Tentang Kita Persebaya
Gelora Bung Tomo (GBT) itu candu. Sekali menikmati pertandingan di GBT, maka hasrat untuk kembali dan kembali lagi akan meningkat.
Setelah Persebaya Pasti Bertahan, Lalu Apa?
Persebaya Sabtu kemarin sukses membungkam tamunya. Tidak main-main, sang penguasa klasemen, saudara kita ayam jantan dari timur, PSM Makassar dikalahkan dengan skor mencolok 3-0. Kemenangan ini membuat arek-arek nangkring di posisi ke-9 (sementara, masih menunggu pertandingan lain di pekan ke-30) dengan poin keramat 41. Dengan raihan poin 41, walaupun secara matematis belum 100 persen, tapi secara prediksi dan teknis, Green Force dipastikan akan tetap bermain di Liga 1 musim depan.
Gugatan Persebaya di Pengadilan Tak Akan Mengubah Apapun
Sebenarnya yang ingin saya tanyakan adalah apa sih yang diinginkan persebaya dari gugatan ini paska dikeluarkannya sertifikat hak merek kepada PT PI.
Karpet Hijau untuk King Arthur
Selamat datang penghuni istimewa King Arthur di Persebaya. Jadikan istanamu sekarang menjadi tempat yang nyaman. Lakukan yang terbaik untuk kerajaan mencapai kejayaan.
Sebaiknya Iwan Setiawan Minta Maaf ke Bonek
Alangkah baiknya Iwan Setiawan mengubah sikapnya dan meminta maaf kepada seluruh Bonek yang sudah terlanjur sakit hati kepadanya.
Pembinaan Usia Dini Kunci Sukses Persebaya Masa Depan
Dengan pembinaan yang baik, maka akan muncul pemain-pemain muda yang hebat dan nantinya akan memangkas anggaran belanja pemain Persebaya.
Benarkah Persebaya Surabaya Berasa Papua?
Sepak bola profesional menggeliat mengikuti perkembangan. Setiap pemain dapat menentukan masa depan dari berbagai macam klub. Tak ada lagi primordial di sana, tak ada lagi sifat kedaerahan mendominasi. Yang ada justru kebutuhan tim untuk terus berprestasi sepenuhnya.
Ketika Wawali “Menumpang” Kereta
Di tengah kesuksesan itu ternyata menggelitik naluri cak Wisnu selaku pribadi dan Bonek. Berbekal jabatan publik sebagai Wawali beliau bersedia menjadi panpel lagi dalam gelaran Liga 1 mendatang. Wawali pasti lebih mengedepankan naluri Boneknya ketimbang jabatan politisnya, walau beliau tahu itu bisa dilakukan.
Persebaya dan Bonek Membutuhkan “Kekalahan”
Mengapa Persebaya membutuhkan “kekalahan”? Karena dengan mengalami kekalahan itulah bisa lebih mudah melakukan evaluasi secara total dan terus menerus.














