Berharap Panpel Permudah Pembelian Tiket Online
Yang sangat disayangkan kenapa tiket yang sudah didapat melalui online harus ditukar di Persebaya Store?
Menjaga Asa Mewujudkan Kejayaan Persebaya
Sebagian besar manusia mempunyai cita-cita umur panjang dan tentu saja sehat. Tetapi tidak satupun yang secara pasti memberi target umur berapa akan hidup. Karena itu materi Illahi.
Bonek Tunggu Official Merchandise Store Persebaya
Selain mengandalkan pemasukan dari penjualan tiket, mengapa manajemen tidak mempertimbangkan juga pemasukan dari sisi merchandise?
Tanyakan Cak Mahardika Nurdiansyah, Song For Pride untuk Apa dan Siapa?
Melanjutkan tulisan cak Muhammad Nooridho Ilmansyah tentang hilangnya taji Song For Pride di Gelora Delta Sidoarjo, saat victory lap pemain timnas U-16 setelah menjuarai piala AFF U-16 kemarin, memang sangatlah janggal dan berlebihan.
Romantisme Itu Bernama Surabaya-Sleman
Celebration Game lalu tak ubahnya ajang bertemunya dua sahabat setelah sekian lamanya tidak berada satu tribun.
Mengatasi Rivalitas Tak Bermutu dengan Bermain Peran
Baru beberapa hari lalu sepak bola kita mendapat sekali lagi kabar duka. Salah seorang suporter pergi mendahului kita akibat manusia-manusia yang kehilangan rasa kemanusiaan. Ada yang bilang ini soal rivalitas, fanatisme, agresi, eksistensi, bahkan gengsi. Tapi benarkah sepak bola kita hanya seputar itu-itu saja?
Masih Terharu Bonek Borong Warung Makan di Tuban
Warung makan milik ibu Inuk itu diborong dulur-dulur Bonek. Sempat ibu itu mbrebes mili karena lagek iki jualane laris entek sampai jam 12 siang.
Perkembangan Persebaya Sejak Kembali ke Pentas Sepak Bola Nasional
Persebaya kembali ke dunia persepakbolaan Indonesia dimulai sejak 7 Januari 2017. Sejak itu, Persebaya yang dikelola Jawa Pos dan sekarang oleh DBL Indonesia terus berkembang dalam semua sektor. Mulai menjadi juara Piala Dirgantara hingga puncaknya menjadi juara Liga 2 2017 yang menjadi tiket menuju Liga 1.
93 Tahun Persebaya, Menjaga Konsistensi di Jalur Prestasi, Bukan Mentradisikan Tragedi
Ingatan itu masih terekam betul di otak kepala saya tatkala usia-usia antara menginjak kelas lima sampai enam SD. Sepak bola dan bermain bola ala kadarnya dengan rekan-rekan sejawat menjadi salah satu memori manis yang tak akan pernah usai sekadar untuk dikenang.













