Perjuangan Andhika Ramadhani Lawan Covid 19

Andhika Ramadhani saat berlatih bersama tim senior/ Foto : Dokumentasi Andhika
Iklan

EJ – Virus Covid 19 tidak memandang siapapun untuk menyerang system tubuh manusia. Mulai dari pejabat negara , warga negara biasa sampai seorang atlit olahraga. Tak terkecuali pemain sepakbola.

Beberapa waktu lalu Persebaya mengumumkan bahwa dua staf dan empat pemainnya reaktif positif Covid 19 setelah dilakukan PCR Swab test. Hal yang mengejutkan sebelum pengumuman tersebut ada satu pemain yang sudah melewati perjuangan menghadapi virus tersebut.

Andhika Ramadhani atau biasa dipanggil Dhika penjaga gawang alumni Elite Pro Academy U-20 2019 sebelum masuk tim pernah dikarantina. Sebelum dipanggil oleh tim melalui Benyamin van Breukelen Dika didapati terpapar virus dan harus menjalani karantina di sebuah rumah sakit darurat di Surabaya. Saat para pemain tengah mempersiapkan diri untuk latihan perdana, Dhika, sapaan akrab Andhika, justru berjuang untuk sembuh.

Dikutip dari laman resmi klub Dhika mengatakan sempat khawatir bersama keluarganya.

Iklan

“Sebelum saya bergabung dengan tim saya pernah positif (Covid-19). Saat itu pastinya down, bukan saya saja, orang tua juga.Padahal kondisi saya baik-baik saja, bugar, gak ada gejala. Sampai dokternya heran, kenapa saya bisa sampai tertular padahal secara kondisi tidak ada masalah,” kata Dhika mengisahkan tentang virus yang menyerang tubuhnya.

Setelah konsultasi dengan dokter dan keluarga memutuskan untuk karantina di RS Lapangan. Di rumah sakit darurat yang terletak di jalan Indrapura tersebut Dhika menemukan semangat untuk sembuh.

Dukungan keluarga dan rekan-rekan terdekatnya membuat Dhika tetap bersemangat menjalani karantina. Juga mempunyai rahasia sendiri yakni ingin mewujudkan mimpinya bermain bersama Persebaya senior.

Mimpi pemain kelahiran Surabaya tersebut untuk bergabung dengan tim kebanggaan menjadi “obat” mujarab bagi kesembuhannya. Berulangkali saat di junior Dhika sudah mengungkapkan keinginannya bermain di senior.

“Waktu saya karantina, saya mikir gak bisa lama-lama di sini. Saya ingin segera bergabung dengan tim, saya ingin segera dikontrak Persebaya. Kalau kata dokter semangat itu bisa bikin badan produksi imun lebih banyak dan bisa cepet sembuh. Tentu dibarengi makan makanan bergizi dan jaga kebersihan diri,” tambahnya.

Setelah menjalani karantina selama lima hari dan menjalani test lanjutan Dhika dinyatakan negative dan bisa pulang. Sampai akhirnya kembali bergabung berlatih bersama tim sebior seperti mimpinya selama ini.

Bagi Dhika, Covid-19 bukan akhir dari segalanya. Dia juga meminta masyarakat untuk tidak memandang pasien Covid-19 sebagai aib. Karena menurutnya siapapun berpotensi tertular, mengingat sifat virusnya yang mirip dengan flu.

“Saya berdoa dan bagi pengalaman ke teman-teman biar mereka cepat sembuh. Saya tekankan ini penyakit yang bisa dilawan dan bisa sembuh. Untuk masyarakat juga saya minta memberi dukungan jangan malah berpikir negatif ke pasien, karena dukungan orang terdekat itu penting,” pungkasnya.

Sementara itu satu staf Persebaya melalui story Intagramnya memberitahukan bahwa dirinya salah satu yang positif Covid 19. Dokter tim Persebaya Pratama Wicaksana memberi informasi dengan mengunggah hasil medis test sebelumnya.

Komentar Artikel

Iklan

No posts to display