Persebaya, Kenangan Masa Remaja: Cita-Cita Jadi Pemain PSSI (7)

Untuk bisa dipilih menjadi pemain PSSI, aku harus menjadi pemain Persebaya lebih dulu. Sebelum itu, aku juga harus melewati fase yunior di Persebaya, dan sebelum yunior aku harus ikut kompetisi remaja.

Persebaya, Kenangan Masa Remaja: Tikus-Tikus Stadion (6)

Surya Cup 1977 telah berlalu tanpa kehadiran Ronny Pasla. Entah mengapa Persija tidak membawa kiper utama PSSI itu ke Surabaya. Meski kecewa, aku masih bisa menyaksikan dia dari layar TV jika PSSI ada pertandingan persahabatan.

Persebaya, Kenangan Masa Remaja: Final Idaman (5)

Cerita di majalah dan koran tentang kemacetan lalu-lintas di sekitar Senayan dan membludaknya penonton saat final Pre Olympic 1976 rupanya terjadi juga di Surabaya sore itu. Final idaman antara Persebaya vs Persija menyedot perhatian masyarakat. Sejak pagi beredar isu bahwa tiket sudah ludes alias sold out.

Persebaya, Kenangan Masa Remaja: Turnamen Surya Cup 1977 (4)

Aku amat yakin bahwa aku bakal lulus tes masuk SMP Negeri 8, sebab saat SD aku selalu juara kelas, ranking 1 terus sejak kelas 1 sampai kelas-6 meski tidak ada hadiahnya. Justru ketika di SMP aku malah jeblok. Setiap hari pikiran tersita ke sepak bola. Akibatnya sering lalai mengerjakan PR, tugas, dan banyak melamun di dalam kelas, sehingga jangankan ranking 1, ranking 10 saja aku tidak mampu.

Persebaya, Kenangan Masa Kecil: Saksikan Kebanggaan Cetak Gol (3)

Jauuuh sebelum suka sepak bola, saat masih TK, beberapa kali aku diajak embah (kakek) nonton bola, meski mbah putriku tidak suka sepak bola.

Persebaya, Kenangan Masa Kecil: Menantang Klub Slask Polandia (2)

Setelah menonton Persebaya melawan Korea Selatan, aku ketagihan nonton bola. Aku menanti-nanti kapan lagi ada pertandingan Persebaya di Gelora 10 November, Tambaksari, sambil mengumpulkan uang beli karcis dari uang saku sekolah yang biasanya kuterima dari bapak sebesar Rp 10, paling banyak Rp 25.

Persebaya, Kenangan Masa Kecil: Dikalahkan Korea Selatan (1)

Aku masih duduk di bangku Sekolah Dasar ketika pertama kali menonton Persebaya melawan Korea Selatan pada 1976. Waktu itu, aku membeli tiket khusus anak-anak sebesar Rp 100 bersama adikku (alm) yang masih belum mengerti sepak bola. Persebaya mengundang Korea Selatan dalam laga persahabatan usai mereka mengikuti Anniversary Cup di Jakarta.

Jakarta 2005, Sejarah Kelam Persebaya dan Bonek

Sikap kontroversial itu menyisakan banyak misteri hingga kini.

SIVB Untold Stories (5): Dari Persibaja Menuju Persebaja

Lalu mengapa anggapan Persebaya adalah SIVB begitu mengakar di benak pecinta Persebaya hingga kini?

Jogjakarta, Hubungan PSIM-Persebaya dan Bonek Terjalin

Jika ditodong pertanyaan: Apa yang bisa kamu ceritakan tentang Persebaya Surabaya? Mungkin ini yang bisa saya ceritakan.

PALING BARU