EJ — Pembinaan pemain muda menjadi salah satu fondasi penting bagi masa depan sepak bola Indonesia. Upaya tersebut turut menjadi perhatian utama FIFA dan PSSI saat melakukan kunjungan kerja ke Persebaya Future Lab di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Rabu (28/10). Kunjungan ini menjadi kesempatan strategis untuk melihat langsung proses pembinaan talenta muda, pengelolaan klub amatir, hingga ekosistem kompetisi yang menopang perkembangan sepak bola dari level akar rumput.
Pertemuan penting ini dihadiri oleh Technical Lead FIFA Global Football Development Division, Jamie Houchen; Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers; Kepala Persebaya Future Lab, Ganesha Putra; serta Direktur Amatir Persebaya, Saleh Hanifah.
Dalam agenda tersebut, diskusi terfokus pada bagaimana akademi dan klub-klub amatir menjalankan pembinaan, mengembangkan potensi pemain, serta membangun ekosistem kompetisi yang berkelanjutan. Salah satu topik utama yang dibahas adalah peran Liga Persebaya di bawah naungan Persebaya Amatir dalam memberikan ruang bagi pemain muda untuk berkembang melalui pertandingan yang terstruktur.
Bagi Persebaya, pembinaan tidak berhenti pada pengembangan kemampuan individu di lapangan. Proses tersebut juga membutuhkan kompetisi yang berjalan konsisten, lingkungan latihan yang mendukung, serta kerja sama antarelemen agar pemain memiliki jalur perkembangan yang jelas.
Technical Lead FIFA Global Football Development Division, Jamie Houchen, menjelaskan bahwa kunjungan ke Persebaya Future Lab merupakan bagian dari rangkaian kerja sama dengan PSSI untuk memahami kondisi serta perkembangan sepak bola di berbagai daerah di Indonesia.
“Kunjungan kami hari ini adalah bekerja sama dengan PSSI untuk memahami lebih jauh kondisi dan perkembangan sepak bola di seluruh Indonesia. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang akan membawa kami ke berbagai daerah, mulai dari klub amatir hingga klub profesional,” ujar Jamie.
Ia menambahkan, melihat kondisi sepak bola secara langsung menjadi langkah krusial untuk memahami bagaimana program pembinaan dijalankan di setiap daerah. Menurutnya, setiap klub memiliki situasi, tantangan, dan pendekatan unik yang perlu dipahami agar pengembangan sepak bola dapat berjalan tepat sasaran sesuai kebutuhan.
Melalui rangkaian kunjungan ini, FIFA dan PSSI juga ingin memastikan program pengembangan sepak bola dapat memberikan manfaat nyata bagi klub dan komunitas di daerah. Jamie menegaskan bahwa program pengembangan perlu disesuaikan dengan karakteristik sepak bola Indonesia agar dampaknya dapat dirasakan secara berkelanjutan, sekaligus mengidentifikasi aspek-aspek yang masih dapat ditingkatkan ke depannya.
“Setelah kunjungan ini, kami berharap bisa terus bekerja sama dengan PSSI untuk membangun struktur pengembangan sepak bola yang lebih kuat hingga tingkat provinsi,” tambahnya.

Sementara itu, menyambut baik kunjungan tersebut, Direktur Akademi Persebaya Future Lab, Janu Ramadanis, menilai kesempatan ini sebagai ruang berharga bagi Persebaya untuk berbagi pengalaman sekaligus mendapatkan perspektif baru mengenai pengembangan pemain dan pengelolaan pembinaan yang ideal.
Janu menegaskan bahwa Persebaya Future Lab akan terus berupaya menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan talenta muda secara konsisten, didukung oleh kompetisi yang sehat serta evaluasi berkala.
“Ini menjadi kehormatan bagi Persebaya Future Lab karena bisa berdiskusi dan berbagi pengalaman dengan FIFA serta PSSI. Kami akan terus berbenah dan menjaga komitmen dalam membina pemain muda. Harapannya, semakin banyak talenta yang berkembang dan mampu melangkah ke level yang lebih tinggi,” tandasnya.
Rangkaian kunjungan ini sekaligus menegaskan kembali betapa pentingnya kolaborasi erat antara federasi sepak bola, klub profesional, akademi, dan kompetisi amatir demi mewujudkan ekosistem sepak bola nasional yang kuat dan berkelanjutan.










