Turunkan Spanduk Umpatan Terhadap PSSI, Kurangi Nyeker, dan Beli Tiket

Kembalinya Persebaya di kancah sepak bola nasional adalah berita paling hangat di awal tahun 2017. Di-mati suri-kan selama kurang lebih enam tahun tidak membuat pendukungnya ikutan mati suri. Usaha demi usaha dilakukan untuk melawan ketidakadilan yang tidak selayaknya didapat Persebaya yang notabene adalah salah satu klub pendiri PSSI.

Kembalinya Persebaya berkiprah di tempat yang seharusnya berada semakin terlihat jelas ketika Ketua PSSI Edy Rahmayadi datang ke Surabaya membawa janji untuk mengembalikan Persebaya. Dan 8 Januari kemarin, janji itu terbukti benar adanya.

Persebaya is Back segera menjadi headline dan trending topic. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan dan euforia Bonek yang menjemput Persebaya langsung ke Bandung. Saya sendiri ketika mendengar kabar tersebut langsung merasa sangat plong.

Ayo rek, sekarang spanduk-spanduknya dibersihkan apalagi yang berisi umpatan terhadap PSSI. Apalagi PSSI sudah menepati janjinya. Game Day, nonton ke stadion rapi kalau bisa pakai sepatu (ojok nyeker rek). Stop nyanyian rasis karena banyak kelompok-kelompok suporter yang mendukung waktu kita memperjuangkan Persebaya.

Perjalanan berangkat dan pulang dari stadion gak perlu resek di jalan. Apalagi pakai kibas-kibas syal di depan pengguna jalan yang lain. Harus diingat, mereka juga sama seperti kita warga Surabaya.

Dan terakhir, kalau game day beli tiket rek. Sudah gak jaman gratisan atau tunggu jebolan. Kasihan Persebaya kalau gerbang jebol harus mengganti, stadion GBT ataupun G10N milik pemkot. Sementara Persebaya hanya penyewa. Dan harus diingat uang tiket itu masuk ke kas Persebaya.

Semoga ke depannya, Persebaya dan Bonek bisa lebih baik. Amin

*) Fred Fu Hetharia (fredferin******@gmail.com)