Karena Awaydays adalah Candu
Musim 2018 sudahberlalu, banyak kisah suka duka. Melihat tim kebanggaan Surabaya berlaga sangatberbeda kenangannya baik laga home maupun away.
Apa Kabar Psikolog Persebaya?
Persebaya melalui head hoachnya, Aji Santoso berkali-kali menjelaskan bahwa pembangunan fundamental kerangka tim Persebaya untuk jangka panjang dimulai dari musim ini.
Sebuah Refleksi Untuk “Kita Persebaya”
Rentetan hasil 3 imbang dan 4 kalah merupakan hasil yang sangat minor dari tim sekelas Persebaya. Bagaimana tidak, pada awal musim, Persebaya mampu bertenggar di 5 besar dan berpacu dalam mengejar gelar Juara Liga 1 2019. Hasil ini berbanding terbalik ketika sudah memasuki putaran kedua di mana puncaknya lengsernya dua pelatih yang belum genap 1 musim melatih tim persebaya.
Via Vallen, Simic, dan Pesepakbola Genit
Aku tidak terlalu kaget dengan apa yang menimpa Via Vallen. Pelecehan yang diduga dilakukan Marko Simic hanyalah puncak gunung es. Sebetulnya, banyak pesepakbola kita yang sering melakukan pelecehan. Hanya selama ini memang jarang terekspos.
Abu “Rodeg” Rizal, Pemain Tipe Versatile di Skuad Persebaya
Versatile ialah tipe pemain yang bisa bermain di berbagai posisi kecuali kiper.
Pemain Muda, Ciri Khas Persebaya
Persebaya tidak bisa lepas dari pemain muda. Persebaya merupakan sebuah tim yang tidak pernah kehabisan pemain muda berbakat. Dari tahun ke tahun klub kebanggaan Bonek ini terus konsisten mengorbitkan pemain muda tanpa henti. Melalui kompetisi internal, Persebaya mampu mencetak bintang-bintang muda untuk tim nasional Indonesia hingga saat ini. Sebut saja: Evan Dimas, Andik Vermansah, hingga Supriadi. Kualitas mereka tidak perlu diragukan lagi; bahkan dari tahun ke tahun mereka terus menembus tim nasional walaupun sering terjadinya pergantian pelatih.
93 Persebaya Surabaya, 93ngsi Dong!
Persebaya tidak boleh menjadi tim yang juara, kemudian terdegradasi satu musim setelahnya. Persebaya harus menjadi tim yang stabil di papan atas nan solid
Lihat Bonek Corat-Coret, Serahkan ke Polisi
Soal Bonek yang masih suka corat-coret tembok stadion, sebagai contoh di Stadion Maguwoharjo, dan seperti yang sering terjadi (mencuri), seharusnya ditindak tegas oleh sesama Bonek.
Dilan, Bonek, dan Persebaya
Rekor penonton 50.000 yang hadir di Gelora Bung Tomo menggambarkan bahwa Bonek layaknya Dilan dan Persebaya seperti Milea bagi Dilan.














