EJ – Bernardo Tavares memilih mengambil tanggung jawab penuh atas kekalahan Persebaya Surabaya dari Kendal Tornado FC dalam laga perdana Grup G I.League Cup 2026/2027. Pelatih asal Portugal itu tidak ingin para pemainnya menjadi pihak yang harus menanggung sendiri kegagalan Green Force meraih hasil positif.
Persebaya harus mengakui keunggulan Kendal Tornado FC dengan skor 2-3 di Stadion Sriwedari, Selasa (3/11). Padahal, Bajol Ijo sempat membalikkan keadaan setelah tertinggal lebih dahulu. Dua gol Ramadhan Sananta dan Toni Firmansyah membawa Persebaya unggul 2-1 sebelum tuan rumah mencetak dua gol tambahan pada menit-menit akhir.
Secara statistik, Persebaya sebenarnya tampil cukup dominan. Green Force mencatatkan 64 persen penguasaan bola dan melepaskan 14 tembakan sepanjang pertandingan. Namun, dominasi tersebut tidak berbanding lurus dengan hasil akhir. Kendal Tornado FC justru tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang.
Selepas pertandingan, Tavares memberikan apresiasi kepada tim tuan rumah. Menurutnya, Kendal Tornado FC mampu memaksimalkan kesempatan yang didapat sehingga pantas keluar sebagai pemenang.
“Selamat untuk Kendal Tornado atas kemenangan ini. Mereka mampu memanfaatkan peluang dengan lebih baik. Dalam sepak bola, penguasaan bola dan jumlah tembakan tidak selalu menjamin kemenangan. Kami harus lebih efektif ketika mendapatkan kesempatan,” ujar Tavares dalam konferensi pers seusai pertandingan.
Pelatih berusia 47 tahun itu juga menyoroti sejumlah kesalahan yang dilakukan anak asuhnya. Salah satunya berkaitan dengan buruknya antisipasi ketika kehilangan penguasaan bola dalam situasi transisi.
Menurut Tavares, kesalahan dalam distribusi umpan maupun transisi permainan memberikan ruang bagi Kendal Tornado FC untuk melancarkan serangan balik berbahaya. Situasi tersebut menjadi salah satu aspek yang harus segera dibenahi Persebaya.
“Kami melakukan beberapa kesalahan, terutama ketika kehilangan bola saat transisi. Ada umpan yang tidak berjalan dengan baik dan situasi tersebut bisa dimanfaatkan lawan untuk menyerang. Hal-hal seperti ini harus kami evaluasi karena pada level kompetisi seperti ini, kesalahan kecil bisa berujung fatal,” jelasnya.
Meski kecewa dengan hasil pertandingan, Tavares tetap mengapresiasi semangat juang para pemain. Ia menilai para penggawa Green Force telah menunjukkan karakter dengan terus berusaha mengejar ketertinggalan hingga pertandingan berakhir.
“Saya senang dengan sikap dan karakter yang ditunjukkan para pemain sepanjang pertandingan. Mereka tetap berusaha memberikan yang terbaik hingga akhir laga,” tandasnya.
Kekalahan dari Kendal Tornado FC menambah catatan kurang memuaskan Persebaya dalam dua pertandingan terakhir. Sebelumnya, Green Force hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (30/10).
Hasil tersebut membuat Persebaya belum mampu menemukan konsistensi permainan yang diharapkan. Evaluasi pun menjadi pekerjaan penting bagi Tavares, terutama dalam memperbaiki efektivitas serangan dan mengurangi kesalahan yang berpotensi merugikan tim.
Di tengah hasil mengecewakan tersebut, Tavares menegaskan tidak akan melempar tanggung jawab kepada para pemain. Ia menyadari posisi pelatih membuat dirinya harus menjadi pihak yang bertanggung jawab atas hasil pertandingan, termasuk keputusan dan evaluasi yang dilakukan sepanjang laga.
“Terkait hasil ini, saya bertanggung jawab sepenuhnya sebagai pelatih. Kekalahan ini menjadi tanggung jawab saya,” tutup Tavares.










