Like Father Like Son, Kisahku Mengenal Persebaya Bersama Ayah
Pengalaman saya mendukung Persebaya dimulai saat saya masih kecil, tepatnya sejak kelas 2 Sekolah Dasar. Di awali dengan nribun bersama ayah dan teman-teman ayah. Itulah pertama kali saya diperkenalkan dengan dunia sepak bola oleh Ayah.
Protes Pemegang Bonek Card atas Carut Marut Tribun Superfans
Pelajaran apa yang kira kira tepat untuk panpel Persebaya menghadapi pertandingan big match? ada banyak hal mendasar yang kerap terjadi di setiap laga besar dan itu seperti tidak penyelesaian solusi yang diberikan panpel, selalu dan selalu terulang.
Revolusi Bonek, Wani Bukan Ngawur
Inilah pekerjaan rumah terbesar keluarga besar Bonek untuk menata diri. Perlu adanya gerakan besar dan massal untuk kampanye dan sosialisasi agar Bonek berani berubah.
Jangan Sandera Persebaya
Kalau ada pengakuan utang, harus juga dibuktikan dengan administrasi yang cukup. Bukti-bukti yang kuat. Tidak hanya atas dasar omongan.
Panser Itu Persebaya
Dibenak Anda, jika ditanyakan apa itu Panser pasti langung teringat dengan Tim Panser Jerman! Sejatinya Panser ini adalah sebutan kendaraan lapis baja yang memang banyak dihasilkan oleh salah satu negara Eropa Barat ini. Sebut saja Tank Panzer I dan II, Tank Tiger I dan II, Tank Panther hingga ke jenis termutakhir yang dimiliki oleh negara kita, Tank Leopard 2A6.
Perkembangan Persebaya Sejak Kembali ke Pentas Sepak Bola Nasional
Persebaya kembali ke dunia persepakbolaan Indonesia dimulai sejak 7 Januari 2017. Sejak itu, Persebaya yang dikelola Jawa Pos dan sekarang oleh DBL Indonesia terus berkembang dalam semua sektor. Mulai menjadi juara Piala Dirgantara hingga puncaknya menjadi juara Liga 2 2017 yang menjadi tiket menuju Liga 1.
Dari Viking, untuk Bonek dan Tim Kebanggaan
Bagi Bonek, kebanggaan tetaplah kebanggaan. Persebaya harga mati.
Pesan untuk Media dan Bonek, Sebuah Catatan dari Solo
Sehari usai Persebaya kalah dari PSMS, saya memulai hari dengan melihat dan membaca berbagai macam pemberitaan negatif tentang Bonek dari beberapa media.
Surat Terbuka untuk Saleh Ismail Mukadar
Semoga dengan menetapnya Abah di Pulau Buru akan menemukan cara terbaik untuk menyelamatkan Persebaya.














