Mbak Rum, Tiket Final di GBK Rp 5.000, dan Sederet Catatan Bersejarah

Tri Suryaningrum. (Joko Kristiono/EJ)

EJ – Bung Karno pernah mempopulerkan istilah Jas Merah: Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Tampaknya pesan itu melekat pada benak Tri Suryaningrum, yang berupaya merawat ingatan melalui sebuah kliping tentang kenangannya bersama Persebaya.

Perempuan yang akrab disapa Mbak Rum ini masih menyimpan kliping yang berisi tiket pertandingan, tanda tangan pemain, serta sederet catatan hariannya saat mendampingi Bajol Ijo berlaga. Siapa sangka, kini catatan itu menjadi coretan yang memiliki nilai sejarah tinggi.

BACA:  Ingin “Balas Dendam” kepada Suporter Rival, Rani Putuskan Jadi Bonita
Tri Suryaningrum. (Joko Kristiono/EJ)

Betapa tidak, kliping itu merekam sepak terjang Green Force di era 90-an, setidaknya khusus mengenai laga yang pernah disaksikan Mbak Rum.

“Semua koleksi ini didapat setelah saya menyaksikan laga Persebaya. Saat kuliah di Surabaya dari 1994, saya tak pernah bolos untuk melihat Persebaya bermain di Gelora 10 November,” ujarnya saat berbincang dengan EJ, Selasa (25/3).

BACA:  Nekat ke Senayan Sendirian, Mbak Rum jadi Saksi Persebaya Juara

Di antara himpunan kliping itu, terdapat tiket pertandingan pada 30 April 1995 antara Persebaya vs Arema di Stadion Gelora 10 November. Selain itu ada pula pertandingan lain di stadion yang sama, dalam kompetisi Liga Dunhill Indonesia pada Minggu 24 november 1994 dengan harga tiket Rp 3.000.

Halaman 1 2 3

Komentar Artikel