Persebaya Bukan Sekadar Nama

Persebaya U16 2019 Piala Menpora/Foto : Official Persebaya

Geliat sepakbola di Indonesia sepertinya bakal lebih seru dan menarik. Fenomena para ‘Sultan’ mengakuisisi klub-klub sepakbola, jadi sejarah baru di dunia olahraga terutama di Indonesia. Raffi Ahmad, Atta Halilintar, bahkan Gilang Widya Pramana atau Juragan 99 adalah contoh nyata, bahwa para public figure mulai melirik sepakbola sebagai investasi baru yang cukup menggiurkan.

Fenomena tersebut harus diamini sebagai sebuah langkah positif untuk kebangkitan dan kejayaan sepakbola negeri. Tetapi, tetap harus diiringi pikiran kritis, dan objektif demi kebaikan seluruh pencinta sepakbola di seluruh Indonesia.

BACA:  Bonek Ingin Manajemen Persebaya Sehat dan Pemain Hebat

Jas Merah, begitulah Bung Karno berucap. Sebuah jargon yang selalu disampaikan agar kelak para anak cucunya tidak pernah melupakan sejarah lahir dan bangkitnya sebuah peradaban. Begitu juga peradaban sepakbola Indonesia. Indonesia memiliki sejarah panjang tentang sepakbola. Wilayah Sabang sampai Merauke hampir memiliki klub sepakbola, karena sepakbola sangat dekat dengan keberadaan masyarakat Indonesia.

BACA:  Persebaya Akan Tambah Pemain di Bursa Transfer

Begitu juga di Surabaya Jawa Timur. Tahun 1927, Persebaya dideklarasikan. Pada tahun 2021 ini, Persebaya Surabaya genap berusia 94 tahun. Usia yang sangat tua untuk sebuah klub kebanggaan arek-arek Suroboyo ini. Sejarah panjang Persebaya Surabaya hingga dititik ini juga diiringi dengan darah dan air mata.

Halaman 1 2 3

Komentar Artikel