Untuk Liga 2, Harga Tiket Persebaya Terlalu Mahal

Menanggapi harga tiket di luar member Bonek Card, sedikit keluh kesah saya sebagai suporter yang baru merasakan atmosfer di sebuah stadion. Mungkin kecintaan saya terhadap persebaya tak sebesar kawan-kawan lain namun saya punya sendiri cara bagaimana untuk mencintai tim ini.

Dari mulai sekolah dasar, menengah, sampai atas, bahkan ketika juara 2004, dualisme, sampai dengan sekarang. Dari semua itu, saya hanya bisa menikmati dan mengikuti via layar kaca dan media cetak. Karena banyaknya faktor untuk tidak bisa datang ke stadion. Hingga tiba saatnya dimana dari segi finance, waktu, cara pemesanan tiket, dan tenaga untuk datang ke stadion akhirnya saya dapat menyaksikan untuk pertama kali datang mendukung tim kesayangan walaupun saya sendiri bukan lahir di Surabaya.

Evaluasi pasti sudah dilakukan manajemen untuk laga-laga berikutnya setelah pertandingan melawan PSIS kemarin. Namun yang membuat saya tergelitik adalah harga tiket. Harga tiket mungkin bagi saya yang berpenghasilan cukup tidak ada masalah, namun bagi sebagian kawan-kawan mungkin sangat berat. Apalagi kawan-kawan yang berpenghasilan pas-pasan atau khususnya pada pelajar.

Dengan harga Rp 50 Ribu dan Rp 250 Ribu menurut saya terlalu mahal karena beberapa faktor yang mempengaruhinya, yaitu:

  1. Kompetisi Persebaya masih di Liga 2, bukankah lebih baik harga disesuaikan yang lebih meringankan. Itu akan bisa jadi bahan evaluasi manajemen berapa kawan-kawan yang datang ke stadion ketika Persebaya berhadapan dengan tim tak terkenal.
  2. Bonek akan tetap datang ke stadion tetapi hanya nimbrung dan menunggu bobolan. Saya yakin persentase antara penonton yang masuk stadion dan tidak yaitu 70 persen tidak dan 30 persen masuk.
  3. Jadwal pertandingan yang tengah pekan juga akan jadi kendala manajemen untuk maraup hasil maksimal pendapatan klub. Bisa dibayangkan para Bonek yang senantiasa mengeluarkan sedikit uangnya terkendala waktu untuk meonton ke stadion.
  4. Faktor pemain yang masih muda dan mungkin belum banyak dikenal menjadi salah satu faktor yang membuat harga tiket terlalu mahal. Bukankah dengan emosi dan tenaga yang masih muda mereka butuh dukungan langsung di stadion dan bukan di layar kaca?
  5. Jika tetap diberlakukan dengan harga tersebut, saya yakin layar kaca adalah pilihan paling rasional saat ini. Terus dimana letak keindahan dari sepakbola dan pemain pemain akan tidak ada motivasi untuk bertanding.

Saya yakin manajemen juga ingin berjalan beriringan dengan Bonek. Regulasi eksternal (PSSI dan PT LIB) memang tidak bisa diganggu gugat. Namun regulasi manajemen pasti bisa di kulik lebih dalam lagi.

Terakhir dari tulisan ini, harga tiket tersebut akan menjadi wajar ketika persebaya masuk Liga 1, diisi pemain-pemain nasional, internasional, dan pasti tentunya sudah di dukung panpel yang profesional dari evaluasi pelaksanaan pertandingan di Liga 2.

*) Ryan Fakhruddin (ryan.fakh*****@gmail.com)