Kemenpora Sayangkan Bentrok Antar Suporter di KONI Cup

136
Bonek yang menjadi korban pengeroyokan dan penganiayaan. (Foto: Bonek Jabodetabek)

EJ – Bentrokan yang terjadi di turnamen sepak bola usia dini, KONI Cup, disayangkan Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora). Turnamen untuk mencari bibit-bibit pemain yang diadakan KONI Pusat ini dihentikan kepolisian menyusul pengeroyokan dan penganiayaan Bonek oleh suporter lawan saat menonton laga Persebaya U17 di Stadion Ciracas, Jakarta (26/1).

“Ini menjadi pelajaran berharga bahwa dalam menyelenggarakan turnamen tidak boleh sembarangan, harus tertib. Kemenpora jelas kecewa, apalagi kejadian ini berlangsung di turnamen usia dini,” kata Teguh Raharjo, Asisten Deputi Pengelolaan Pembinaan Sentra dan Sekolah Khusus Olahraga Kemenpora seperti dikutip dari Topskor.id.

Teguh mengaku jika pihak Kemenpora tidak mengetahui digelarnya turnamen ini. “Ini harus menjadi perhatian. SSB yang ingin ikut turnamen wajib tahu dulu penyelenggaranya berpengalaman atau tidak, mampu dan kredibel atau tidak. Bahkan bisa dipercaya atau tidak,” ujarnya.

Persebaya U17 sedang menjalani babak 8 besar saat peristiwa pengeroyokan dan penganiayaan terhadap Bonek terjadi. Mereka sedang menghadapi tim asal Maluku, Kapala Madang Putra Maluku (KMPM). Saat itu, pertandingan diundur keesokan harinya akibat kedua tim sama-sama menggunakan kostum yang sama, hijau-hijau. Mereka juga tidak membawa jersey kedua atau rompi.

Setelah pertandingan ditunda, saat itulah ada pemain KMPM menendang bola ke arah Bonek. Tak terima, Bonek pun menegur mereka. Namun teguran itu dibalas dengan pengeroyokan dan penganiayaan pemain dan pendukung KMPM. 8 korban dari Bonek dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk mendapatkan perawatan. (iwe)