Warkop Gavin, Modalnya Jualan Sepeda Motor dan Nekad

Pengunjung Warkop Gavin. (Foto: Bimbim/EJ)
Iklan

EJ – Bonekpreneur adalah salah satu kampanye yang dicanangkan manajemen baru di acara Bonek Conference yang digelar 16 Februari 2017 lalu. Bonekpreneur sendiri bisa diartikan seorang Bonek yang melakukan wirausaha di segala bidang yang tidak meninggalkan ciri khasnya sebagai seorang Bonek.

Bonekpreneur sangat baik untuk dijadikan virus bagi Bonek untuk bisa menjadi wirausahawan baru. Berbagai bidang usaha bisa dijalankan. Spirit dan inspirasi dari bonekpreneur yang sudah berjalan bisa dijadikan contoh. Sementara bagi bonekpreneur yang usahanya sudah jalan bisa membagi atau sharing pengalaman terhadap sesama Bonek.

Sebagai bentuk dukungan buat Bonekpreneur, EJ secara berseri menampilkan profil para Bonekpreneur untuk bisa menjadi inspirasi bagi lainnya. Serial pertama ini, EJ mengangkat Warkop Gavin.

***

Iklan

Berlokasi di Sutorejo nomor 19 Surabaya, Warkop Gavin berdiri di awal tahun 2016. Warkop ini dikelola seorang Bonek bernama Yosi Rustamunaf. Warkop yang dikelola pemuda berusia 26 tahun ini merupakan warkop 2.0 yang pasti dilengkapi dengan wifi dan televisi . Namun dengan harga kaki lima.

Berawal dari modal menjual sepeda motor dan sedikit tabungan, Yosi bertekad keras mempunyai usaha sendiri sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Tekad yang kuat dan semangat pantang menyerah ia lakukan. Persaingan antar warkop yang ketat tidak menyurutkan langkahnya membuka usaha sendiri.

Tak banyak jajanan atau menu yang dijual di saat awal berdirinya. Ia juga belum tahu bagaimana cara menarik para pengunjung warung. Sebagai Bonek, tentu saja ia punya nyali dan keberanian. Tentu saja dipadu dengan keyakinan untuk maju. Perlahan tetapi pasti, usaha yang dirintisnya mulai berjalan.

“Nekad aja pertama mas. Sambil menerapkan tema perjuangan Bonek. Yakini kebenarannya, perjuangkan selamanya,” kata Yosi penuh semangat.

Setelah berjalan hampir setahun, usaha Yosi terus tumbuh. Baik itu berupa kelengkapan barang dagangan atau pun profit yang dihasilkan. Warkop Gavin membuka usahanya 24 jam. Jika ada acara sepak bola, warkop mengadakan nonton bareng.

“Silahkan para Bonek bisa mengunjungi warkop kami. Jika pas ulang tahun akan ada diskon khusu,” kata sang pemilik sedikit promo.

Tidak ada rasa pesimis dari Yosi ketika usaha sejenis mulai berkembang pesat di berbagai kawasan. Baginya, ini justru membahagiakan. Apalagi melihat banyak Bonek saat ini mempunyai usaha sejenis.

“Bisa tukar pikiran dan informasi untuk pengembangan bisnis mas,” kata Yosi.

Yosi berharap suatu saat akan ada semacam pelatihan atau gathering untuk sharing ilmu bisnis pada para wirausahawan Bonek. (bim)

Warkop Gavin
Tahun berdiri: 2016
Alamat: Jl Sutorejo no 19 Surabaya
Fasilitas: Wi-fi, televisi
Menu: Kopi, teh, mie goreng, jajanan

Komentar Artikel

Iklan

No posts to display