Shella, Bonita Jombang dan Pengalamannya Sewa Truk Nonton Persebaya

Shella (berjilbab duduk). Foto: Shella
Iklan

EJ – Shella nama panggilannya. Seorang Bonita asal Kota Santri, Jombang. Gadis kelahiran Jombang 1996 ini adalah salah satu Bonita dari sebuah komunitas Bonek Ngoro Jombang (BNJ). BNJ adalah sebuah komunitas kecil yang berada di perbatasan Jombang-Kediri. Anggotanya sekitar 50 orang dari segala usia, entah itu anak sekolahan atau kaum pekerja.

Berdiri sejak 2010, saat itu masih sangat sedikit Bonek yang bergabung. Pandangan tentang Bonek masih belum utuh. Kini, keberadaan BNJ sudah diakui masyarakat Ngoro dan sekitarnya. Para orang tua tidak takut lagi melepaskan anaknya untuk nonton bola atau melakukan kegiatan apapun bersama BNJ. Mereka sudah mulai mengerti apa itu BNJ dengan segala kegiatan positifnya.

Shella (berjilbab). Foto: Shella

Hal ini bisa dibuktikan dengan kegiatan-kegiatan selalu dilakukan, misalnya mengikuti gerak jalan atau karnaval ketika HUT RI setiap tahunnya, mengadakan acara bagi takjil dan buka bersama di jalan raya, mengadakan acara futsal rutin setiap satu minggu sekali, mengadakan nonton bareng bila tidak memungkinkan untuk away, dan masih banyak lagi.

Sebagai anggota, Shella ikut aktif dalam segala kegiatan BNJ saat masih tinggal di Jombang. Saat ini, Shella berada di Denpasar sebagai salah satu pengajar lembaga bahasa asing. Shella merupakan alumni Bahasa Inggris, Universitas Negeri Surabaya.

Iklan

Sudah puluhan kali bahkan lebih Shella datang langsung ke stadion. Baik saat Persebaya bermain di kandang maupun tandang. Ada momen-momen menarik yang diceritakannya tentang perjalanan menonton Persebaya.

Shella (berjilbab hitam). Foto: Shella

Salah satu momen unik yang diceritakan Shella adalah saat menonton laga Persebaya di kompetisi LPI. Saat itu, Shella dkk berangkat sejak pukul 10 pagi dari Jombang menggunakan sebuah truk sewaan. Di dalam kendaraan itu, hanya ada dua orang perempuan termasuk Shella.

“Keadaan di dalam sangat sesak dan susah untuk dibuat gerak, kami berdua selalu jaga jarak dengan mereka. Karena ada beberapa anak yang sengaja mepet-mepet kami terus,” tutur Shella kepada EJ.

Belum sampai ke stadion, truk tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanan. “Hanya boleh sampai di Terminal Benowo atau apa itu, pokok yang jalan sebelum rel. Alhasil kami harus jalan kaki sangat jauh sekali. Tahu sendiri juga kan? Para lelaki kalau jalan cepet banget dan kami harus mengimbangi mereka. Kalau tidak pasti tertinggal di tengah ribuan orang,” lanjutnya.

Setelah sampai di stadion, mereka makan nasi bungkus yang dibawa dari rumah. Mereka memang membawa bekal dari rumah dengan lauk seadanya. Setelah makan, mereka pun langsung masuk stadion.

Usai pertandingan, mereka harus berjalan kaki sangat jauh untuk mencari truk yang mengantarkannya tadi. Setelah ketemu, mereka akhirnya pulang. Di tengah-tengah perjalanan, hujan turun sangat deras karena kebetulan saat itu musim hujan.

“Semuanya panik dan mencari apapun untuk dijadikan payung. Akhirnya terpal pun dibentangkan di atas truk. Setiap orang memegang sudut-sudut terpal agar tidak bocor. Aku benar-benar salut dengan mas-mas yang rela megangin terpal buat kami para perempuan agar tak kehujanan,” ungkapnya.

Menurut Shella, mereka menahan terpal yang dipenuhi air di tengah-tengah hembusan angin yang begitu kencang. Shella dan teman-temannya yang di dalam truk hanya bisa terdiam dan merasa takut jika tiba-tiba ada petir yang menyambar.

“Dan itu merupakan momen yang tak terlupakan, di mana rasa persaudaraan benar-benar diuji. Suka duka ditanggung bersama,” kata Shella mengakhiri ceritanya.

Ia mempunyai harapan untuk Bonek dan Persebaya. “Semoga Bonek lebih bisa terkoordinir secara rapi, tidak ada lagi oknum Bonek yang merugikan nama besar Bonek yang sudah mulai bagus, kurangi kebiasaan cari ketenaran dan doyan selfie ketika pertandingan, khususnya untuk para Bonek Bonita hits,” ujar Shella.

Sementara harapannya untuk Persebaya adalah agar menjadi klub profesional dalam segi pengelolaan dan peningkatan prestasi, memiliki infrastruktur yang memenuhi standar kelayakan, serta memiliki akademi pembinaan berjenjang yang kompetitif. (bim)

Profil singkat:

Nama: Shella
TTL: Jombang 16 Januari 1996
Prestasi:

  • Juara 1 POPDA 2013 Pencak Silat Jombang
  • Juara 1 Seleksi PORPROV 2013 Pencak Silat Jombang
  • Juara 2 Lomba Cerpen 2015 UNESA
  • 2013 – 2015 Reporter dan Redaktur GEMA UNESA

Hobby: Membaca, menulis, doodle art

Komentar Artikel

Iklan

No posts to display