Saatnya Bonek Berdamai dengan Aremania
Alangkah senang dan bahagianya ketika kita, Bonek, bisa mendukung Persebaya di Stadion Kanjuruhan, dan begitu pula sebaliknya untuk Aremania mendukung Arema di Stadion GBT. Bersorak bersama mendukung masing-masing tim dengan persaingan yang sehat.
Catatan Paido Persebaya Usai Game ke-2
Green Force akhirnya menelan kekalahan perdana di Liga 1 2020 ini. Tak tanggung-tanggung kekalahan ini diderita di depan publik sendiri, di stadion Gelora Bung Tomo kandang sang Bajol Ijo. Sebenarnya dari sisi pertandingan, match kali ini sangat menarik terbukti dari 7 gol yang tercipta sepanjang pertandiangan, ditambah drama gagal pinalti oleh Davi da Silva.
Menebak Formasi Persebaya di Liga 1
Prediksi formasi Persebaya di Liga 1 2018.
Piala Gubernur Jatim 2020, Turnamen Visioner dan Inovatif
Pagelaran turnamen pramusim Piala Gubernur Jatim (PGJ) 2020 akan memasuki babak final yang mempertemukan Persebaya menghadapi Persija. Jika menengok kembali perjalanan turnamen ini, ada beberapa catatan visioner dan inovatif.
Bonek Persebaya Takkan Pernah Berhenti Berjuang
Rakyat Surabaya masih saja bertempur dan melawan arogansi kekuasaan.
Bersinergilah Untuk Sebuah Kebanggaan Kota Surabaya
Pada musim kompetisi sekarang nama Surabaya akan terus di baca oleh banyak orang dengan bibit muda yang luar biasa dan maka seharusnya pemerintah kota Surabaya menjaga
Kerinduan Bonek akan Gelora Bung Karno
Stadion Utama Senayan, nama stadion sebelum GBK, adalah sebuah panggung yang agung buat Persebaya.
Asa Gruduk Jakarta Setahun Lalu
Gruduk Jakarta adalah sekian dari jilid-jilid semangat perjuangan yang akan menjadi cerita sejarah ke anak cucu, ke generasi selanjutnya.
Evaluasi atau Degradasi, Kebijakan Transfer “Aneh” Alfredo yang Membuat Persebaya Terpuruk
Mengawali kiprahnya di kasta tertinggi sepak bola Indonesia setelah vakum selama 7 tahun, Persebaya sempat memunculkan asa kalau tim ini akan berbicara banyak di kompetisi Liga 1. Di laga pembuka Green Force berhasil membungkam tamunya Perseru Serui dengan skor tipis 1-0 lewat sontekan manis legiun asing nya asal Argentina, Robertino Pugliara. Sempat dikritik di awal kedatangannya karena sudah memasuki usia uzur untuk ukuran pesepakbola profesional yaitu 34 tahun. Tapi penampilannya kala itu membungkam semua kritik yang tertuju padanya. Hingga saat ini, pemain bernomor punggung 10 tersebut menjadi pemain yang paling konsisten dan stabil diantara pemain lainnya dengan kontribusi 1 gol dan 2 assist (dikutip situs resmi liga-indonesia.id).














