Serial Budi Johanis (4-Habis): Pensiun dari BRI, Tertarik Masuk Tim Pemandu Bakat

Budi Johanis (berdiri kiri) bersama PSSI Perserikatan.

Dengan usia yang terus bertambah, Budi Johanis memilih pensiun. Dia memilih konsentrasi di karir pekerjaan.

***

Posturnya sudah berbeda jauh dengan saat masih akti di lapangan. Dulu, Budi Johanis terlihat kurus.

Namun, kini, dalam usia 49 tahun, mantan playmaker terbaik yang pernah dimiliki Persebaya Surabaya tersebut terlihat gemuk.

”Sekarang, saya sudah jarang sepak bola. Bahkan, bisa dikatakan tidak pernah lagi,” kata Budi saat ditemui di rumahnya di kawasan Rungkut Bharata pada Rabu (7/9/2016).

Kini, olahraga yang ditekuni adalah bulu tangkis. Hanya, olahraga tepok bulu itu pun tak setiap hari dijalani.

Dia mengakui, darah sepak bola tak ada yang turun ke anaknya. Ini dikarenakan darah dagingnya semuanya putri.

Mereka adalah Dian Restu, Cendy Paramita, dan Nanda.

”Tapi,ketiganya tahu bahwa ayahnya adalah pesepak bola. Dulu mereka sering diajak ibunya ke lapangan menyaksikan saya bermain,” ungkap Budi.

Bahkan, saat anaknya bekerja dan dia menjemput, dulu sering rekan kerja anaknya meminta tanda tangan. Ternyata, mereka merupakan fans Persebaya.

Di pekerjaannya di BRI, Budi pun sudah pensiun. Dengan memulai karir dari bawah sebagai pembukuan.

”Saya pernah menjadi asisten manajer operasional di BRI Cabang Kusuma Bangsa.

Meski lama tak bersinggungan dengan Persebaya, tapi Budi ternyata masih mempunyai perhatian dengan Persebaya. Buktinya, saat Lulut Kistono, pelatih yang ikut membantu Persebaya mempersiapkan diri saat timnya tak berlaga di kompetisi, menawari menjadi pemandu bakat kompetisi, dia tertarik bergabung.

”Saya sudah longgar waktunya. Semoga kalau bisa masuk, saya bisa menemukan bisa ikut menamukan talenta tinggi yang dibutuhkan untuk mengangkat kembali Persebaya,” jelas Budi. (Tamat)

BACA:  Serial Budi Johanis (1): Dua Kali Menembus Skuad Persebaya Junior