Jarak dengan Cinta Pertama Saya Persebaya

Foto: Dok. Abdul Rahman Kelosan

Ada jauh yang membuat kita berjarak. Terpisah di antara dua tempat yang berbeda. Kita tak tahu, apakah esok jarak di antara kita akan mendekat, atau bahkan semakin menjauh? Kita tak tahu, apakah jarak di antara kita nantinya akan menjadi alasan pertemuan atau justru jawaban atas sebuah perpisahan? Kita juga benar-benar tidak tahu, apakah jarak yang tercipta di antara kita nantinya akan membuat kita saling bertatapan, atau bahkan saling menghilang?

Ada jeda yang membuat kita berjarak. Terpisah di antara waktu yang sama, namun dalam keadaan yang berbeda. Kita tak tahu, apakah esok jeda di antara kita akan semakin singkat, atau mungkin semakin lama? Kita tak tahu, apakah jeda di antara kita nantinya akan membuat kita sama-sama mencari, atau saling menjauh? Atau jeda yang tercipta ini membuat kita saling menunggu, dan akhirnya kita tak bertemu?

Jika jarak hanya diukur dari seberapa jauh perbedaan tempat kita, maka mungkin selamanya kita akan terpisah. Takkan ada jarak yang benar-benar mendekat. Takkan ada jauh yang benar-benar hilang.

Jika jarak hanya diukur dari banyaknya jeda, maka mungkin selamanya kita takkan benar-benar menemukan waktu bertemu. Takkan ada jeda yang benar-benar selesai.

Karena jauh dan dekat, lama dan sebentar, adalah masalah hati. Bukan tempat atau waktu yang membuat kita berjarak, melainkan hati kita sendiri. Karena meski kita terpisah oleh jarak yang sangat jauh, saat hati kita tetap dekat, bukan masalah kan? Meski jeda kita untuk bertemu terasa sangat lama, saat hati kita sabar menunggu, tak ada yang perlu dikhawatirkan kan?

BACA:  Saya Akan Mati Bahagia Jika Persebaya Bangkit Dari Tidurnya

Dan saat hati kita telah benar-benar dekat dengan-Nya, maka bukan tak mungkin Ia akan mendekatkan hati kita. Yang nantinya, Tuhan juga akan mendekatkan jarak kita yang jauh, memangkas jeda kita yang lama.

Saat hati kita dipertemukan, kita hanya perlu bersiap. Bersiap untuk medekat, hingga tak ada sejengkal jarak yang memisahkan, tak ada sedetik jeda yang mengacaukan. Hati kita benar-benar bersatu dengan sempurna.

Japan1927!

*) Abdul Rahman Kelosan (abdulrahman*******@yahoo.com)

Facebook Comments