Lebih Dekat dengan Dua Striker Baru Persebaya, Rishadi Fauzi dan Mardiono

Rishadi Fauzi dan Mardiono. (Foto: Iwan Iwe/EJ)

EJ – Persebaya berhasil menambah kekuatan pada detik-detik akhir ditutupnya pendaftaran pemain Liga 2. Senin (1/5) kemarin, Persebaya resmi mendatangkan Rishadi Fauzi dan Mardiono. Keduanya merupakan pemain berposisi penyerang. Rishadi yang sebelumnya bermain untuk Madura United FC didatangkan dengan opsi kontrak penuh. Sedangkan Mardiono menjadi punggawa anyar Green Force dengan status pinjaman dari Semen Padang FC.

Kehadiran Rishadi dan Mardiono akan menambah opsi di lini depan Persebaya pasca hilangnya Rachmat Afandi yang dicoret dari tim akibat cedera berkepanjangan. Dengan datangnya Rishadi dan Mardiono, maka kini Persebaya memiliki empat pemain di posisi penyerang, setelah sebelumnya Bajul Ijo sudah memiliki Irfan Jaya dan Yogi Novrian.

Kehadiran Rishadi dan Mardiono memang di waktu yang tepat mengingat saat ini Persebaya sedang dihampiri badai cedera, terutama di ini serang. Krisis penyerang yang dialami Persebaya pun sedikit banyak berpengaruh pada penampilan tim yang hingga kini belum memperoleh kemenangan. Kehadiran keduanya diharapkan mampu menambal kelemahan Persebaya di sektor depan. Nah untuk mengenal dua striker anyar Persebaya, berikut EJ punya sekilas profilnya.

Rishadi Fauzi

Nama Rishadi Fauzi mulai dikenal publik saat ia membela Persita Tangerang. Bersama Pendekar Cisadane pada periode 2009 hingga 2014, pemain kelahiran 4 Juli 1990 itu tampil moncer dengan mencetak 30 gol dalam 50 penampilannya. Berkat penampilan gemilangnya bersama Persita, Rishadi pun diboyong oleh Sriwijaya FC pada awal tahun 2014. Namun sayangnya, Rishadi gagal menunjukkan penampilan terbaiknya bersama Sriwijaya FC. Dua musim berseragam Laskar Wong Kito, Rishadi hanya mampu mencetak 3 gol.

Selepas membela Sriwijaya FC, Rishadi direkrut oleh Madura United. Ia pun membela Madura United pada Indonesia Soccer Championship A yang lalu. Sayangnya, di tim Madura United, Rishadi kalah bersaing dengan penyerang-penyerang top yang dimiliki Madura United dan hanya mampu mencetak 2 gol selama berseragam loreng Madura United.

Secara permainan, Rishadi Fauzi merupakan penyerang bertipe target man. Dengan postur yang cukup kokoh, tinggi 180 cm, Rishadi kuat dalam duel bola-bola atas. Tipe penyerang seperti Rishadi-lah yang dibutuhkan Persebaya saat ini. Ketika gagal menang dalam dua pertandingan awal Liga 2, Persebaya sangat kesulitan mencetak gol karena tidak memiliki seorang target man yang bertugas menyelesaikan serangan. Kehadiran Rishadi yang bisa diplot sebagai penyerang tunggal diharapkan mampu mengobati penyakit Persebaya di lini depan.

BACA:  Misbakhus Solikin, Penerus Trah Gelandang Berkualitas Persebaya

Mardiono

Pada gelaran Indonesia Soccer Championship B lalu, nama Mardiono sangat identik dengan klub Persikad Depok. Memang bukan tanpa alasan bila Mardiono menjadi idola di klub asal Depok tersebut. Bersama Persikad, pemain kelahiran Sijunjung, 4 Maret 1993 itu mampu tampil baik dengan mencetak 4 gol selama gelaran ISC B. Meski akhirnya gagal mengantar Persikad ke babak selanjutnya, namun penampilan Mardiono tetap mampu mencuri perhatian.

Berkat penampilannya yang cukup baik bersama Persikad Depok, Semen Padang FC pun kepincut dengan Mardiono. Pada awal musim Liga 1 kemarin, manajemen Semen Padang pun memasukkan nama Mardiono ke dalam skuad Kabau Sirah. Bergabungnya Mardiono ke Semen Padang tak lepas dari kebijakan manajemen SP yang memanggil para putra daerah untuk bergabung di kompetisi 2017. Mardiono sendiri memang asli kelahiran Sumatera Barat.

Namun belum juga Mardiono sempat berseragam Semen Padang di kompetisi resmi, pemain bertinggi 160 cim tersebut dipinjamkan ke Persebaya. Bergabungnya Mardiono ke Persebaya memang solusi yang saling menguntungkan bagi kedua tim. Persebaya sedang membutuhkan tambahan amunisi di lini serang, sementara Semen Padang ingin menambah pengalaman bagi si pemain.

Kedatangan dua pemain di lini depan tentunya akan menambah kekuatan Persebaya yang hingga pekan kedua ini masih terpuruk di dasar klasemen sementara Liga 2 Grup 5. Meski masih memiliki sejumlah masalah besar terkait mental dan stamina pemain, namun hadirnya dua punggawa baru di dalam tim setidaknya bisa sedikit memberikan angin segar bagi Persebaya. (rvn)