BWF Rilis Buku “Tolak Bala Sepak Bola”, Kontribusi Bonek di Tengah Pandemi

72
Cover buku "Tolak Bala Sepak Bola" terbitan BWF.

EJ – Bertepatan dengan tragedi Arapagani 3 Juni 2012, Bonek Writer Forum (BWF) resmi merilis buku berjudul “Tolak Bala Sepak Bola”, Rabu (3/6/20) kemarin. Seluruh penjualan buku tersebut rencananya akan disalurkan untuk membantu penanganan wabah Covid-19 di Surabaya.

BWF merupakan sebuah komunitas literasi yang berdiri sejak tanggal 6 Desember 2017. Anggotanya berasal dari beragam latar belakang. Mulai jurnalis, dosen, penulis kolom pegawai negeri hingga pengusaha. Semuanya disatukan oleh latar belakang yang sama yaitu kecintaan terhadap sepak bola dan Persebaya.

Nah, sebagai sebuah komunitas literasi tak lengkap rasanya jika tak menerbitkan sebuah buku. Maka dari itu, setelah merilis buku pertama berjudul Make Persebaya 92eat Again tahun lalu, BWF, satu tahun kemudian, kembali merilis buku kedua mereka berjudul Tolak Bala Sepak Bola. 

Buku kedua BWF ini diterbitkan bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Surabaya. Oryza Wirawan, salah satu anggota BWF, memandang kerjasama tersebut sebagai sebuah hal yang positif.

“Kami memandang, kampus memiliki peran strategis untuk mengembangkan wacana dan pengetahuan di masyarakat. Sehingga kelak muncul kesadaran bahwa sepak bola tidak boleh dipandang sebagai hal biasa-biasa saja.”

Lebih lanjut, Oryza menganggap buku ini menarik karena ditulis oleh penulis dari berbagai latar belakang. Selain itu, Bonek dan siapapun yang membaca juga bisa mengambil hikmah dari berbagai macam kisah bencana yang dituliskan.

“Penulisnya dari berbagai latar belakang. Mulai dari jurnalis, PNS, dosen, hingga pemburu kuliner. Juga ada penulis buku seperti Miftakhul FS dan Fajar Junaedi,” ujar Oryza.

“Isinya tentang sejumlah peristiwa bencana yang berdampak terhadap sepak bola. Boleh jadi ada Bonek yang belum tahu soal kejadian-kejadian yang merupakan bagian dari sejarah sepak bola dunia.”

“Melalui buku ini, kami berharap bisa memberikan sumbangsih untuk kesadaran publik terhadap bencana. Hasil penjualan buku ini juga akan diperuntukkan sepenuhnya penanganan Covid-19,” tandasnya. (riz)

Catatan:

BACA:  Uneg-Uneg Bonek, Mengapa Pemain Persebaya Kehilangan Spirit dan Mudah Kelelahan Fisik

BWF membuka pintu bagi siapapun yang berminat dengan dunia literasi sepak bola, khususnya Bonek, untuk bergabung. Syaratnya mudah: silakan menulis dua artikel sepak bola tentang Persebaya dan atau sepak bola Indonesia di website www.sejarahpersebaya.com. email: [email protected]

Komentar Artikel