Mari Belajar Menghargai Kuota Away
Liburan merupakan salah satu hal yang menyenangkan dan ditunggu-ditunggu oleh setiap orang. Tujuannya pun bermacam-macam, ada yang untuk melepas penat setelah dihadapkan dengan padatnya rutinitas pekerjaan namun ada juga yang ingin mengenal lebih jauh kota yang akan jadi tujuan berlibur.
Pesan Buat Bhayangkara FC: Ini Bukan Persebaya di Putaran 1, Cak!
Persebaya sedang on fire. Tim-tim papan atas bertumbangan dicaplok Bajul Ijo, baik di laga home maupun away. Semua dengan selisih minimal 3 gol.
From Bonek To Persebaya, Sebuah Ekspektasi untuk Sang Kebanggaan
Hari ini (18/6/20), klub kebanggaan Bonek dan Bonita berulang tahun yang ke-93. Saya percaya di tahun ke-93 ini adalah tahun golden age milik Persebaya. Dan karena itu saya menulis 9 harapan saya untuk Bajol Ijo agar dapat semakin berjaya dan berprestasi. Saya meyakini Persebaya sudah berada di jalur yang tepat, tinggal terus mengelaborasi semua komponen pendukungnya. Berjayalah Green Forceku, terbanglah dan semakin melejit!
Menyisir Tafsir Chant “Pak Polisi” yang Multi Tafsir
Mari sedikit agak serius. Bicara soal penghentian pertandingan Persebaya kontra Bhayangkara FC di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Senin (26/11/2018) kemarin. Wasit Faulur Rosy (NAD) yang memimpin laga, sempat menghentikan pertandingan di menit ke-31. Alasannya, ada nyanyian yang dianggap rasis dari penonton. Chantnya seperti ini, “ Pak Polisi …. Pak Polisi …. Tugasmu Mengayomi … Bukan Ikut Kompetisi ...”
Empat Usulan Untuk Persebaya Masa Depan
Di tulisan ini saya mencoba menuangkan impian saya tentang manajemen tim yang baik.
Merawat Ingatan: Tangisan Itu Bernama Persebaya
Surabaya tidak pernah kehabisan kisah-kisah kepahlawanannya, sejak era Majapahit dengan Ujung Galuhnya, perang kemerdekaan 10 November 1945 hingga yang terakhir sejarah mencatat perjuangan Arek-Arek Bonek membangkitkan Persebaya yang mati suri selama kurang lebih lima tahun lamanya.
Berharap Alfred Riedl untuk Persebaya
Pada suatu momen, ketika banned Indonesia dicabut FIFA, PSSI dihadapkan persiapan yg begitu mepet jelang mengikuti AFF 2016. Beberapa rumor pelatih baru yg punya nama besar menjadi misteri siapa pelatih Timnas Senior kala itu. Namun PSSI akhirnya menjatuhkan pilihan kepada Alfred Riedl, dengan alasan persiapan yang begitu mepet dan Alfred sudah memahami Timnas dan sepak bola Indonesia.
Beri Aku Sebelas Abu Rizal Maulana, Maka Akan Kuguncangkan Liga 1!
Dengan tinggi 165 cm dan berat 50 kg disertai rupa yang baby face, tentu kita akan menggambarkan orang tersebut adalah orang yang kalem. Kurang lebih seperti itulah sosok Abu Rizal Maulana. Pemain Persebaya kelahiran Sampang ini memang dikenal sebagai orang yang kalem dan murah senyum.
Memaksimalkan Sektor Sayap Persebaya Sebagai Opsi Penyerangan
Memaksimalkan sektor sayap jelas menjadi salah satu opsi penyerangan terbaik Rendi Irwan dkk.














