Persebaya Butuh Uang Tiket Agar Bisa Bernafas
Untuk yang tidak memiliki uang untuk menonton pertandingan, diharap tidak memaksakan diri untuk datang ke stadion. Sebab berkaca ke hal yang pernah terjadi, masih banyak Bonek yang datang ke stadion mengharapkan jebolan bahkan merusak fasilitas stadio
Persebaya dan Kisah Perkenalan yang Terlambat
Saya percaya dengan kalimat sederhana yang sering digaungkan oleh orang-orang optimis yang berbunyi, “Di mana ada kemauan, di situ ada jalan”. Kata-kata yang saya yakini sejak Sekolah Dasar itu betul-betul tidak pernah mengecewakan.
Lihat Bonek Corat-Coret, Serahkan ke Polisi
Soal Bonek yang masih suka corat-coret tembok stadion, sebagai contoh di Stadion Maguwoharjo, dan seperti yang sering terjadi (mencuri), seharusnya ditindak tegas oleh sesama Bonek.
Persebaya Telah Kembali, Sebuah Catatan Anthony Sutton
Blogger asal Inggris, Anthony Sutton, terbang ke Sleman untuk menonton pertandingan Persebaya, Selasa (28/2).
Salut Kepada Manajemen Yang Telah Mem-Persebaya-kan Masyarakat
Sekilas dari acara #KetemuGreenForce di Royal Plaza, Minggu kemarin (3/9) sangatlah meriah.
Bonek Butuh Figur Panutan Seperti AB1927
Bonek masih butuh figur untuk diturut atau panutan. Nek Suroboyo’ane, gawe tuwek-tuwek’an. Bukan mengecilkan siapapun, tapi dari yang saya lihat Bonek masih butuh figur-figur untuk dipanut.
Kejanggalan-Kejanggalan Laga Martapura FC vs Persebaya
Namun di balik buruknya penampilan Persebaya di kandang Martapura FC, ada hal janggal yang terjadi di penghujung waktu normal.
Saatnya Hentikan Nyanyian “Dibunuh Saja!” dari Tribun Stadion
Dibunuh saja!” menjadi kata yang sangat populer dalam pertandingan sepak bola di Indonesia. Para suporter atau fans sepakbola menyanyikannya, bahkan acapkali di sepanjang laga, ketika klub yang mereka dukung bertemu dengan klub yang mereka anggap sebagai rival. Bahkan kata-kata itu dinyanyikan meski klub yang sedang bermain di lapangan hijau bukanlah klub rival mereka.











