Persebaya Milik Klub Internal, Bukan SIM dan CG

mess
Mess Persebaya (Foto: tribunnews.com)

Berbagai macam teori dan ide untuk kebangkitan Persebaya sudah banyak dituangkan para pakar dan ahli di bidang masing-masing. Ide-ide itu sudah secara terbuka disampaikan lewat media maupun forum diskusi terbatas. Semua menuju satu tujuan membangkitkan dan memperbaiki Persebaya.

Semua yang disampaikan sangat bagus, logis, dan bisa saja diterapkan. Tetapi ada satu hal dasar yang sampai saat ini belum pernah kita dengar. Apa yang akan dilakukan pemilik Persebaya sekarang? Padahal mereka yang memang memiliki Persebaya secara hukum sudah sejak 2009 memegang manajemen Persebaya. Dan seperti kita ketahui Persebaya menjadi seperti saat ini juga karena mereka. Meski juga ada faktor luar.

Wahai para pemilik klub internal,

Bukalah hati dan pemikiran kalian semua bahwa Saleh Ismail Mukadar (SIM) dan Cholid Goromah (CG) telah gagal selama hampir 7 tahun memimpin PT Persebaya Indonesia (PI). Mereka selalu berasumsi bahwa kepemilikan mereka hanyalah amanah dari kalian para pemilik klub internal.

Mintalah kembali amanah itu. Kembalikan sementara kepemilikan atas nama SIM dan CG kepada semua klub internal. Akurlah kalian 30 klub yang ada. Duduk bersama secepatnya untuk pengambilalihan saham yang dikuasai SIM dan CG. Jangan takut pada mereka. Masih banyak di antara kalian atau orang luar yang bisa dan mampu kalian percaya.

Percaya dirilah. Ilmu-ilmu Perserikatan dan gaya manajemen lama sudah usang untuk diterapkan secara keseluruhan dalam mengurus sepak bola saat ini. Era sudah berubah dari semua sisi.

Wahai para pemilik klub internal,

Benahi rumah kalian masing-masing secara organisasi. Akan sangat bagus jika klub internal punya badan hukum apapun itu. Bisa PT, Yayasan, ataupun Koperasi. Koperasi Surya Abadi Persebaya (KSAP) belum menjadi representasi resmi dari klub internal. Coba buka aktanya. Di situ hanya ada beberapa nama yang bahkan bukan bagian dari klub internal.

BACA:  Bertemu Bonek, Tegaskan Persebaya Milik 20 Klub Internal

Terbukalah tentang hal ini. Agar penyelesaian benar-benar terurai secara total. Jika kepemilikan KSAP sudah jelas dan secara adil terbagi di 30 klub internal, maka kalian akan solid. Kalianlah pemilik Persebaya. Walaupun secara moral, Persebaya adalah milik warga Surabaya. Pemerintah Kota juga punya hak untuk memilikinya.

Semua fasilitas properti seperti Mess Karanggayam, Lapangan Karanggayam yang kalian pakai adalah milik sah dari Pemkot.

Wahai para pemilik klub internal,

Jika memang RUPS kemarin sudah ada aktanya, artinya KSAP adalah pemilik mayoritas. Segala sesuatu bisa kalian kendalikan. SIM dan CG telah terbukti gagal. Apalagi yang ingin kalian pertahankan dari mereka? Jika kalian masih takut, serahkan mandat ke Pemkot biar mereka yang memberi solusi nanti.

Pelaksanaan KLB PSSI berikutnya hanya tinggal dua bulan. Hanya dengan Revolusi Persebaya semua bisa mulai diperbaiki. Jika kalian tidak mempunyai keinginan berubah, Persebaya akan tetap mati seperti sekarang.

Ajaklah semua stakeholder yang ada. Bukalah pikiran anda untuk duduk bersama secepatnya. Waktu sudah sangat mendesak agar Persebaya segera diakui federasi. Federasi juga tidak akan mudah mengakui jika semua yang ada di internal Persebaya sendiri tidak sesuai dengan regulasi yang ada. Permasalahan manajemen, tunggakan gaji, dan lain sebagainya adalah hal yang harus diselesaikan secara mendesak.

Rebut kembali hak milik Persebaya dari SIM dan CG. Persebaya milik kalian para klub internal dan juga milik warga Surabaya. Hanya ada satu kata, Revolusi Persebaya!

Facebook Comments