Serial Jacksen F. Tiago (2): Menolak Balik Brasil Karena Tak Bisa Kejar Natal

Jacksen saat ditemui di rumahnya di Surabaya.

Belum pernah mendengar nama Indonesia membuat Jacksen F. Tiago ragu. Dia sempat kaget juga dengan teknik rekan-rekannya. 

***

Berangkat dari Brasil, Jacksen F. Tiago dkk dijanjikan bakal berlaga di Malaysia. Mereka tak menolak karena sudah sering mendengar nama negeri jiran tersebut di kancah sepak bola.

”Namun,saat di transit di Singapura, kami diberikan tiket ke Indonesia tujuan Jakarta. Kami sempat berontak,” ujar Jacksen.

Alasannya, mereka belum tahu dengan belantara sepak bola Indonesia. Namun, para pemain Negeri Samba, julukan Brasil, yang berjumlah tujuh pemain tersebut akhirnya memutuskan berangkat ke Jakarta.

”Kami sempat berunding, siapa yang memilih ke Jakarta dan siapa yang balik ke Brasil. Saya yang pilih ke Jakarta,” ungkap Jacksen.

Alasannya, untuk balik ke Brasil pun bakal sia-sia. Apalagi, tujuannya untuk merayakan Natal.

”Kami datang ke Jakarta pada 23 Desember 1994. Kalau balik, Natal di Brasil bersama keluarga juga tak akan terkejar,” terang Jacksen.

Saat tiba di Jakarta, mereka, lanjutnya, diinapkan di Hotel Indonesia. Hanya, selama beberapa hari, jelasnya, dia dan rekan-rekanya hanya makan dan tidur.

”Jadi selama beberapa hari, kami nggak berlatih. Sampai-sampai, kami merasa sudah kangen menendang bola,” lanjut Jacksen.

Hingga akhirnya, PSSI mendistribusikan mereka ke beberapa klub. Jacksen bersama Carlos de Mello harus segera ke Gresik untuk membela Petrokimia Putra. Sedangkan Julio Cesar Da Costa dan Gomes de Olivera ke Mitra Surabaya.

”Fransisco ke PKT Bondang serta Jefferson dan Edmilson harus ke Pelita Jaya,” papar Jacksen.

Hanya, dari ketujuh pemain tersebut, Jefferson dam Edmilson yang pulang lebih awal. Keduanya, terang Jacksen, memang unggul pengalaman dibandingkan rekan-rekannya yang lain.

BACA:  Serial Jacksen F. Tiago (3): Pilih Carlos de Mello Dibandingkan Luciano 

”Keduanya memang punya nama di Brasil. Jadi, mereka tak akan kesulitan mendapatkan klub di sana setelah balik dari Indonesia,” ucap Jacksen.

Saat datang ke Petrokimia Putra, Jacksen dan Carlos dijemput oleh para petinggi Petrokimia Putra. Mereka, tutur Jacksen, segera membawa ke Kota Pudak, julukan Gresik.

”Dalam latihan perdana, saya dan Carlos sampai kaget. Skill dan cara pemain Petrokimia jauh dengan pemain Brasil,” ungkap lelaki yang kini berusia 48 tahun tersebut.

Dalan latihan, dia dan Carlos selalu tampil menonjol. Ini yang akhirnya membuat keduanya menjadi piliha pelatih Petrokimia di Liga Indonesia I, (alm) Andi Ahmad.

Bahkan, keduanya mampu mengantarkan Kebo Giras, julukan Petrokimia Putra, ke babak final di Jakarta. Pertandingan tersebut tak akan pernah dilupakan Jacksen.

Tandukannya yang menjebol gawang Persib Bandung dianulir oleh wasit Zulkili Caniago. Hingga akhirnya, gol penyerang lawan Sutiono di menit 76 membuat Maung Bandung, julukan Persib, keluar sebagai juara. (Bersambung)