Lapangan Terkunci, Kompetisi Internal Persebaya Terhenti

Pintu menju lapangan Karanggayam dikunci. Foto: Persebaya.id

EJ – Lanjutan Kompetisi Kapal Api Persebaya (KKAP) 2019 terhambat. Penyebabnya adalah kemarin Sabtu (22/6) lapangan yang berlokasi di Karanggayam dalam keadaan digembok. Indonesia Muda yang akan berhadapan dengan Untag Rosita akhirnya batal digelar.

Seharusnya, Indonesia Muda bertanding melawan Untag Rosita sore tadi. Dalam lanjutan Kompetisi Kapal Api Persebaya (KKAP) 2019. Pertandingan tidak bisa dilakukan karena akses ke lapangan digembok.

Mengutip postingan akun Instagram Eri Cahyadi kepala Bappeko Kota Surabaya tertanggal 16 Mei 2019 mengatakan “Wes ga onok acara gembok-gembokan maneh,rek. Opo maneh pengusiran. Yang kemarin kita anggap miskomunikasi. Yang jelas mulai besok silakan Persebaya kalau ada kegiatan di Wisma Persebaya. Kompetisi internal atau kelompok umur silakan dilanjutkan”.

Dikutip dari Persebaya.id Wisma Persebaya dikosongkan oleh Linmas dan Satpol PP pada Rabu (15/5) lalu sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu sebanyak 10 orang dari Satpol PP dan Linmas Kota Surabaya menyegel tempat tersebut.

BACA:  Irfan, Opan, dan Dutra Bernostalgia dengan Mess Persebaya

Oviana Johar, salah satu orang tua pemain, mengaku kecewa menjumpai kondisi ini. Menurutnya kejadian ini cukup merugikan karena bisa mengganggu kegiatan positif pemain. ”Jauh-jauh datang tetapi tidak bisa melihat anak mau main. Bagaimana bisa (Persebaya) membina kalau mau bertanding saja ada masalah. Persebaya ini mau dimana lagi lapangannya,” sesalnya.

”Padahal ini adalah kegiatan positif daripada keluyuran. Dan anak saya sudah ikut berlatih (di Lapangan Persebaya) sejak usia 10 tahun. Saya dan semua orang tua pemain yang datang tentu kecewa. Belum pernah ada kejadian seperti ini,” ujarnya menambahkan.

BACA:  Bu Risma Kami Mau Latihan di Mana?

Oviana Johar berharap masalah ini lekas menemui titik terang. Dia tak ingin kegiatan anaknya dan pembinaan Persebaya tersendat. Menurutnya jika kejadian ini berlarut-larut tak menutup kemungkinan untuk langsung mengadukan ke DPRD maupun Pemkot Surabaya.

Pada kesempatan yang Supriyono, sekretaris Persebaya amatir, mengatakan pihaknya tengah menanti janji dari Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi yang sudah berjanji untuk membuka gembok. ”Kami sebetulnya hari ini menunggu janji pembukaan gembok. Tetapi sampai sekarang masih terkunci,” cetusnya.

Kompetisi internal sendiri baru menjalani laga putaran pertama baik itu untu Seri A maupun Seri B. Belum ada informasi kapan kelanjutan kompetisi yang melahirkan banyak pemain hebat Persebaya dan Indonesia ini. (bim)

Komentar Artikel