Dilan, Bonek, dan Persebaya
Rekor penonton 50.000 yang hadir di Gelora Bung Tomo menggambarkan bahwa Bonek layaknya Dilan dan Persebaya seperti Milea bagi Dilan.
Harga Diri (Tidak) Hanya di Hadapan Arema FC
"Boleh kalah dari tim lain, asal jangan dari Arema, ini harga diri!" Sejatinya kalimat itu seperti diamini manajemen dan pemain. Hal itu telah dibuktikan, menang kontra Arema, dan selebihnya seri dan kalah.
Obrolan Panjang Dio dan Rizky: Dari Ngomongin PSSI sampai Arapagani
Catatan ini bersumber dari ‘sengaja dengar’ saya di waktu dini hari yang dingin, 21 Mei 2018 yang lalu. Itu semua diawali dari ketidaksengajaan saat saya melihat dua suporter duduk lesehan di depan warung ‘2728’ –salah satu warkop di sudut jalan Ngagel.
Lawan Ketidakadilan dengan Cara Elegan
Bagi Persebaya, hal nonteknis dalam sepak bola Indonesia seperti makanan yang tidak pernah luput disantap oleh punggawa tim kebanggaan arek-arek Suroboyo.
Bonek Bukan Obyek Dagangan Politik
Setiap individu, memiliki hak berpolitik sejak dalam kandungan. Namun jangan jadikan Bonek sebagai obyek “dagangan politik”, dan Bonek harus melek politik agar tidak dijadikan komoditas dagangan politik ketika pilkada.
Pesan untuk Media dan Bonek, Sebuah Catatan dari Solo
Sehari usai Persebaya kalah dari PSMS, saya memulai hari dengan melihat dan membaca berbagai macam pemberitaan negatif tentang Bonek dari beberapa media.
Bonek Sebagai Sebuah Identitas
Bonek bisa saja dicap brutal, suka kekerasan, dan tak taat pada aturan. Itu semua muncul atas apa yang pernah Bonek lakukan di masa lalu.
Analisa Finansial Persebaya 2018, Bonek Beri Pemasukan Rp 32,5 Miliar
Persebaya mengikuti musim perdananya di Liga 1 2018. Saya membuat analisa berapa pemasukan finansial Persebaya musim ini. Tak hanya dari tiket pertandingan di Liga 1 namun juga Piala Presiden hingga Blessing Game. Ada empat sumber pemasukan Persebaya musim ini yakni tiket penonton, sponsor, subsidi + hak siar, dan merchandise.
Tetesan Air Mata Cinta Seorang Andik
Kemenangan Persebaya 1-0 atas Madura United sore ini Rabu (3/4) di Gelora Bung Tomo menyisakan cerita tersendiri untuk seorang Andik Vermansah.














