EJ — Memasuki pekan kedelapan BRI Super League 2026/27, gelandang Persebaya Surabaya, Francisco Rivera, belum sepenuhnya terbebas dari rasa sakit setelah mengalami cedera selama satu bulan. Kendati demikian, ia memastikan kondisi tersebut tidak akan mengurangi tekadnya untuk membantu Bajul Ijo meraih kemenangan saat menjamu Persijap Jepara di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (30/10) malam.
Pemain asal Meksiko tersebut mengaku kondisi fisiknya terus menunjukkan progres positif. Ia bahkan menyatakan siap memberikan seluruh kemampuannya, berapa pun menit bermain yang dipercayakan oleh jajaran pelatih.
Sebelumnya, cedera sempat membuat Rivera harus menepi dan melewatkan sejumlah pertandingan penting Persebaya. Ia harus absen saat menghadapi Garudayaksa FC, Isenmulang Kalteng FC, dan PSS Sleman, sebelum akhirnya comeback saat bersua PSM Makassar dengan catatan bermain selama 25 menit. Kesempatan bermainnya kemudian bertambah ketika membantu Persebaya menaklukkan Madura United dengan skor 3-1.
“Kondisi satu bulan dan di tendon sedikit sakit. Tapi saya kerja keras untuk tim. Selalu berjuang untuk coba ambil tiga poin. Dan aku bisa main 40 menit, 90 menit, aku memberi 100 persen untuk Persebaya,” tegas Francisco Rivera.
Selain berbicara mengenai kondisi fisiknya, Rivera mengungkapkan bahwa skuad Persebaya telah mempelajari pola permainan Persijap. Meskipun calon lawan saat ini berada di dasar klasemen sementara, ia mengingatkan rekan-rekannya agar tidak memandang remeh pertandingan malam nanti.
“Kita tidak punya banyak waktu untuk recovery, untuk persiapan. Tapi sudah analisa Jepara, kita tidak bisa meremehkan. Dan kondisi saya lebih baik, aku merasa confident dan sudah siap,” imbuhnya.
Bagi Persebaya, laga kandang menghadapi Persijap ini juga menjadi momentum krusial untuk memperbaiki tren hasil positif di hadapan pendukung sendiri. Mengingat pada beberapa laga kandang sebelumnya, Persebaya sempat gagal memaksimalkan peluang meraih poin penuh.
Rivera berharap tren kemenangan yang diraih saat melawan Madura United dapat terus dijaga konsistensinya. “Ya tetap konsisten, kita harus kerja keras. Kita ada satu training, satu latihan harus latihan 100 persen, analisa video dengan pelatih,” pungkasnya.










