EJ — Kemenangan meyakinkan Persebaya Surabaya atas Madura United dengan skor 3-1 pada pekan ketujuh Super League 2026/27 menjadi suntikan semangat tersendiri bagi skuad Green Force. Di balik ketatnya laga yang dihelat di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Senin (26/10), pelatih kepala Bernardo Tavares memberikan apresiasi khusus terhadap agresivitas, intensitas, serta kerja keras yang ditunjukkan para pemain di hadapan pendukung setia Bonek dan Bonita.
Tiga gol kemenangan Persebaya pada pertandingan ini masing-masing dicetak oleh Miguel Pereira pada menit ke-22, penalti Yuran Fernandes di menit ke-90+1, serta aksi Yann Mabella yang menutup manis laga lewat golnya pada menit ke-90+6.
Dalam sesi konferensi pers usai pertandingan, Coach Tavares menilai anak asuhnya telah memperlihatkan sikap yang sejalan dengan identitas permainan yang ingin ia bangun di skuad Bajol Ijo. Juru taktik asal Portugal itu secara khusus menyoroti keberanian para pemain untuk tampil menekan, menjaga tempo, dan aktif mencari ruang.
“Saya sangat menyukai sikap dan karakter yang ditunjukkan para pemain malam ini. Mereka bermain agresif, memiliki intensitas tinggi, dan terus bergerak untuk menciptakan ruang. Inilah karakter yang ingin kami bangun sebagai identitas Persebaya,” ujar Coach Tavares.
Kendati sukses mengamankan tiga poin penuh, jalannya pertandingan tidak sepenuhnya berjalan mulus bagi tuan rumah. Selepas keunggulan babak pertama, gawang Persebaya yang dikawal Reza Arya justru kecolongan pada menit ke-70. Gol penyeimbang Madura United tersebut tercipta saat tim tamu sebenarnya sudah bermain dengan sepuluh orang, memaksa Green Force bekerja jauh lebih keras.
Madura United sempat memberikan perlawanan sengit melalui skema direct play dan memanfaatkan keunggulan postur pemain depan mereka. Situasi ini sempat membuat aliran bola Persebaya tersendat dan sejumlah umpan gagal menemui sasaran. Terlebih lagi, kondisi lapangan yang basah akibat diguyur hujan turut memengaruhi akurasi operan kedua tim.
Rotasi Cermat dan Mentalitas Akhir Laga
Mengantisipasi ancaman bola-bola atas dari lawan, Bernardo Tavares langsung melakukan langkah taktis dengan memasukkan Risto Mitrevski dan Sadida Nugraha. Selain meredam postur tinggi pemain Madura United, rotasi tersebut juga berfungsi menjaga kebugaran pemain lain yang telah berjuang ekstra sepanjang laga.
“Kami sudah memperkirakan Madura United akan memasukkan pemain-pemain bertubuh tinggi ke lini depan. Kami berusaha mengantisipasinya dengan segera memasukkan Risto dan Sadida. Pergantian itu juga bertujuan memberikan waktu istirahat kepada Toni dan pemain lainnya yang telah bekerja sangat keras,” jelas Tavares.
Respon positif diperlihatkan skuad Persebaya di pengujung laga. Tekanan bertubi-tubi berbuah manis ketika Yuran Fernandes sukses algojo penalti pada menit ke-90+1. Menjelang bubaran, Yann Mabella memastikan kemenangan 3-1 lewat gol indahnya pada menit ke-90+6.
Menatap laga-laga selanjutnya, Tavares berharap para pemainnya dapat menjaga konsistensi karakter tersebut, baik saat bersua Madura United maupun kala menghadapi ujian berikutnya kontra Persijap.
“Kami harus mempertahankan karakter tersebut pada pertandingan berikutnya. Siapa pun lawannya, kami harus terus menunjukkan agresivitas, intensitas, dan semangat yang sama,” pungkasnya.










