Musuh Kita Iwan Setiawan, Bukan Persebaya
Jangan biarkan Persebaya berjuang sendirian dan apapun yang terjadi Bonek akan selalu mendukungmu wahai Persebaya!
Adu Kesaktian Mahesa Jenar Melawan Bajol Ijo
Iwan Setiawan membawa Persebaya meraih trofi Dirgantara Cup di Sleman mengalahkan Cilegon United di final. Ini adalah trofi pertama sejak Persebaya kembali diakui oleh federasi. Sehari setelah partai final tersebut, Persebaya bergerak menuju Semarang untuk laga uji tanding dengan PSIS Semarang.
Persebaya Ingin Juara atau Tidak?
23 Desember 2004 adalah kali terakhir Persebaya menjadi kampiun di kompetisi level tertinggi persepakbolaan nasional.
Dua Skenario Transfer Pemain, Sebuah Catatan untuk Kedalaman Skuat Persebaya Musim 2020
Penulis membuat catatan ini pada saat menjelang pertandingan antara Persija melawan Persebaya. Penulis merasa bahwa permainan Persebaya sudah menunjukkan karakter permainan Persebaya sejak dahulu yaitu permainan bola-bola pendek. Penulis sebenarnya agak skeptis sebelumnya atas ditunjuknya coach Aji Santoso sebagai pelatih Persebaya melihat track record sebelumnya di Persela dan PSIM.
‘Orde Dikte’ Sepak Bola, Gelinding PSSI dan Industri Televisi
Sekali lagi penulis tidak menampik kebutuhan PSSI untuk mendanai federasi, akan tetapi mustilah dengan melihat kebaikan bersama yang tentu melibatkan suporter klub juga.
Surabaya 2055, Kerinduanku Akan Sebuah Kesebelasan
Kembali rasa itu datang. Rasa di mana aku begitu merindukan suatu tempat yang sangat indah.
Kembali Berkompetisi, Itulah Persebaya Masa Depan
Persebaya di masa depan cukup ditandai dengan kembalinya kebanggaan arek-arek Suroboyo setelah vakum cukup lama dari sepak bola Indonesi
Mengangkat Kembali Istilah Bondo Maling (Boling)
Apakah mau anak keturunan anda yang mencintai Persebaya (Bonek) dianggap sebagai penjarah seperti Boling?
Lord Balde Is Back
Pembaca pernah mengenal istilah Lord dalam dunia Sepak Bola? Kalau pernah dengar, percayalah Anda pasti mengetahui sosok Lord Bendtner. Ya, pemain asal Denmark bernama panjang Nicklas Bendtner ini memang tersohor dengan gelar tersebut. Lho kok bisa? Karena cara bermainnya yang biasa-biasa saja tapi bisa bermain di Juventus (Italia) dan Vfl Wolfsburg (Jerman). Kebetulan mantan pemain Arsenal ini berposisi sebagai striker, memiliki bertinggi 193 cm. Benar-benar plek ketiplek dengan Amido Balde, striker asing Persebaya Surabaya musim ini.














