Mengapa Sebaiknya Persebaya Tidak Menambah Store Lagi
Apakah penambahan store otomatis akan mendatangkan pemasukan yang besar?
“Perjudian” Sempurna Sang Presiden Persebaya
Menjadi presiden klub dan mengurusi klub sebesar Persebaya bukan perkara mudah.
Bu Risma, Bonek Bukan Anak Haram di Kota ini
Apa kami harus memohon dan mengemis uluran tangan ibu untuk hal yang seharusnya menjadi kewajiban ibu membangkitkan kembali salah satu ikon Surabaya?
Antara Conte, Iwan Setiawan, dan Lambang Persebaya di Dada
Memang Bonek tidak lebih besar daripada nama Persebaya itu sendiri. Pun juga prestasi tidak mampu didapat secara instan. Namun alangkah baiknya jajaran manajemen mampu cepat dan tanggap membaca situasi tim (tanpa mengurangi rasa hormat kepada apa yang telah manajemen berikan untuk membantu menyelamatkan Persebaya).
Jadilah Leader Bukan Boss
Tiga tahun yang lalu, saya masih mengingat betul saat Bonek Gruduk Sutos, usai pertandingan Persebaya vs Arema. Kedatangan ratusan Bonek bertujuan meminta pertanggungjawaban atas hasil buruk yang diterima Persebaya.
Menanggapi Pemakaian Nama Persebaya dan Bonek Untuk Kepentingan Pribadi dan Kelompok
Tulisan tentang Bonek ini saya buat hanya sekedar pendapat pribadi yang mungkin banyak kekurangannya. Topiknya tentang apakah pantas nama Persebaya dan Bonek dipakai oleh...
Meletakkan “Maling Gorengan” Pada Tempatnya
Sekiranya istilah maling gorengan muncul ketika Bonek yang melaksanakan awaydays nan bersamaan dengan pemberitaan negatif tentang Bonek. Tidak naif, memang begitulah kami. Bonek, suporter Persebaya, yang diakui maupun tidak adalah barometer suporter sepak bola pertama dan terbesar di Indonesia. Namun, apakah kami bangga? Bisa iya, mungkin saja tidak. Sebagaimana maling gorengan yang ditujukan kepada kami, bisa marah, mungkin saja kami banyak tertawanya, ha ha ha.
On This Day Persebaya dan Secuil Kisah LDR
“Kon gak budal ta?” begitu bunyi WhatsApp dari teman. Pada hari itu temanku estafet dari Sidoarjo menuju Bandung. “Deloane enggak, masih ada tamu di sini (Jakarta),” Jawabku. “KON GAK KEPENGEN PERSEBAYA MAEN NANG LIGA 1 TA?” balas temanku kala itu.













