Catatan Kecil dan Evaluasi untuk Persebaya dan Bonek

Gelora Bung Tomo. Foto: Ninda Sahriyani/EJ

Perubahan menjadi lebih baik yang terus berjalan pada Bonek sangatlah luar biasa. Sudah banyak sekali yang bahkan bergeser sangat cepat dari perkiraan semua pihak. Tentu saja belumlah menjangkau semuanya. Bonek sangatlah besar dan menyebar seantero tanah air. Pelan tapi pasti bahwa evolusi yang dilakukan Bonek mulai menunjukkan hasil.

Keberhasilan tersebut bukanlah instan, seperti yang pernah dikatakan oleh Andie Peci bahwa edukasi atau pembelajaran bersama ini sudah mereka lakukan bertahun-tahun bahkan sejak Persebaya tidak diakui PSSI. Yang berhubungan dengan klub misalnya kampanye no ticket no game sangatlah berhasil. Setiap laga home Persebaya minimal 15 ribu bonek hadir dalam stadion. Dan mereka membeli tiket.

Dari laga terakhir saat menjamu PSIM, jumlah penonton yang hadir menurut laporan dari Match Summary tercatat 45 ribu. Luar biasa dan merupakan rekor untuk kompetisi Liga 2 dan Liga 1. Padahal ini masih babak penyisihan grup dan seminggu sebelumnya Bonek baru saja away ke Pamekasan.

Ada beberapa catatan menarik setelah pertandingan melawan PSIM. Catatan ini bisa jadi evaluasi bersama antara panpel pertandingan, pihak keamanan, dan Bonek itu sendiri.

Selain keberhasilan panpel menjual tiket masih sedikit banyak hal-hal yang secepatnya harus diperbaiki, yakni:

Tiket Tidak Di-Scan Tapi Dirobek

Ada beberapa laporan yang menyebutkan bahwa tiket ada yang tidak di-scan tetapi hanya dirobek oleh porter. Tentu ini hal yang janggal. Sejak awal Persebaya bekerjasama dengan My Ticket membuat terobosan tiket memakai barcode. Dari barcode itu nanti yang akan di-scan sebelum memasuki stadion. Beberapa kemungkinan yang terjadi di lapangan adalah minimnya jumlah gate yang dibuka. Hal ini bisa jadi karena alat untuk scan tiket masih sedikit. Dengan jumlah penonton yang puluhan ribu, waktu yang dipakai sangatlah pendek.

Peran Guard Belum Maksimal

Dalam pertandingan kemarin, juga sudah dilibatkan secara aktif apa yang disebut dengan guard. Penulis belum secara detail mengetahui peran dan fungsi dari guard. Tetapi secara umum kalau boleh dikatakan guard membantu pihak pengamanan atau kepolisian di area dalam stadion. Dalam cuitannya di akun twitter Bonek Hoofy mengatakan bahwa peran guard belum maksimal.

Bonek Invasi Lapangan Setelah Pertandingan Usai

Dan hal yang sebenarnya disesalkan juga terjadi pada Bonek. Setelah pertandingan banyak sekali Bonek yang turun ke lapangan. Ini seharusnya tidak boleh terjadi. Lapangan adalah bagian yang steril dari penonton.

***

Dari beberapa catatan di atas bisa diambil beberapa solusi atau pemecahan masalah.

Perlunya Penambahan alat scan tiket

Dengan adanya tambahan alat maka gate yang dibuka bisa lebih banyak. Antrian Bonek tiap gate akan berkurang. Hal ini bisa membuat Bonek lebih cepat masuk ke stadion. Dan yang paling penting bisa menghitung lebih tepat antara tiket yang terjual atau dicetak dengan jumlah tiket yang digunakan masuk stadion. Semua terkait dengan pendapatan dari tiket dan pembayaran pajak.

Peran Guard Lebih Diperjelas Lagi

Ada komunikasi dan pembagian tugas secara jelas serta yang lebih penting kedisiplinan para petugas guard yang ada di lapangan. Memang tidak mudah tetapi tegakkan aturan dan prosedur adalah tugas mereka. Karena jika terus dibiarkan bisa jadi yang rugi adalah Persebaya dan Bonek itu sendiri. Sanksi dan denda akan diterima oleh Komisi Disiplin PSSI.

Bonek Tak Usah Turun Lapangan

Untuk Bonek yang kemarin turun ke lapangan sebisa mungkin menjadi yang terakhir dilakukan. Hormati semua aturan yang ada. Untuk bisa bertemu dan berfoto dengan pemain sudah banyak acara meet and great yang diadakan manajemen. Saat menyanyikan Song For Pride adalah waktu sakral bagi Bonek dan Persebaya. Jika Bonek malah merengsek turun dari tribun akan mengganggu suasana tersebut. Mari kita semua berubah untuk kebaikan Persebaya dan bonek secara terus menerus.

***

Partai kandang terakhir nanti adalah menjamu Persinga Ngawi. Ini akan menarik karena saat main away ke Ngawi, Bonek tidak bisa menyaksikan karena ada larangan tanpa penonton. Juga terkait permainan ala pencak silat Ngawi yang membuat banyak pemain cedera. Ujian buat panpel, guard, dan Bonek untuk tidak terulang beberapa catatan saat melawan PSIM.

Jika tidak berubah maka aku akan kalah” — Kotaro Minami

Facebook Comments