Bonek Bergerak Tuntut Persebaya Berkandang di Surabaya

213
Gelora Bung Tomo. Foto: Persebaya.id

EJ -- Kompetisi Liga 1 2020 akan segera digulirkan. Menurut PT LIB selaku penyelenggara liga, kompetisi musim ini bakal digeber pada awal Maret nanti. Rencana tersebut tinggal menunggu hasil kongres PSSI tanggal 25 Januari mendatang. Lalu bagaimana persiapan Persebaya menghadapi Liga 1 2020?

Persebaya sudah bergerak cepat dalam hal penyusunan tim dan bahkan salah satu tim yang paling siap menghadapi musim baru Liga 1. Namun, ada hal yang tak kalah penting dan bahkan sangat berpengaruh bagi pencapaian Persebaya dalam menjalani kompetisi. Ya, veneu laga kandang Persebaya yang belum jelas. Hal itu terkait dengan diajukannya Gelora Bung Tomo (GBT) sebagai kandidat tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2021. Sehingga membutuhkan renovasi guna memenuhi syarat stadion penyelenggara Piala Dunia U-20.

Pihak Persebaya telah mengirimkan surat ke Pemkot Surabaya selaku pemilik dari GBT untuk beraudensi. Tujuannya agar Persebaya dapat memakai stadion di wilayah Benowo itu berdampingan dengan renovasi. Namun, sampai sekarang belum ada perkembangan soal hal tersebut.

Belum ada titik terang soal diperbolehkannya GBT sebagai venue Persebaya musim ini membuat Bonek geram. Bonek akan membuat langkah awal perjuangan dengan memasang spanduk-spanduk di sudut-sudut kota yang berisi tuntutan agar Persebaya bisa bermain di Surabaya.

Bonek Tribun Utara melalui laman Instagram @Greennord.27, mengimbau, kepada seluruh elemen Bonek untuk memasang spanduk perjuangan di seluruh sudut kota Surabaya. Hal yang sama juga dilakukan komunitas-komunitas Bonek yang ada di Surabaya. Bahkan mulai ramai pamflet- pamflet yang berisikan tuntutan Bonek di media sosial. Langkah awal ini diharapkan menjadi sentilan bagi Pemkot agar mempertimbangkan aspirasi Bonek maupun Persebaya untuk tetap berkandang di Surabaya. Terlebih adanya komunikasi lebih intens antara Persebaya, Bonek, dan Pemkot. (osc)

Bonek Terus Berjuang Kembalikan Mess Persebaya

Komentar Artikel

BACA:  Piala Dunia Sementara, Persebaya Selamanya: Sebuah Klarifikasi