Mbonek dengan Niat Nonton Persebaya

Bonek di tribun VIP Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya. Foto: Joko Kristiono/EJ

Awaydays adalah saat paling membahagiakan bagi seorang suporter sepak bola di mana pun berada. Ada rasa yang sudah untuk diungkapkan ataupun dituliskan. Hanya bisa dirasakan bagi yang menjalaninya. Kebanggaan atas tim kesayangan membuat mereka yang melakukan awaydays akan mengikuti ke mana klub mereka bermain.

Beberapa waktu lalu, Bonek seperti biasa juga mengikuti Persebaya yang bermain di Palangka Raya. Ada yang melalui jalur laut dan udara. Bukan cuma masalah waktu tapi juga biaya yang tidak sedikit yang mereka keluarkan untuk mendampingi Persebaya. Sebelumnya, mereka juga melakukannya ke Martapura.

Saat Persebaya bermain di pulau Jawa, kadang susah bagi Bonek untuk menonton. Ini adalah sebuah anomali. Blitar, Ngawi, dan terakhir Tuban di mana Bonek tidak boleh datang dengan berbagai alasan. Di Tuban bahkan ada maklumat yang lucu. Warung-warung disuruh tutup. Padahal Bonek sudah dilarang bepergian.

Sebelumnya, ada kisah Reza, Bonek cilik yang untuk mendapatkan selembar tiket nonton Persebaya harus berjualan telur puyuh di Taman Apsari dan Taman Bungkul. Ini sebenarnya sangat inspiratif. Juga beberapa Bonek yang berusaha apapun untuk bisa awaydays ke Palangka Raya atau di mana pun. Semua bisa menjadi sebuah cerita nyata bahwa Bonek sudah berubah menuju lebih baik.

Kisah kena copet, sartok, atau pemerasan yang biasa tercecer saat partai home maupun away di daerah Jawa adalah hal yang memalukan. Jika memang niat mbonek tentu tidak akan berbuat seperti itu. Malulah sama yang tulus dan bekerja keras untuk mbonek. Mereka menjaga nama Persebaya dan Bonek, bukan malah melukai apa yang mereka jaga.

BACA:  Persebaya Aku Sayang Kamu

Kecintaan pada Persebaya dan pada Bonek haruslah nyata dalam perbuatan. Semoga ide “Bonek Marshall” segera bisa terwujud. Edukasi pada mereka yang sering berbuat negatif bisa dilakukan semua pihak. Bonek harus bisa diterima di semua kota mana pun. Jangan karena perbuatan itu semua terkena dampaknya.

Di laga Sabtu depan, sudah saatnya tidak ada lagi cerita kecopetan, kena sartok, ataupun pemerasan di jalan yang dilakukan “Boling”. Buktikan. Ayo buktikan kalian memang niat mbonek.

Wani berubah? Wani.