Deretan Pencetak Hat-trick Persebaya di Liga Indonesia
Tak banyak pemain Persebaya Surabaya yang mampu mencetak tiga gol dalam satu pertandingan atau hat-trick ketika bermain di kompetisi Liga Indonesia. Tercatat, hanya ada...
Hilangkan Rasa Rasis, Bonek Dituntut Lebih Kreatif
Bonek harus menghilangkan rasa rasis dan dituntut lebih kreatif.
Bonek dan Dunia Politik
Di tahun politik ini, kedewasaan Bonek teruji kembali antar Bonek sendiri. Tetaplah menjaga silaturahmi dengan sesama walaupun beda pandangan politik.
Analisa Finansial Persebaya 2018, Bonek Beri Pemasukan Rp 32,5 Miliar
Persebaya mengikuti musim perdananya di Liga 1 2018. Saya membuat analisa berapa pemasukan finansial Persebaya musim ini. Tak hanya dari tiket pertandingan di Liga 1 namun juga Piala Presiden hingga Blessing Game. Ada empat sumber pemasukan Persebaya musim ini yakni tiket penonton, sponsor, subsidi + hak siar, dan merchandise.
Persebaya Bukan Segalanya Tapi Selamanya
Makna Persebaya Selamanya menurut saya sangatlah luas dan memiliki banyak arti. Saya sendiri bukan suporter fanatik yang bisa selalu mendukung Persebaya kapan pun dan di mana pun. Saya juga masih sering nonton di televisi dan hanya memberikan support dari jauh. Saya beberapa kali menyaksikan Persebaya berlaga di Gelora Bung Tomo.
19 September 1945, Bukti Nyali dan Karakter Khas Suroboyo
Kota Pahlawan, begitulah kami dan banyak orang menyebutnya. Bukan tanpa alasan kota ini disebut sebagai Kota Pahlawan, butuh waktu yang tidak sebentar untuk menjelaskan berbagai alasannya. Surabaya banyak melahirkan dan membesarkan tokoh pejuang yang namanya tidak mungkin asing ditelinga warga +62 ini. Dari Bung Karno, Bung Tomo, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Menunggu Kembalinya Gairah Pemain Persebaya
Puasa kemenangan di bulan puasa seperti ini tentu membuat Bonek dan para pecinta Persebaya rasanya tak lega meski sudah berbuka dengan yang manis maupun yang setia.
Masih Terharu Bonek Borong Warung Makan di Tuban
Warung makan milik ibu Inuk itu diborong dulur-dulur Bonek. Sempat ibu itu mbrebes mili karena lagek iki jualane laris entek sampai jam 12 siang.
Saatnya Hentikan Nyanyian “Dibunuh Saja!” dari Tribun Stadion
Dibunuh saja!” menjadi kata yang sangat populer dalam pertandingan sepak bola di Indonesia. Para suporter atau fans sepakbola menyanyikannya, bahkan acapkali di sepanjang laga, ketika klub yang mereka dukung bertemu dengan klub yang mereka anggap sebagai rival. Bahkan kata-kata itu dinyanyikan meski klub yang sedang bermain di lapangan hijau bukanlah klub rival mereka.














