Menerka Calon Pemimpin Bajul Ijo

Calon kapten: Rendi Irwan, M Syaifuddin, Misbakhul Solikhin. (Foto: Joko Kristiono/EJ)

EJ – Tidak hanya kehilangan Mat Halil secara teknis saja, namun terpentalnya legenda hidup Persebaya dari tim juga menimbulkan dampak lain. Selain posisi bek kiri yang ditinggalkan oleh Mat Halil, jabatan kapten tim Persebaya pun juga lowong setelah Abah Halil tak lagi berada di dalam skuad Green Force.

Tidak adanya Mat Halil yang juga merupakan kapten dan pemain panutan tentu akan membuat Persebaya kehilangan seorang leader di lapangan dan di ruang ganti. Halil yang didapuk sebagai kapten Persebaya menggantikan Erol Iba pasca era Indonesian Premier League (IPL) memang belum lama menjabat sebagai skipper Bajol Ijo. Namun dalam periode singkat itu, Halil menunjukkan jiwa kepemimpinan yang luar biasa bagus, termasuk pada masa-masa perjuangan Persebaya.

Tanpa Mat Halil di dalam tim, Iwan Setiawan sebagai pelatih kepala Persebaya pun harus memilih kapten baru untuk meneruskan tugas sang legenda. Pada laga uji coba melawan PSIS beberapa waktu lalu, Iwan secara mengejutkan memberikan ban kapten kepada youngster Rachmat Irianto. Rian di usianya yang masih sangat muda nyatanya mampu menjadi pemimpin Persebaya di lapangan. Namun dengan minimnya pengalaman Rian serta ia kini mengikuti seleksi timnas U-19, maka coach Iwan sepertinya akan memberikan posisi kapten tim kepada pemain lain. Lalu siapakah calon kapten Persebaya yang akan menjadi pemimpin Bajol Ijo selanjutnya? Berikut beberapa nominasi calon kapten Persebaya versi EJ.

Rendi Irwan

Nama Rendi Irwan menjadi kandidat terkuat untuk menerima tugas sebagai kapten tim setelah Mat Halil. Saat ini Rendi adalah pemain paling senior di Persebaya jika hitungannya adalah durasi membela klub. Pemain mungil itu sudah memperkuat Persebaya sejak tahun 2011. Sempat diselingi dengan hijrah ke Persik Kediri dan Persija Jakarta pada periode 2014-2016, Rendi kembali berseragam hijau Persebaya mulai musim ini.

Meski lahir di Sidoarjo, Rendi memulai karier juniornya di klub Mitra Surabaya dan menjadi bagian dari tim PON Jawa Timur 2008 seangkatan dengan Andik Vermansyah. Rendi dikenal dengan gaya mainnya yang cepat, ngotot dan punya eksplosivitas tinggi. Dengan pengalaman serta dedikasinya bagi Persebaya, Rendi memang sangat patut untuk menjadi nominasi calon kapten penerus Mat Halil. Di dalam lapangan, Rendi juga termasuk pemain yang cukup vokal karena tak ragu untuk berteriak memberikan instruksi kepada rekan-rekannya.

Namun sedikit kelemahan Rendi di atas lapangan adalah emosinya yang kadang terlalu cepat meledak. Dalam beberapa laga uji coba beberapa waktu yang lalu, Rendi kerap memprotes keputusan wasit dengan nada keras. Selain itu, pemain yang identik dengan nomor 12 itu juga sering terlibat konfrontasi dengan pemain lawan. Jika mampu meredam emosinya agar tidak terlalu cepat naik, Rendi bisa menjadi sosok kapten yang cocok memimpin Persebaya.

Misbakhus Solikin

Nominasi calon kapten Persebaya berikutnya adalah jenderal lapangan tengah Bajol Ijo, Misbakhus Solikin. Pemain yang akrab disapa Miss tersebut merupakan sosok pribadi yang kalem dan tak banyak bicara ketika di luar lapangan. Namun ketika di dalam lapangan, Solikin menjelma menjadi seorang jenderal yang memimpin lini tengah Persebaya.

BACA:  Respon Positif dan Ketenangan Hasilkan Tiga Poin di Madiun

Meski berpembawaan kalem, Solikin ternyata cukup vokal ketika berada di dalam lapangan. Posisinya sebagai gelandang tengah memang menuntutnya untuk banyak berteriak memberikan komando saat mengkreasi serangan atau membantu pertahanan.

Masih berusia 25 tahun, Solikin memang menunjukkan tingkat kematangan yang cukup bagus. Ia mampu meredam emsosi saat berada di lapangan. Ketika melancarkan protes kepada wasit, Solikin juga melakukannya dengan cara-cara yang sportif. Selain itu, Solikin juga mampu berkomunikasi secara baik dengan tim pelatih dan bisa menerjemahkan instruksi pelatih yang ditujukan kepada pemain-pemain lain.

Mokhammad Syaifudin

Bek Bajol Ijo, Mokhammad Syaifudin juga pantas dipertimbangkan untuk menjabat sebagai kapten Persebaya. Syaifudin adalah putra daerah karena lahir dan besar di Surabaya. Meski lahir di Surabaya, namun Syaifudin justru memulai karier sepakbolanya di luar Kota Pahlawan.

Pada level junior, Syaifudin mengenyam ilmu sepakbola di tim muda Deportivo Indonesia yang berkompetisi di Uruguay. Bahkan, Syaifudin sempat dipinjam oleh salah satu klub asal Chile, Universidad de Concepcion selama enam bulan. Sekembalinya Syaifudin ke Indonesia, pemain berposisi bek tengah dan bisa dimainkan sebagai full-back itu bergabung dengan Pelita Bandung Raya (2012-2015) dan PSS Sleman (2015-2016).

Meski baru berusia 24 tahun, Syaifudin sudah menunjukkan level kematangan layaknya pemain senior. Berposisi sebagai seorang bek, Syaifudin termasuk pandai menjalin komunikasi dengan rekan-rekannya di lini belakang Persebaya yang kini dihuni oleh pemain-pemain muda. Kekurangan Syaifudin sebagai calon kapten adalah ia kurang vokal di atas lapangan. Syaifudin jarang sekali berteriak memberikan komando atau menegur rekan setim jika melakukan kesalahan teknis di atas lapangan. Namun seiringnya jam terbang yang ia dapatkan, kemampuan leadership Syaifudin tentu juga akan terbangun.

Diluar tiga nama nominasi kapten Persebaya di atas tadi, sebenarnya masih ada beberapa nama yang bisa dicalokan sebagai pemangku jabatan pemimpin di lapangan dan di ruang ganti. Rachmat Afandi dan juga Rachmat Latief merupakan sosok pemimpin yang bagus jika melihat senioritas mereka. Pemain muda Sidik Saimima juga bisa saja diangkat menjadi skipper Persebaya karena memiliki gaya main yang lugas dan ngotot khas arek Suroboyo. Atau, Rachmat Irianto yang juga berpotensi menjadi kapten termuda dalam sejarah Persebaya.

Namun siapapun yang kelak menjadi kapten Persebaya, ia harus bisa menjadi pemimpin dan panutan baik di dalam maupun di luar lapangan. Tak hanya mengemban tugas sebagai pemberi komando di atas lapangan, sorang kapten juga harus bisa memberikan motivasi saat tim sedang berada dalam situasi sulit. Selain itu, kapten tim Persebaya juga harus memiliki “keberanian”, dalam arti positif, yang menjadi ciri khas arek-arek Suroboyo. (rvn)