Scream For Pride, Band Khusus Lagu-Lagu Persebaya dan Bonek

SPF
Scream For Pride saat manggung. (Foto: squad.id)

Ada band yang sudah tidak asing lagi namanya di kalangan bonek pendukung Persebaya, terutama bonek penghuni tribun utara Gelora Bung Tomo (GBT). Namanya Scream For Pride (SFP). SFP adalah sebuah band yang menciptakan sekaligus menyanyikan lagu-lagu khusus untuk Persebaya dan bonek.

Ide awal terbentuknya band berasal dari bonek penghuni tribun utara GBT. Tribun yang dikenal sebagai Green Nord.Kemarin (16/10), emosijiwaku.com berkesempatan mewawancarai frontman SFP, Capo Ipul. Selain sebagai vokalis SFP, dia adalah dirigen tribun Green Nord setiap kali Persebaya main.

Capo Ipul bercerita jika awalnya banyak bonek penghuni tribun yang menginginkan sebuah band yang terbentuk murni berasal dari bonek–bonek penghuni tribun. Lontaran ini dikemukakan pertama oleh almarhum Evril Yudha, teman Capo Ipul.

Gayung bersambut. Berkumpullah lima orang yang terdiri dari Anom (bass), Colis (drum), Wak Breng (gitar), Mas Is (gitar) dan Capo Ipul sebagai vokalis. Pada saat itu, band itu belum mempunyai nama.Latihan perdana mereka dilakukan di studio musik di dekat Kebun Binatang Surabaya.

Seiring berjalannya waktu, Anom, salah satu personil band, memutuskan mundur. Setelah itu, nama Scream For Pride muncul menjadi nama band yang beranggotakan empat orang.

logo spf
Logo SFP

SFP mempunyai logo yang mirip dengan logo bonek. Logo wajah yang berteriak berwarna hitam putih ini diciptakan Muhamad Eko, seorang bonek asal Manukan.

“Logo ini mencerminkan semangat kami bermain musik untuk Persebaya,” kata vokalis yang akrab dipanggil Capo itu.

Pertunjukan pertama mereka terjadi saat manggung di sebuah kafe di Rungkut untuk acara amal “Donasi Untuk Anak Jalanan”.

Beberapa lagu yang sudah diciptakan untuk Persebaya antara lain: We Love U Persebaya, Emosi Jiwaku, Disini kami Menanti, dan Ayo Green Forceku.

Beberapa kali, SFP melakukan konser awaydays, konser di luar Surabaya, diantaranya di acara ultah Bonek Magelang, Bonek Jogja, Bonek Cepu. Sementara di Surabaya, sudah tidak terhitung lagi berapa kali mereka manggung.

BACA:  Paseduluran Bonek Adalah Kunci

Terakhir, SFP diundang manggung saat final Piala Kemerdekaan antara PSMS Medan versus Persinga Ngawi di Gelora Bung Tomo, Minggu (13/9).

Terjadi pergantian personil lagi saat Wak Breng memutuskan mundur. Posisinya digantikan Dika. Ada penambahan personil, yaitu Ucup pada rhtym gitar.

Genre music SFP adalah alternative dengan gaya Surabaya. Ada tiga lagu yang sudah mereka rekam, yaitu Ayo Green Forceku, Disini Kami Menanti dan Emosi Jiwaku.

SFP mempunyai visi mengenalkan lagu-lagu Persebaya kepada masyarakat yang mencintai musik dan Persebaya. Mereka akan terus berjuang dan mendukung Persebaya melalui lagu-lagu dan lirik-lirik mereka. (bim)