Gagal Beri Kemenangan di Hadapan Pendukung Sendiri, Bernardo Tavares Sampaikan Permohonan Maaf ke Bonek

Bernardo Tavares/Foto: Joko Kristiono
Iklan

EJ — Asa Persebaya Surabaya untuk melanjutkan tren kemenangan di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) harus tertahan. Meski tampil dominan dan terus menekan hingga penghujung laga, Green Force hanya mampu bermain imbang 1-1 saat menjamu Persijap Jepara pada pekan kedelapan Super League 2026/27, Jumat (30/10). Hasil tersebut meninggalkan kekecewaan mendalam bagi pelatih Bernardo Tavares.

Persebaya sempat tertinggal lebih dulu setelah gawang yang dikawal Reza Arya dibobol oleh Persijap pada menit ke-55. Ketika pertandingan tampak akan berakhir dengan kekalahan di kandang, Risto Mitrevski muncul sebagai penyelamat lewat gol sundulannya pada menit ke-90+1. Gol tersebut setidaknya mampu menghindarkan Bajol Ijo dari kehilangan poin penuh di rumah sendiri.

Kendati demikian, tambahan satu poin tetap jauh dari target yang diharapkan, sekaligus menghentikan momentum kemenangan Persebaya yang sebelumnya sukses menaklukkan Madura United dengan skor 3-1.

Dalam konferensi pers selepas pertandingan, Coach Tavares secara terbuka mengakui kekecewaannya. Ia berharap Persebaya bisa kembali mendulang kemenangan, terlebih setelah tim menunjukkan tren positif dalam beberapa laga sebelumnya.

Iklan

“Kami sudah berhasil meraih kemenangan saat menghadapi Garudayaksa dan Madura United, tetapi sekarang gagal mendapatkan hasil yang sama saat melawan Persijap. Hasil ini tentu jauh dari harapan saya,” ucap Coach Tavares.

Pelatih asal Portugal itu tidak menutupi perasaannya. Baginya, hasil imbang di kandang sendiri bukanlah hasil yang diinginkan, terutama ketika tim telah bekerja keras membalikkan keadaan. Ia menegaskan bahwa kemenangan selalu menjadi tujuan utama dalam setiap pertandingan.

“Tidak ada orang yang lebih kecewa daripada saya dengan hasil ini. Bagi saya, sepak bola adalah tentang kemenangan,” terangnya.

Kekecewaan tersebut semakin beralasan jika melihat dominasi total Persebaya sepanjang pertandingan. Green Force mencatatkan penguasaan bola hingga 74 persen berbanding 26 persen milik Persijap, serta melepaskan total 20 tembakan untuk membongkar pertahanan lawan. Namun, disiplinnya lini belakang Persijap membuat dominasi itu gagal berbuah manis lebih dari satu gol.

Coach Tavares turut meluapkan rasa frustrasinya dan memahami betul perasaan Bonek dan Bonita yang datang ke GBT dengan ekspektasi tinggi. Dukungan langsung dari suporter membuat hasil imbang ini terasa semakin berat baginya.

“Saya sangat frustrasi. Saya juga memahami Bonek dan Bonita pasti merasakan kekecewaan yang sama karena mereka memiliki harapan besar terhadap tim ini. Namun, terkadang sepak bola memang berjalan seperti itu,” tandasnya.

Di tengah situasi tersebut, Coach Tavares menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada para suporter yang hadir langsung di stadion. Ia menyadari Bonek dan Bonita selalu mendambakan kemenangan setiap kali Persebaya bermain di hadapan publik sendiri.

“Untuk saat ini, saya hanya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh suporter yang sudah datang dan memberikan dukungan langsung di stadion,” lanjutnya.

Hasil imbang ini menempatkan Persebaya di posisi kelima klasemen sementara dengan koleksi tiga kemenangan, empat hasil imbang, and satu kekalahan. Mengingat perjalanan kompetisi yang masih panjang, Coach Tavares memilih untuk tidak memberikan janji-janji berlebihan dan fokus pada pembenahan tim.

“Saya tidak ingin memberikan janji yang berlebihan. Yang bisa saya pastikan adalah saya akan terus bekerja keras, begitu juga dengan seluruh pemain,” tutup Coach Tavares.

Komentar Artikel

Iklan

No posts to display