Antiklimaksnya Pergerakan Transfer Persebaya
Pada dasarnya, sebuah klub melakukan transfer pemain atau pembenahan tim dalam menyongsong musim baru itu sudah menjadi hal yang sangat wajar.
Takdir Terindah Tuhan Itu Bernama “Persebaya”
Banyak yang mencintai Persebaya dari berbagai kalangan dengan lika-liku cara yang mereka gunakan. Mulai dari menyaksikan pertandingan-pertandingan Persebaya dari siaran layar kaca atau radio, hingga terus hadir di setiap pertandingan.
Dengan Cara Apapun, Semua Berhak Mencintai Persebaya
Mahal itu relatif, kebanggaan itu mutlak. Mungkin saya naif mempercayai bahwa dengan apparel Persebaya yang swadaya (saya tidak suka menggunakan istilah non-apparel), hasilnya betul-betul akan linier dengan perkembangan tim di segala sektor usia. Tapi memang ini hal paling mendekati realistis.
Irfan Jaya, Persebaya, dan Corona
Irfan Jaya lahir di Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Irfan Jaya mulai bermain sepakbola sejak usia 7 Tahun di Sekolah Sepak Bola Sinoa di Bantaeng. Ia melanjutkan karirnya di klub yang paling menonjol di Sulawesi, PSM Makassar.
Energi Persebaya Bernama Bonek
Beberapa hari jelang laga lawan Arema FC, kita bersama disuguhkan berita mengenai fenomena pendukung Persebaya yang identik dengan sebutan Bonek dalam usaha mereka mendapatkan tiket pertandingan minggu nanti.
Klub Internal Harus Bersatu Pecat Cholid Sebagai Dirut Persebaya
Selama ini, sopir Persebaya bernama Cholid terbukti sopir yang tidak becus bekerja.
Saatnya Bawa Persebaya Terbang Tinggi ke Liga 1
Gaji, bonus, dan fasilitas lain sudah lancar. Jangan lagi berpikir yang lain. Berlatih, berlatih, berlatih, tuntaskan episode perjuangan yang mendekati babak akhir.
Persib Manfaatkan Built Up Buruk Persebaya
Persebaya menjalani pertandingan ini tanpa adanya kedua pemain mereka yang dipanggil Timnas yang sedang melakukan pemusatan latihan di Bali. Kedua pemain itu adalah Osvaldo Haay dan Irfan Jaya. Sedang di skuad Persib tidak ada nama Jonathan Bauman yang selama ini menjadi pasangan manis Ezechiel Ndouazel. Obat hadirnya dua pemain baru, Raphael Maitimo dan OK Jhon yang langsung mencuri perhatian suporter Persebaya juga tidak bisa mengikuti laga big match ini, pasalnya laga ini adalah pertandingan tunda. Patrick Wanggai yang baru bergabung juga tidak bisa turun lapangan, ia hanya menyasikkan kawan-kawannya berlaha dari tribun, begitu juga OK Jhon dan Raphael Maitimo.
Antara Francesco Totti dan Mat Halil, Dua Pengabdi Klub Ibukota
Dua pemain tersebut adalah sebuah gambaran di mana di kala modernisasi sepakbola mengubah wajah sepak bola dengan bahasa materialisme.














