Berawal Dari Ajakan Nonton Persebaya, Saya Berubah dari Aremania Menjadi Bonek

Haryo Bagus berpose berlatar belakang Stadion Gajayana Malang dengan atribut Bonek Persebaya.

Saya dipertemukan lagi dengan kawan SMA melalui media sosial setelah sekian lama tak berjumpa. Sayalah yang menjerumuskannya menjadi Aremania. Sekarang, dia tinggal di Jakarta dan menjadi salah satu pengurus Aremania Batavia.

Kami pun bertukar nomor dan saling ber-Whats App (WA) ria.

Gathel. Nang ndi birumu, Cuk!”. Salam pertamanya saat menyapa saya melalui WA.

Iya, saya sekarang mengakui diri sebagai Bonek. Lahir di kota Malang membuat masa kecil saya tidak pernah jauh dari aroma Aremania. Bapak Aremania. Kakak seorang pengurus korwil Aremania. Ibu? Beliau gak suka bola.

BACA:  Logika Aremania: Apapun Kerusuhannya, Salahkan Bonek

Bisa dibayangkan bagaimana kehidupan di dalam rumah. Saya tinggal di daerah Tlogomas pada waktu itu, tidak jauh dari rumah Abah Anton, Wali Kota Malang saat ini.

Setiap Arema bertanding, saya selalu hadir di Stadion Gajayana bersama teman-teman dengan ikut korwil kakak. Kebetulan bapak bekerja di luar kota. Jika pulang, beliau pun pasti hadir di stadion walaupun kami tidak pernah dalam satu tribun.

BACA:  Khofifah: Bonek Nonton Ndek Omah Wae

Maaf, saya hanya mengenal Arema yang bermarkas di Gajayana. Saya tak pernah masuk ke Stadion Kanjuruhan.

Halaman 1 2 3 4 5 6 7

Komentar Artikel