidak hanya pemain asing, pemain lokal yang dimiliki pun punya kemampuan yang cukup apik.
Ketika Mustaqim Bicara Fanatisme Persebaya 1987/88: Nek Isok Mati Nang Lapangan
Mustaqim merupakan salah satu penggawa Persebaya Surabaya ketika juara perserikatan tahun 1987/1988. Ia mencoba membandingkan Persebaya di era tersebut dengan skuad Persebaya tahun ini yang juga ditargetkan meraih gelar juara.
Azrul Ananda: Terima Kasih Persis Solo, Kami Tunggu di Liga 1
Laga Forever Game yang mempertemukan Persebaya menghadapi Persis Solo di Gelora Bung Tomo tadi malam (11/1) dihadiri lebih dari 50 ribu penonton. Bonek dan Solo Fans memadati stadion terbesar di Jawa Timur.
Morning, World! We Are The First And The Biggest Supporter In Indonesia
Nowadays, people are familiar with Ultras in Italy, Hooligans in the UK and Barra Brava in Latin America as representatives of fanatical & militant supporters in the world of football. But you know, there is something hidden behind what appears, who is not defeated in terms of fanatics and militancy to support their devotion club. This is Bonek, the supporter from Persebaya Surabaya. Indonesia legendary club was born since June 18, 1927, the club which is one of the initiators of the Indonesia football federation inception in 1930.
Dua Alasan Mengapa Bruno Matos Tidak Cocok dengan Skema Riedl
Akhir-akhir ini Persebaya santer dikaitkan dengan gelandang Persija asal Brasil yang dilepas di tengah musim, Bruno Matos. Sejak ia dinyatakan out dari Persija, berbagai rumor Matos ke Persebaya beredar di media sosial. Namun rumor tersebut kian meredup. Apalagi beredar kabar CEO Persija Ferry Paulus melarangnya bermain di klub Indonesia, terutama Persebaya dan Persib. Harapan para Bonek menyaksikan duet duo Brazil Bruno Matos-David Da Silva perlahan pupus.
Pemkot, Perlakukan Pemilik Persebaya Sebagai Investor Kotamu
Jika tidak mau mengakui Persebaya sebagai aset kota, setidaknya beri kemudahan kepada pemiliknya dalam pengelolaan.















