Laga Tanpa Penonton Bukan Jawaban
Sepak bola ada untuk rakyat, tidak bisa kemudian dengan alasan yang debatable rakyat tidak diperkenankan masuk ke dalam stadion untuk mencurahkan segala kerinduan kepada tim kesayangannya.
Jangan Rekrut Pemain Besar, Optimalkan Pemain-Pemain Internal
Saya tidak ingin pemain besar atau pemain lama Persebaya kembali.
Sudah Waktunya Wilkson!
Sudah cukup melihat Wilkson bermain mengecewakan, lalu menunjukkan kelasnya yang sebenarnya? Ataukah sudah cukup kita melihat Wilkson bermain untuk Persebaya?
93 Tahun Persebaya, Menjaga Konsistensi di Jalur Prestasi, Bukan Mentradisikan Tragedi
Ingatan itu masih terekam betul di otak kepala saya tatkala usia-usia antara menginjak kelas lima sampai enam SD. Sepak bola dan bermain bola ala kadarnya dengan rekan-rekan sejawat menjadi salah satu memori manis yang tak akan pernah usai sekadar untuk dikenang.
Persebaya, Asa, Cinta, dan Harapan
Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), asa memiliki arti semangat. Sebagai arek Suroboyo, mempunyai asa seolah menjadi sesuatu yang tidak terpisahkan dalam setiap perjuangan yang akan dilakukan. Hal ini bukan semata-mata ada, melainkan warisan para pendahulu yang memberikan contoh kepada generasi penerus yang lahir di Kota Pahlawan.
Ketika Budaya Malu Telah Hilang dari Tubuh PSSI
Sungguh miris melihat kondisi PSSI saat ini. Tak ada prestasi, yang ada malah jadi bahan tertawaan. Masih hangat kita baca pernyataan Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, yang menyebut jika ingin Timnas baik maka wartawan harus baik. Sebuah pernyataan konyol yang datang dari orang nomor 1 PSSI.
Sudah Saatnya Persebaya Punya Stadion Sendiri
Saatnya Persebaya mandiri dan tidak tergantung kepada pihak lain. Karena hanya dengan itu, Persebaya bisa berdaulat penuh di kotanya sendiri.
Cak Nono, Pocong Bonek yang Selalu Teror Lawan di GBT
Tahukah anda, siapa Bonek di balik pocong yang setiap Persebaya bermain selalu berada di gate 19 Gelora Bung Tomo untuk memberikan teror kepada tim lawan?













