Persebaya Jajal PSIS Kandang dan Tandang

Persebaya dengan jersey pramusimnya. (foto: Donie VJ/EJ)

EJ – Persebaya akan mengasah kemampuan dengan mengadakan laga persahabatan usai terjun di Dirgantara Cup 2017. Green Force akan menjajal PSIS Semarang. Friendly match dua tim legendaris yang sama-sama bakal mengarungi liga kasta kedua musim 2017 ini akan memakai format home dan away.

Persebaya akan terlebih dahulu melakoni away ke Stadion Jatidiri, Semarang, markas PSIS, pada Minggu (12/3) mendatang. Ini bakal menjadi pertemuan pertama bagi kedua tim setelah sekian tahun tak bersua di pentas resmi.

Kedua tim bakal saling berhadapan kembali pada 19 Maret mendatang di Gelora Bung Tomo, Surabaya. Ini sekaligus menjadi laga home resmi pertama bagi Persebaya, setelah kembali ke kancah persepakbolaan nasional usai empat tahun tak berkompetisi.

Meski bertajuk laga uji coba, predikat el clasico atau duel klasik layak disematkan pada pertandingan kedua tim ini. Sejarah persepakbolaan nasional mencatat, kedua tim ini pernah merajai dan bahkan saling bertarung di partai puncak.

Tercatat kedua tim sudah dua kali bertemu di partai final memperebutkan takhta tertinggi sepak bola Indonesia. Pertama, pada era Perserikatan tahun 1980-an silam. Tepatnya 11 Maret 1987 di Stadion Utama Senayan (Gelora Bung Karno).Saat itu Persebaya tumbang dengan skor 0-1 di partai puncak dari tim asuhan Sartono Anwar, melalui gol Saiful Amri.

Duel partai puncak kedua terjadi di era baru Liga Indonesia, yang digelar di Stadion Klabat, Manado, pada 9 April 1999. Ambisi Persebaya merengkuh gelar juara dua musim beruntun digagalkan penyerang mungil andalan PSIS, Tugiyo. Gol tunggal pemain yang dijuluki Maradona Indonesia itu membuyarkan mimpi Persebaya kala itu.

BACA:  Meski Diperkuat Semua Pemain Asingnya, Persegres GU Takluk di Tangan Persebaya

”Sesuai rekomendasi tim pelatih, kami membutuhkan uji coba berkelas untuk menakar perkembangan tim. Agar kami bisa mendapatkan gambaran harus berbuat apa sebelum Liga 2 dimulai,” ujar Candra Wahyudi, Direktur Tim Persebaya. ”PSIS kami pilih karena mereka termasuk tim besar dan sekaligus pesaing kuat kami di Liga 2 nanti,” tambah wartawan senior Jawa Pos ini.

CEO PSIS, Alamsyah Satyanegara Sukawijaya menyambut antusias rencana friendly match ini. ”Pertemuan ini mengingatkan kembali kenangan masa lalu. Kalau boleh saya sebut, semacam ’Battle of Hero’, karena kedua tim sama-sama memiliki sejarah panjang di sepak bola nasional. Semoga pertemuan ini bisa membangunkan kebangkitan kedua tim yang sama-sama ingin kembali ke habitatnya,” ujar pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi ini. (rls)