Pengalaman Bonek Tertipu Tiket Palsu dari Calo di GBT
Untuk bahan pembelajaran, mending beli tiket asli di ticket box yang sudah tersedia.
Hapus Catatan Buruk Persebaya di Kalimantan
Sudah lama Persebaya tak menang melawan tim asal Pulau Kalimantan bila bermain di salah satu pulau terbesar di dunia ini.
Eri Cahyadi dan Gembok-Gembok Dispora Surabaya
16 Mei 2019. Di bawah terik matahari Surabaya terasa begitu menyengat, langkah Eri Cahyadi terlihat cepat masuk ke dalam Wisma Persebaya. Dari lantai 1, dia langsung menuju lantai dua gedung yang menjadi saksi sejarah lahirnya banyak bintang timnas Indonesia tersebut.
Zaki, Potret Bonek, dan Fanatisme Sepak Bola
Jumat sore itu, 3 Februari 2017, Surabaya sedang diguyur hujan yang amat deras. Di berbagai titik jalan bahkan lumpuh total karena banjir dan macet. Sepulang mengajar kuliah sore itu, saya melaju cepat dengan motor saya ke terminal Purabaya Bungurasih. Saya berencana pulang kampung untuk bertemu anak dan istri. Medan terasa amat berat. Rasa lelah setelah bekerja seharian berpadu-padan dengan hujan deras, banjir, dan macet. Kombinasi yang sempurna untuk mengeluh atau bahkan mengumpat.
Mengatasi Rivalitas Tak Bermutu dengan Bermain Peran
Baru beberapa hari lalu sepak bola kita mendapat sekali lagi kabar duka. Salah seorang suporter pergi mendahului kita akibat manusia-manusia yang kehilangan rasa kemanusiaan. Ada yang bilang ini soal rivalitas, fanatisme, agresi, eksistensi, bahkan gengsi. Tapi benarkah sepak bola kita hanya seputar itu-itu saja?
Persebaya Tak Bermain Lepas dan Gagal Memanfaatkan Peluang
Persebaya gagal mempertahankan keunggulannya atas tim tamu Sriwijaya FC. Skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Terus Berjuang Hingga Tuhan Berbisik Waktunya Pulang
Sabtu 25 November 2017, Persebaya sampai pada titik puncak di mana akan menentukan memijakkan kaki di kasta tertinggi Liga Indonesia atau tetap tinggal di kasta kedua.
Antara Francesco Totti dan Mat Halil, Dua Pengabdi Klub Ibukota
Dua pemain tersebut adalah sebuah gambaran di mana di kala modernisasi sepakbola mengubah wajah sepak bola dengan bahasa materialisme.












