Bhayangkara FC vs Persebaya, Laga Piala Super-nya Indonesia
Sejarah perjuangan dan perlawanan Bonek dan Persebaya untuk membangkitkan klub kebanggaan Surabaya sangat panjang. Salah satu yang paling berat selain melawan arogansi federasi adalah menenggelamkan klub yang mengaku bernama Persebaya.
Daripada Di-Php, Mengapa Persebaya Tidak Merangkak Dari Bawah?
Sebagai pendukung Persebaya, saya merasa sedih dengan kondisi klub saat ini yang mati suri karena perbuatan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Pemain, Manajemen, Semua Pihak Terkait Persebaya Adalah Bonek
Yang diharapkan dari manajemen adalah bagaimana pengelolaan nantinya bersinergi bersama Bonek dalam membangun Persebaya untuk menjadi klub yang berkualitas dengan meliputi pembangunan fasilitas dan sistem yang baik.
Sego Elek dalam Empat Perspektif, Sebuah Catatan dari Seorang Bonek
Akhir-akhir ini banyak diperbincangkan di media sosial tentang sebuah temuan video seorang Bonek yang meminta makan kepada warga setempat dengan mengatakan, "Buk, ganok sego elek-elek ta?". Peristiwa dalam video tersebut diduga terjadi saat Bonek melakukan away ke Blitar guna mendukung Persebaya dalam laga semifinal Piala Gubernur Jawa Timur melawan Arema FC.
Membayangkan Paulo Victor Bersama Persebaya
Paulo Victor mungkin nama asing bagi publik sepakbola Indonesia, mungkin sebagian ingat jika menonton pertandingan Visakha FC mengahajar Bali United 5-2 saat pertandigan Piala AFC 2022 tahun lalu, bahkan dia berhasil menyumbangkan 2 Gol untuk membuat Bali United harus tertunduk lesu.
Semoga Penunjukan Iwan Setiawan Bukan Bentuk Kepanikan Manajemen
Awalnya, saya menebak pelatih Persebaya adalah mantan pemain Persebaya. Karena bagaimana pun Bajol Ijo punya ciri khas tersendiri yakni pakem fight yang sudah mendarah...
Persebaya Kalah Lagi, Apakah AV Layak Dipecat?
Pertandingan melawan Persib Bandung menjadi saksi bagaimana tuan rumah Persebaya menjadi bulan-bulanan tamunya. Dari layar kaca, komentator Valentino Simanjuntak dan bung Binder Singh berkali-kali berkata tentang seru dan menghiburnya match itu. Serangan memang silih berganti terjadi dari kedua kubu. Tapi saya melihatnya tidak demikian. Pemandangan yang terlihat adalah bagaimana keroposnya lini pertahanan Bajul Ijo, lalu terlalu “liarnya” lini tengah, yang sering terlepas kontrol sehingga terlambat turun. Lini depan juga kurang tajam terlihat dari jumlah gol yang tercipta. Itulah gambaran yang terjadi pada 45 menit awal di Gelora Bung Tomo Surabaya malam tadi.
Via Vallen, Simic, dan Pesepakbola Genit
Aku tidak terlalu kaget dengan apa yang menimpa Via Vallen. Pelecehan yang diduga dilakukan Marko Simic hanyalah puncak gunung es. Sebetulnya, banyak pesepakbola kita yang sering melakukan pelecehan. Hanya selama ini memang jarang terekspos.
Slogan #KitaPersebaya, Bonek Ada di Mana?
Siapakah “Kita” di #KitaPersebaya?














