SIM-CG, Antara Kerakusan dan Senjata Makan Tuan

saham
Cholid Goromah dan Saleh Ismail Mukadar. (Foto: sportanews.com)

Sebelum 2009, PSSI lebih dari sekali mendapat teguran dari FIFA dan AFC. Federasi sepak bola tanah air itu diminta untuk melepaskan ketergantungan APBD untuk klub-klub yang mengaku profesional yang bermain di Liga Indonesia yang juga diklaim profesional.

Pada tahun 2009, mau tidak mau klub-klub di Indonesia yang bermain di kasta tertinggi Liga Indonesia harus berbadan hukum. Badan hukum yang dikenal dalam sistem hukum di Indonesia adalah Perseroan terbatas (PT) dan Koperasi.

Jika tidak salah, pada Juli 2009 PT Persebaya Indonesia (PT PI) terbentuk dengan komposisi saham: Saleh Ismail Mukadar (SIM) 50 persen, Cholid Goromah (CG) 30 persen, dan Koperasi Surya Abadi Persebaya (KSAP) 20 persen.

Saya kembali mengingatkan, pada 2008, sebenarnya Persebaya sudah akan terbentuk PT. Arif Affandi yang berinisiatif membentuk PT sebagai badan hukum Persebaya. Siapa yang rencananya akan mendukung dan menjadi investornya? Medco salah satu investornya.

Tapi, SIM dan CG ngotot tidak mau Persebaya dijadikan klub profesional yang bebas dari APBD. Apa motif keduanya?

Pasti mudah untuk menjawabnya. Persebaya adalah ladang subur untuk mengeruk uang. SIM dan CG selalu berdalil pada tahun 2008 Persebaya bebas APBD.

Hehehe… Itu uang dari Medco dan Persebaya masih menggunakan APBD

Kita simak sebentar dalil SIM dan CG yang berulang kali dilontarkan kepada Bonek dan publik:

1. SIM dan CG punya saham di PT PI dengan alasan waktu itu SIM adalah Ketua Umum Persebaya, sementara CG sebagai Ketua Pengcab PSSI Surabaya.

2. SIM san CG selalu berdalil mereka sudah berkirim surat ke Pemkot Surabaya untuk mengambil alih Persebaya.

Mari kita bedah dalil atau alasan yang dipakai SIM dan CG:

1. Komposisi saham SIM dan CG yang lebih besar dari koperasi Surya Abadi Persebaya adalah bukti kerakusan keduanya.

Logika mana yang dipakai? Koperasi yang merupakan representasi pemain dan pengurus klub internal Persebaya kok sahamnya lebih kecil dari mereka?

Klaim atas nama Ketum Persebaya dan Ketua Pengcab PSSI Surabaya adalah alasan yang mengada-ada. Dalam PT tidak istilah hukum saham atas nama. SIM CG rakus!

2. Dalil SIM dan CG yang selalu bilang sudah beritikad baik dengan mengirim surat ke Pemkot Surabaya untuk mengambil alih Persebaya adalah taktik jahat.

Ditahun 2009, tidak pernah surat itu dibuka ke publik. Surat itu dikirim secara tertutup dan rahasia. Kenapa? Sangat jelas, tujuannya agar Persebaya tetap bisa dimiliki mereka secara pribadi.

Ingat, Wali Kota Surabaya pada 2009 adalah Bambang DH. Bukan rahasia lagi saat itu Bambang DH adalah sahabat dekat SIM. Jadi, ada unsur konspirasi. Rakus, rakus, dan rakus!

Senjata makan tuan

Sampai sekarang, konflik di Persebaya belum berakhir. Kenapa belum segera berakhir? Jawabannya simple. Karena yang sedang berkonflik adalah mantan teman mesra. Hehehe…

La Nyala Matalliti (LNM) adalah sahabat SIM.  LNM tidak paham sepakbola karena memang bukan bidangnya. SIM-lah yang mengajak LNM untuk terlibat dalam sepakbola nasional.

Sementara Gede Widiade (GW) adalah sobat mesranya CG. CG lah yang memberi jalan untuk Gede Widiade masuk ke Persebaya.

So… LNM GW awalnya didapuk jadi senjata oleh SIM dan CG. Sekarang senjata itu menusuk keduanya. Imbasnya, masalah Persebaya belum berakhir sampai sekarang.
Yang paling menjadi korban dari senjata makan tuan itu adalah Bonek.

Kalau boleh disimpulkan: SIM dan CG tidak punya pengalaman dan kapasitas mengurus klub sepakbola secara mandiri. Karena sepanjang tahun 2010-2013, Persebaya dikelola pihak lain.

Istilah kasarane ngono. SIM dan CG iku doyan legine Persebaya, tapi gak gelem pahit e Persebaya.

Masih dalam rangka Hari Raya Idul Fitri, kami dari keluarga kecil Milisia Supangat hanya ingin satu tuntutan saja: SIM CG Out dari Persebaya!

Akhir kata, Persebaya akan tetap ada selamanya. Kewajiban kita hanya menjaganya.

Facebook Comments