Memasyarakatkan Bonek, Mem-Bonek-kan Masyarakat

Foto: bola.com

Persebaya dan Bonek adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan. Di mana ada Persebaya, di situ pasti ada Bonek. Di tulisan saya yang pertama kali seumur hidup ini, saya akan membahas eksistensi Bonek yang terhalang oleh citra buruk (Karena hanya itu yang mau dilihat orang lain tentang Bonek).

Berbanding terbalik dengan pandangan masyarakat luar Surabaya yang memandang bonek adalah produk asli Surabaya, warga Surabaya sering memandang Bonek sebelah mata. Menurut saya hal ini terjadi karena citra buruk bonek yang masih melekat. Ini wajar terjadi. Orang banyak berkumpul dan saling tidak kenal lalu terjadi kerusuhan itu sudah biasa. Anggota dewan yang pendidikannya tinggi ketika dikumpulkan dalam sebuah rapat dengan orang banyak pun sering rusuh. Yang membedakan hanya para anggota dewan itu berpenampilan rapi. Jadi terkesan hal biasa ketika mereka rusuh. Dan menurut saya, kita bisa merubah citra buruk Bonek dengan cara seperti mereka, berpenampilan rapi dari sikap maupun pakaian.

Warga Surabaya (yang non Bonek nyel) sering meremehkan Bonek karena melihat penampilan dan sikap mereka di jalan. Masyarakat mungkin malah merasa terganggu dengan kehadiran Bonek. Jadi sudah saatnya Bonek melakukan revolusi mental. Kita mulai saja dari penampilan yang menarik. Dengan penampilan yang lebih menarik, saya yakin mereka akan mengubah pikiran buruk terhadap Bonek.

Berangkat ke stadion mandi dulu, memakai baju bersih, memakai sepatu atau minimal memakai sandal, tertib di jalan, serta tidak mengganggu pengguna jalan lain. Saya yakin kalau sikap dan penampilan kita mbois, semua warga Surabaya termasuk cewek-cewek mbois pasti mau diajak mbonek. Toh sebenarnya Bonek sudah lebih baik dan hampir tidak pernah melakukan kerusuhan. Sayangnya Bonek masih terhalang oleh citra buruk yang terlanjur melekat.

BACA:  Chant Class Bersama Green Nord Sambil Penggalangan Dana

Dan oleh sebab itu, maka kita harus mengubah pola pikir mereka. Kita tunjukkan kalau Bonek itu suporter paling tua dan sudah dewasa. Kita mulai dari diri sendiri. Kita jadikan diri kita bonek yang mbois secara sikap dan penampilan. Bonek yo isok ngganteng. Ini adalah kota kita tercinta. Kita suku asli Suroboyo. Kita keras di stadion tapi ramah di jalan. Merdeka!

Salam satu nyali! Wani!
Bonek Mbois