Persebaya 4-0 Semeru FC: Hasil Kesabaran Membuka Ruang

Fandry Imbiri merayakan golnya ke gawang Persigo Semeru FC. Foto: Joko Kristiono/EJ

Persebaya melanjutkan raihan mengesankan di matchday 3 babak 16 Besar menghadapi Persigo Semeru FC, Sabtu (30/9) malam kemarin. Bermain di hadapan sekitar 46.000 pasang mata yang memadati Stadion Gelora Bung Tomo, Persebaya menghempaskan tamunya Semeru FC dengan gelontoran empat gol tanpa balas. Ricky Kayame, Irfan Jaya, Rishadi Fauzi dan Fandry Imbiri menjadi penyumbang gol-gol kemenangan Green Force.

Tak hanya tiga poin yang diraih, namun kemenangan telak atas Semeru FC juga meneruskan catatan impresif Persebaya yang mampu mencetak 13 gol dalam tiga pertandingan kandang terakhir. Berkat kemenangan ini, Persebaya semakin kokoh di puncak klasemen sementara Grup C babak 16 Besar sekaligus menjaga peluang Bajul Ijo untuk lolos ke babak selanjutnya.

Susunan pemain

Menjamu Semeru FC yang datang ke Gelora Bung Tomo dengan catatan cleansheet di dua pertandingan awal 16 Besar, Alfredo Vera selaku juru taktik Persebaya menurunkan komposisi pemain yang hampir sama dengan tiga laga sebelumnya. Hanya ada satu perubahan dalam pertandingan kemarin, yaitu kembali masuknya nama Oktafianus Fernando ke dalam starting XI Persebaya. Ovan menjalani laga comeback usai absen empat pertandingan akibat cedera. Ia menggantikan Thaufan Hidayat yang selalu menjadi pilihan utama di pos sayap kiri dalam tiga partai sebelumnya.

Keputusan menurunkan Ovan sejak menit pertama sebenarnya cukup mengejutkan. Pasalnya, penampilan Thaufan sebagai winger kiri sedang menanjak. Namun dipilihnya Ovan bukan tanpa alasan. Meski baru saja sembuh dari cedera, Ovan sudah terbiasa menghadapi lawan yang menerapkan taktik defensif. Kecepatan dan eksplosivitas Ovan pastinya sangat berguna dalam membongkar pertahanan Semeru FC yang belum kebobolan di fase 16 Besar.

Sementara itu, tim tamu Semeru FC menurunkan komposisi terbaiknya. Bermain dengan skema awal 3-5-2, tim berjuluk Lava Semeru itu menempatkan tiga bek Nugroho Mardiyanto (4), Fadel Muhammad (66) dan Agil Pramono (5). Ketiga bek tersebut dibantu oleh dua wing back yakni Doni Setiawan (19) dan Feri Firmansyah (21). Meski awalnya menggunakan skema 3-5-2, namun pada praktiknya, Semeru FC bertahan dengan skema 5-3-2 karena dua wing back mereka lebih sering berada di area pertahanan sendiri.

Gambar 1. Formasi awal Persebaya vs Semeru FC.

Blokade Semeru FC dan adaptifnya taktik Alfredo Vera

Seperti sudah diprediksi sebelumnya, Persebaya akan diuji oleh rapatnya lini belakang Semeru FC. Menghadapi Persebaya yang sedang ganas-ganasnya jika bermain kandang, pelatih Semeru FC Putut Widjanarko menerapkan pressing tinggi di lini pertahanan untuk memblokade penyerang-penyerang tuan rumah. Tak tanggung-tanggung, Semeru FC bahkan menumpuk hingga lima pemain di garis pertahanan sendiri.

Gambar 2. Semeru FC menumpuk hingga lima pemain di area pertahanan.

Menumpuknya pemain di pertahanan Semeru FC membuat lini depan Green Force yang diisi oleh Ovan-Kayame-Irfan sulit menembus kotak penalti lawan. Apalagi, dua gelandang Semeru FC, yaitu Jajang Paliama (16) dan Andika Cakra (14), kerap turun jauh hingga garis pertahanan. Situasi yang sempat membuat para penyerang Persebaya seperti tak berkutik menghadapi tembok tebal Semeru FC. Persebaya pun nyaris tanpa peluang berarti di 20 menit awal babak pertama.

Kesulitan menembus pertahanan Semeru FC hingga menit ke-20 benar-benar membuat Alfredo Vera seperti sedang diuji oleh lawan yang sepadan. Tak mampu menciptakan peluang berarti hingga laga mendekati paruh pertama babak, Alfredo Vera mencoba membuat beberapa perubahan. Menyadari ada space kosong di lini tengah Semeru FC akibat terlalu menumpuk pemain di garis pertahanan, Alfredo menginstruksikan Sidik Saimima untuk lebih maju kedepan, membayangi penyerang Kayame. Dua winger Ovan dan Irfan pun diminta untuk bertukar posisi guna merusak konsentrasi man-to-man marking lawan. Perubahan ini membuat Persebaya mulai bisa menekan lini pertahanan Semeru FC.

Kebuntuan pun akhirnya pecah pada menit ke-29. Berawal dari umpan lambung Muhammad Hidayat, bola vertikal dikejar oleh Ovan. Menang lari dan sukses mengelabui satu bek lawan, tembakan jarak dekat Ovan bisa diblok oleh kiper Semeru FC, Muhammad Pujiantoro. Bola liar di depan gawang Semeru FC berhasil dimanfaatkan oleh Kayame melalui sundulan ringan yang menjebol gawang lawan. Skor 1-0 untuk Persebaya. Bisa mencetak satu gol sebelum jeda, permainan Persebaya menjadi lebih cair di babak kedua.

Babak kedua baru berjalan satu menit, Misbakhus Solikin melepaskan umpan terukur dari lini tengah. Bola lambung khas Misba tepat menemui Irfan Jaya yang berada di sayap kanan. Dengan sekali dribble, tembakan kaki kiri The Sniper menjebol gawang Semeru FC untuk kali kedua. Gol kilat di awal babak kedua ini seolah membuat tembok pertahanan Semeru FC runtuh. Akibatnya, gol ketiga dan keempat Persebaya tercipta dengan skema yang cukup mudah.

Menit ke-70, Rishadi Fauzi memperlebar jarak setelah mencetak gol ketiga Persebaya. Gol yang sangat spesial bagi Rishadi karena mengakhiri paceklik gol selama 8 pertandingan yang telah ia lewati. Bajol Ijo menutup laga Sabtu malam kemarin dengan gol debut oleh Fandry Imbiri, memanfaatkan sebuah skema tendangan penjuru. Kemenangan dengan margin empat gol yang patut dirayakan karena Persebaya menunjukkan performa yang impresif.

Sekali lagi, Persebaya menunjukkan sebuah kematangan permainan. Kejelian Alfredo Vera dalam membaca taktik lawan untuk kemudian menerapkan kontra strategi patut mendapat apresiasi. Menghadapi lawan yang bermain defensif, Persebaya tak mudah frustasi. Para pemain tetap tenang mengendalikan tempo permainan dan tak terlalu bernafsu menggempur pertahanan Semeru FC secara sporadis. Kesabaran pemain-pemain Persebaya dalam mencari celah di pertahanan lawan pun akhirnya berbuah torehan empat gol tanpa balas.