Titip Rindu untuk Persebaya
Disaat ini memang sebagian dari kita tak bisa mencumbu Persebaya dengan penuh letupan gairah yang membara
Dapat Tiket Setelah Muter-Muter Empat Ticket Box
Aku mau berbagi pengalaman berburu tiket laga Persebaya lawan Persigo Semeru FC.
93 Tahun Persebaya untuk Bonek dan Masyarakat Surabaya
Selamat ulang tahun Persebaya! Ya, begitulah kalimat pembuka untuk tulisan kali ini. Tidak terasa memang, sudah 93 tahun Persebaya malang melintang dalam lika-liku kompetisi di Indonesia. Ragam prestasi pun sudah banyak ditorehkan. Mulai dari era perserikatan, hingga saat ini Persebaya berlaga dalam kompetisi kasta tertinggi Liga 1 Indonesia. Lalu sampai akhirnya Persebaya dikenal sebagai klub yang besar serta melegenda. Belum lagi antusiasme suporternya yang luar biasa, Bonek dan Bonita yang juga sebagai bagian dari masyarakat Surabaya.
Legenda Itu Bernama Karanggayam
Terletak di belakang tepat di salah satu stadion legendaris di Indonesia, Gelora 10 Nopember Surabaya, terdapat sebuah lapangan kecil. Lapangan ini hanya memiliki satu tribun penonton yang terletak di bagian barat dengan kursi tribun yang terbuat dari kayu dan hampir rapuh.
Pelajaran Berharga dari Serui
Ada pepatah lama tersohor yang berbunyi Tuntutlah ilmu sampai ke Negeri China. Yang meminta kita untuk mencari ilmu dari dataran Tiongkok tersebut. Namun malam ini tak perlu kita jauh-jauh mencari pelajaran dari negeri seberang. Cukup ke Serui, kota di mana klub Perseru berasal.
Lantang Suaraku! Kutantang Prestasimu!
Bagi pemain Persebaya seharusnya sudah tidak ada rasa takut, penyesalan, dan gelisah saat memasuki medan juang pertempuran di lapangan hijau.
Persebaya Bukan Segalanya Tapi Selamanya
Makna Persebaya Selamanya menurut saya sangatlah luas dan memiliki banyak arti. Saya sendiri bukan suporter fanatik yang bisa selalu mendukung Persebaya kapan pun dan di mana pun. Saya juga masih sering nonton di televisi dan hanya memberikan support dari jauh. Saya beberapa kali menyaksikan Persebaya berlaga di Gelora Bung Tomo.
Mengapa Otavio Dutra Tidak Layak Berkostum Persebaya
Banyak hal mengapa Otavio Dutra tidak layak berkostum Persebaya musim depan. Apa saja?
Zaki, Potret Bonek, dan Fanatisme Sepak Bola
Jumat sore itu, 3 Februari 2017, Surabaya sedang diguyur hujan yang amat deras. Di berbagai titik jalan bahkan lumpuh total karena banjir dan macet. Sepulang mengajar kuliah sore itu, saya melaju cepat dengan motor saya ke terminal Purabaya Bungurasih. Saya berencana pulang kampung untuk bertemu anak dan istri. Medan terasa amat berat. Rasa lelah setelah bekerja seharian berpadu-padan dengan hujan deras, banjir, dan macet. Kombinasi yang sempurna untuk mengeluh atau bahkan mengumpat.














